Flying Cute Baby Blue Butterfly khaika13: IBD
tidak ada yang tidak mungkin selama kita masih mau mencoba, berusaha, dan berdoa
:)
Tampilkan postingan dengan label IBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBD. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Mei 2011

MANUSIA DAN HARAPAN

PENGERTIAN HARAPAN
a. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi.
b. Arti harapan adalah sesuatu yang diinginkan dapat terjadi dengan demikian harapan itu menyangkut masa depan.

Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu :

• Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
• Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN

Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat atau keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia diciptakan Tuhan.
Misalnya: menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya.

DORONGAN KEBUTUHAN HIDUP

Kebutuhan manusia terdiri dari :
• Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang kita butuhkan dalam keseharian kita.Misalnya: makan, minum, pakaian, rumah dan lain-lain.
• Kebutuhan Rohani: Adalah kebutuhan batin manusia yang hanya dapat dipenuhi. Misalnya agama, ketenangan jiwa.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah:
a) Kelangsungan hidup (survival)
b) Keamanan (safety)
c) Hak dan kewajiban mencintai dan
dicintai (be loving and love)
d) Diakui lingkungan (status)
e) Perwujudan cita-cita (self actualization)

Kelangsungan Hidup

Setiap manusia yang baru lahir telah
mengharapkan makan dan minum.
Manusia memiliki tiga kebutuhan pokok yaitu:
• Sandang adalah kebutuhan manusia yang berguna untuk melindungi dirinya seperti pakaian, dan lainnya.
• Pangan adalah kebutuhan manusia meliputi kebutuhan sehari-hari seperti makan minum dan sebagainya.
• Papan adalah kebutuhan hidup manusia untuk berlindung setiap harinya contohnya rumah.

KEAMANAN

Setiap orang membutuhkan keamanan, karena rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan. Rasa aman dapat diwujudkan oleh AGAMA karena itu merupakan benteng manusia dalam menjalani hidup.

HAK DAN KEWAJIBAN MENCINTAI DAN DICINTAI

Bila sudah pada saatnya manusia pasti ingin mengerti maksud dicintai dan mencintai, biasanya ini terjadi pada anak menginjak usia remaja.

STATUS

Status adalah harga diri yang dimiliki oleh setiap orang yang telah melekat pada dirinya.
Contohnya: bila ada orang yang berprestasi maka orang itu mempunyai status lebih tinggi dari orang sekitarnya.

PERWUJUDAN CITA-CITA

Setiap manusia sesuai dengan keahliannya mewujudkan cita-citanya yang juga dapat mengembangkan bakat atau kepandaian.

KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari kata percaya, yang artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.
Kebenaran menurut Dr.Yuyun Sumantri dalam bukunya Filsafat Ilmu :

1. Teori atau teori konsistensi
Yaitu suatu pernyataan yang dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi atau konsisten
2. Teori korespondensi
Yaitu suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar dan juga berhubungan dengan obyek yang dituju
3. Teori Pragmatis
Yaitu kebenaran yang diukur dengan kriteria apakah peryataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

BERBAGAI KEPERCAYAAN DAN USAHA MENINGKATKANNYA

Dasar dari semua ini adalah kebenaran. Kepercayaan dapat di bedakan menjadi:
1. Kepercayaan kepada diri sendiri : Ini ditanamkan pada diri manusia yang memang harus di teguhkan di hati.
2. Kepercayaan kepada orang lain : Ini merupakan kepercayaan terhadap saudara atau orang di sekitar kita.
3. Kepercayaan kepada pemerintah : Pandangan demokratis adalah KEDAULATAN DITANGAN RAKYAT.. Negara yang hanya sebagai keutuhan totalitas yang ada disebut negara totaliter. negara yang masyarakatnya tidak mempunyai hak disebut negara diktaktor.
4. Kepercayaan kepada Tuhan : Kepercayaan ini amat penting karena merupakan tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya.

Usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, yaitu:

a. Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah;
b. Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat;
c. Meningkatkan kecintaan kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan sebagainya;
d. Mengurangi nafsu untuk mengumpulkan harta yang berlebihan;
e. Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki fitnah, dan sebagainya

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

KEGELISAHAN

Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas.

Menurut Sigmund Freud (ahli psikoanalisa), kecemasan ada 3 macam :
( a ). Kecemasan obyekif

Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar.

( b ). Kecemasan neoritis (syaraf)

Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Kecemasan ini dibagi 3 macam, yakni :

(1). Kecemasan yang timbul karena penyesuaian lingkungan;
(2). Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia)
(3). Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya.

( c ). Kecemasan moril

Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang (iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah dan cinta).

SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH

Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.

USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN

Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

KETERASINGAN

Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dasar dari kata asing.kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpindahkan dari yang lain, atau terpencil.

KESEPIAN

Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman.

KETIDAKPASTIAN

Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas.

SEBAB-SEBAB TERJADI KETIDAKPASTIAN
1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita.

2. Phobia
Ialah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.

3. Kompulasi
Ialah adanya keraguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.

4. Hysteria
Ialah neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.

5. Delusi
Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.
• Delusi persekusi : menganggap keadaan sekitarnya jelek.
• Delusi keagungan : menganggap dirinya orang penting dan besar.
• Delusi melancholis : merasa dirinya hina, bersalah, dan berdosa.

6. Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan panca indra.

7. Keadaan emosi
Suatu keadaan yang sangat berpengaruh oleh emosinya, sehingga tampak pada keseluruhan pribadinya.

USAHA-USAHA PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN

Untuk dapat menyembuhkan keadaan ini tergantung kepada mental Si Penderita. Andaikata penyebabnya sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.

Sabtu, 26 Maret 2011

manusia dan tanggung jawab

PENGERTIAN TANGGUNGJAWAB
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

• Tanggungjawab terhadap diri sendiri
Tanggungjawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri.
• TanggungJawab Kepada Bangsa Dan Negara
Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri.Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara
• TanggungJawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggungjawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggungjawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama.
• TanggungJawab Terhadap Keluarga
Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab kepada keluarganya. Tanggungjawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggungjawab ini juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
• TanggungJawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggungjawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.


PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
• Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih , kasih sayang, hormat,atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan. Hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.
• Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau qurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.

Manusia dan Pandangan Hidup

Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya

Pandangan hidup ada 3 macam:
1. Pandangan hidup yang berupa Ideologi, yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
2. Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
3. Pandangan hidup hasil renungan, yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya


Pandangan hidup mempunyai 4 unsur-unsur, yaitu:
1. Cita-cita apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan.
2. Kebajikan segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai dan tenteram.
3. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan.
4. Keyakinan atau kepercayaan, merupakan hal terpenting dalam hidup manusia.


LANGKAH LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
1. Mengenal, merupakan suatu kodrat bagi manusia dan tahap hidup pertama dari setiap individu. Sebagai seorang muslim kita mengenal pandangan hidup yaitu alquran dan hadist serta ijamak Ulama yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
2. Mengerti, mengerti disini dimaksudkan pada mengerti tentang pandangan hidup.
3. Menghayati, menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam pandangan hidup yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup.
4. Meyakini, merupakan suatu hal yang cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai tujuan hidupnya.
5. Mengabdi, merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya sendiri lebih dari orang lain.
6. Mengamankan, merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.


CITA-CITA
Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan, yang selalu ada dalam pikiran. Cita-cita merupakan pandangan masa depan dan pandangan hidup dimasa yang akan datang
3 faktor yang menentukan seseorang dapat atau tidak mencapai cita-citanya:
• Manusianya yang memiliki cita-cita
• Kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan
• Seberapa tinggi cita-cita yang hendak dicapai.

KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan adalah suatu perbuatan yang mendatangkan kesenangan bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.
Untuk dapat melihat kebajikan kita harus melihat dari 3 segi, yaitu manusia sebagai mahluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat dan manusia sebagai makhluk Tuhan.
Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan

Kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan Tuhan. Kebajikan berarti: berkata sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak meransang bagi yang melihatnya

USAHA DAN PERJUANGAN
Usaha dan perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita

KEYAKINAN ATAU KEPERCAYAAN
Keyakinan atau kepercayaan berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat, yaitu:
1. Aliran Naturalisme, aliran ini berintikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak. Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dari nature dan itulah ciptaan Tuhan. Bagi yang percaya adanyaTuhan, itulah kekuasaan tertinggi.Manusia adalah ciptaan Tuhan karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran ajaran Tuhan yaitu agama. Ajaran agama ada 2 macam,yaitu:
• Ajaran agama yang dogmatis, yang disampaikan Tuhan melalui ajaran para nabi.
• Ajaran agama dari pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusia sifatnya relatif.
2. Aliran Intelektualisme, besar aliran ini adalah logika atau akal. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima oleh akal.
3. Aliran gabungan, dasar aliran ini adalah perbuatan yang gaib dan akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul 2 kemungkinan pandangan hidup yaitu : pandangan hidup sosialisme dan sosialisme religius. Pandangan hidup sosialisme mengutamakan logika berfikir dari hati nurani, sedangkan sosialisme religius mengutamakan kedua-duanya.

Kamis, 24 Maret 2011

MANUSIA DAN KEADILAN

PENGERTIAN KEADILAN

Aristoteles: kelayakan dalam tindakan manusia
Plato :keadilan diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang dapat mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
Socrates: memproyeksikan keadilan pada pemerintahan
Kong Hu Chu, keadilan terjadi apabila anak sebagai anak,ayah sebagai ayah, dan raja sebagai raja, masing
masing telah melaksanakkan kewajibannya

KEADILAN SOSIAL
mewujudkan keadilan sosial itu diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk yaitu :
a. perbuatan luhur ynag mencerminkkan sikap dan suasana kekeluargaan
b. sikap adil terhadap sesama
c. sikap suka memmberi pertolongan terhadap yang membutuhkan
d. sikap suka bekerja keras
e. sikap menghargai hasil karya orang lain

Asas terciptanya keadilan sosial dituangkan dalam berbagai langkah melalui 8 jalur pemerataan yaitu :
1. pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok
2. pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
3. pemerataan pembagian pendapatan
4. pemerataan kesempatan kerja
5. pemerataan kesempatan berusaha
6. pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan
7. pemerataan penyebaran pembangunan
8. pemerataan memperoleh keadilan

KEJUJURAN

Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan oleh seseorang sesuai dengan hati nuraninya dan apa yang dikatakan sesuai dengan knyataan yang ada. Jujur juga berarti hati seseorang bersih dari perbuatan yang dilarang oleh agama. Barang siapa berkata jujur serta bertindak sesuai dengan kenyataan,artinya orang itu berbuat benar
kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri sendiri berhadapan dengan hal baik dan buruk. Dalam kehidupan sehari-hari jujur atau tidak jujur merupakan bagian hidup yang tidak dapat dipisahkan.

KEADILAN

Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakkan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orangg menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (The man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral sedang Sunoto menyebutnya keadilan legal.

Keadilan distributive
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan yang tidak sama secara tidak sama (Justice is done when equals are treated equally). Pendapat Aristoteles ini disebut keadilan distributive.

Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang menjadikan ujung ekstrim meenjadikan ketidakadilan dan akan merusak bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat

KECURANGAN

Kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani. Bagi orang yang berbuat curang akan mendatangkan kesenangan bagi dirinya meskipun orang lain menderita.

Ada banyak faktor mengapa banyak orang yang melakukan kecurangan diantaranya :
1. Faktor Ekonomi
2. Faktor Kebudayaan
3. Faktor Peradaban
4. Faktor Teknik

PEMULIHAN NAMA BAIK

Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
a. Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk bermoral
b. Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral.

Ada 3 macam godaan yaitu derajat/pangkat, harta dan wanita.Bila orang tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya maka ia akan terjerumus kejurang kenistaan karena untuk mendapatkan derajat/pangkat, harta dan wanita dipergunakan jalan yang tidak wajar.
Untuk memulihkan nama baik, manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir saja melainkan harus bertingkah laku sopan, ramah dan berbuat darma serta mempunyai sikap rela dan tawakal yang harus selalu dipupuk.

PEMBALASAN

Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebalik pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.

Selasa, 01 Maret 2011

manusia dan penderitaan

PENDERITAAN

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin atau lahir batin.

SIKSAAN

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan
dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani.
Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.
Siksaan yang sifatnya psikis misalnya:

a. Kebimbangan: dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan yang akan diambil.
b. Kesepian: dialami seseorang yang merasa kesepian walaupun berada di lingkungan ramai.
c. Ketakutan: merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.

Sebab seseorang merasa takut:
a. Claustrophobia : takut terhadap ruangan tertutup;
b. Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka;
c. Gamang : takut berada di tempat ketinggian;
d. Kegelapan : takut bila berada di tempat gelap;
e. Kesakitan : takut yang disebabkan rasa sakit;
f. Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan

PENDERITAAN DAN PERJUANGAN

Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup.

PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN

Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya mensejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita.

Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Tetapi tak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA

A) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia :
• Perbuatan semena-mena kepada pembantu rumah tangga;
• Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak;
• Perbuatan buruk para pejabat zaman orde lama;
• Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan : banjir dan tanah longsor, perbuatan lalai : gas beracun.

B) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
• Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan;
• Nabi Ayub mengalami siksaan Tuhan, tetapi dengan sabar menerima cobaan ini;
• Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah.

PENGARUH PENDERITAAN

Sikap yang timbul pada orang yang mengalami penderitaan berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Contoh sikap negatif yaitu penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalkan tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.

Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan. Sikap positif biasanya kreatif dan tidak mudah menyerah.

Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya.

Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.

Gejala-gejala permulaan seseorang mengalami kekalutan mental :
a. Nampak pada jasmani : merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
b. Nampak pada kejiwaan : rasa cemas, ketakutan patah hati, apatis, cemburu, mudah marah

Tahapan-tahapan gangguan kejiwaan adalah :
a. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan Si Penderita baik jasmi maupun rohani;
b. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif;
c. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown).

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
a. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna;
b. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma, berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi;
c. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

Proses-proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya ke arah :
a. Positif : trauma (luka jiwa), survive dalam hidup;
b. Negatif : trauma diperlarutkan atau diperturutkan akhirnya frustasi.

Bentuk frustasi:
1. Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali;
2. Regresi : kembali pada pola reaksi primitif atau kekanak-kanakan;
3. Fiksasi : pembatasan pada satu pola yang sama;
4. Proyeksi : memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain;
5. Identifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasinya;
6. Narsisme : merasa dirinya lebih superior daripada orang lain
7. Autisme : gejala menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri.

Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. Kota-kota besar : yang memberikan tantangan hidup yang berat, sehingga mereka dikejar-kejar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya;
2. Anak-anak muda usia : yang tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau di idam-idamkan, karena tidak berimbangnya kemampuan dan tujuannya;
3. Wanita : pada umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang dipendam ke dalam hati atau perasaannya, tetapi sulit mengeluarkan perasaannya tersebut, mereka memiliki kondisi tubuh yang lemah;
4. Orang yang tidak beragama : tidak memiliki keyakinan, bahwa di atas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi, sehingga sifat pasrah tidak dikenalnya;
5. Orang-orang yang terlalu mengejar materi : seperti pedagang dan pengusaha memiliki sifat ngoyo dalam memperoleh tujuan kegiatannya, mencari untung sebanyak mungkin, mereka adalah kaum materialistis.

manusia dan keindahan

KEINDAHAN

Kata keindahan berasal dari kata indah yang artinya bagus, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Keindahan adalah suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas.

Perbedaan keindahan menurut luasnya pengertian yaitu:

1. Keindahan dalam arti yang luas. Pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan intelektual.
2. Keindahan dalam arti estetis murni, menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas, lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda yang diserapnya dengan penglihatan

NILAI ESTETIK

Nilai estetik adalah nilai suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau suatu golongan.
Nilai digolongkan menjadi:
Nilai ekstrinsik : sifat baik suatu benda sebagai alat untuk sesuatu hal lainnya;
Nilai intrinsik : sifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri

KONTEMPLASI DAN EKSTANSI

Kontemplasi adalah: dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah.
Ekstansi adalah: dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.

Alasan atau motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan :
1. Tata nilai yang telah usang
2. Kemerosotan zaman
3. Penderitaan manusia
4. Keagungan Tuhan

An Essay on Man (1954), Erns Cassirer mengatakan bahwa arti keindahan tidak bisa pernah selesai diperdebatkan. Meskipun kita menggunakan kata-kata penyair romantik John Keats (1795- 1821) sebagai pegangan. Dalam Endymion dia berkata :
A thing of beauty is a joy forever its loveliness increases; it will never pass into nothingness (bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama-lamanya, kemolekannya bertambah, dan tidak pernah berlalu ketiadaan).

RENUNGAN

Renungan berasal dari kata renung artinya diam-diam memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam.

Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori, yaitu :
1. Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini adalah ‘art is an expression of human feeling’.Tokoh: Benedeto Croce, Leo Tolstoi.
2. Teori Metafisik.
Orang yang menggunakan firasat sebagai dasar merenung. Tokohnya : Plato dan Arthur Schopenhauer (1788-1860).
3. Teori Psikologis.
Penciptaan seni didasarkan pada kejiwaan. Suatu teori lain tentang sumber seni adalah teori permainan (dikembangkan oleh Freedrick Schiller 1757- 1805 dan Herbert Spencer 1820 - 1903) dan teori penandaan.

KESERASIAN

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.

Teori Objektif dan Teori Subjektif

The Liang Gie dalam bukunya garis besar estetika menjelaskan bahwa dalam menciptakan seni ada 2 teori yaitu :
1. Teori objektif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualitas) yang memang benar melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Pendukung teori objektif adalah Plato, Hegel dan Bernard Bocanquat.
2. Teori subjektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda. Pendukung teori subjektif adalah Henry Home, Earlof Shaffesbury dan Edmund Burke.

TEORI PERIMBANGAN

Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dahulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka.
Teori perimbangan berlaku dari abad ke-5 SM sampai abad ke-17 Masehi selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka keindahan hanyalah kesan yang subjektif sifatnya.
Para seniman romantik berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak adanya keteraturan, yakni tersusun dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan dan pengungkapan perasaan.

Manusia dan Cinta Kasih

Pengertian cinta kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta cinta adalah rasa sangat suka, sayang, ataupun sangat tertarik hatinya.

Pengertian cinta menurut Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta; Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yangmendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah,lembut, dan kasih sayang.

Cinta menurut Dr. Sarlito W. Sarwono memiliki tiga unsur, yaitu :
1. Keterikatan (Cinta Setia)
2. Keintiman (Cinta Saudara)
3. Kemesraan (Cinta Rayuan)

Cinta memiliki tiga tingkatan: tinggi (Allah dan Rasulnya dan berjihad di jalan Allah), menengah (orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat) dan rendah (keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal).

Cinta tingkat rendah adalah cinta yang paling keji , hina dan merusak rasa kemanusiaan. Karena itu ia adalah cinta rendahan, bentuknya beraneka ragam
misalnya:
1. Cinta kepada thagut (syetan), selain Allah, dalam surat Al Baqarah: orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan Allah;
2. Cinta berdasarkan hawa nafsu;
3. Cinta lebih mengutamakan kecintaan kepada orang tua,

Hikmah cinta sangat besar. Diantara hikmah-hikmah tersebut adalah :
1. Sesungguhnya cinta merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia, karena setiap cinta mengalami berbagai macam rintangan;
2. fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan lingkungan;
3. fenomena cinta merupakan faktor utama di dalam kelanjutan hidup manusia;
4. Fenomena cinta, merupakan pengikat paling kuat dalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat, mengasihisesama mahluk menegakkan

Cinta Menurut Ajaran Agama
1. Cinta Diri (QS. Al Adiyat, 100:8, QS. Fushilat, 41:49).
2. Cinta Kepada Sesama Manusia
3. Cinta Seksual (QS. Ar Rum, 30:21)
4. Cinta Kebapakan (QS. Maryam, 19:4-6, QS. Yusuf 12:84, QS. Hud, 11:45)

Kasih Sayang
Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan:
1. Orang tua bersifat aktif, Si Anak bersifat pasif.Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral, materil dengan sebanyak- banyaknya, dan Si Anak menerima saja.
2. Orang tua bersifat pasif, Si Anak bersifat aktif. Dalam hal ini Si Anak memberikan kasih sayang kepada orang tuanya,sedangkan orang tuanya tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat Si Anak.
3. Orang tua bersifat pasif, Si Anak bersifat pasif.Masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri tanpa saling memperhatikan.


Kemesraan
Kemesraan ialah hubungan yang akrab antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapaT menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapatmenciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.


PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Dalam kehidupan manusia terdapaT berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama masing-masing, kepercayaan, kondisi, dan situasi.

Belas Kasihan
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta :
1. Cinta Agape ialah cinta manusia kepada Tuhan.
2. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu, bapak, saudara dan yang ketiga
3. Cinta Amor ialah antara pria dan wanita.
Disamping itu ada cinta lagi, yaitu terhadap sesama yang merupakaN perpaduan antara cinta Agape dan Philia. Jadi kata “Rahmah” bersimpatI kepada nasib keadaan yang diderita orang lain.Dalam esai on love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat. Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali yang harus kita kasihani.

Kamis, 10 Februari 2011

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTERAAN

A. Pendekatan Kesusasteraan

IBD yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris The Humanities. Istilah berasal dari bahasa Latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari The Humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, berbudaya, dan halus.

Sastra lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga menggunakan bahasa, adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi

B. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa

Istilah prosa banyak padanannya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek.
o Prosa Lama meliputi :
1. Dongeng.
2. Hikayat.
3. Sejarah.
4. Epos.
5. Cerita Pelipur Lara.

o Prosa Baru meliputi :
1. Cerpen.
2. Novel.
3. Biografi.
4. Kisah
5. Otobiografi.

C. Nilai-nilai dalam prosa fiksi


Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa tersebut.
2. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dan warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu.


Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua:

1. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki zamannya. Kebanyakan karya sastra Indonesia di zaman Jepang yang dikelompokkan ke dalam kelompok ini.
2. Karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya, biasanya tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, akan tetapi untuk merenung.

Ilmu Budaya Dasar Dan Puisi


Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
• Figura bahasa seperti gaya personifikasi (penjelmaan), metafora (kiasan), perbandingan, alegori (kiasaan), sehingga puisi menjadi segar dan menarik.
• Kata-kata yang ambiquitas , yaitu kata-kata yang bermakna ganda.
• Kata-kata yang berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup.
• Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.

alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah:

1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia: “pengalaman perwakilan”. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas,. Dengan pengalaman perwakilan itu sastra/puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa memiliki kesadaran (insight-wawasan) yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri tentang masyarakat. Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut “imaginative entry”, yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangkan penyair dalam puisinya.

2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual;Dengan membaca puisi, mahasiswa dapat diajak untuk menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia.


Puisi dan keinsyafan sosial.


Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Secara imajinatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa:

o Penderitaan atas ketidakadilan;
o Perjuangan untuk kekuasaan;
o Konflik dengan sesamanya;
o Pemberontakan kepada hukum Tuhan.

puisi umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih yang terdapat di dalamnya kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan.

Cinta kasih itu kadang-kadang tidak berdiri sendiri, ia sering berpadu dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lain seperti penderitaan (kesepian, kesedihan, keputusasaan dan lain-lain).

Manusia Dan Kebudayaan

Manusia terdiri dari 4 unsur :
1. Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang dan waktu;
2. Hayat : mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak;
3. Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran;
4. Nafs : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.

MANUSIA SEBAGAI SATU KEPRIBADIAN MENGANDUNG 3 UNSUR:

1. ID, yang merupakan kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak; ID merupakan libido murni.
2. EGO, merupakan bagian satu struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari ID; Sebagai kepribadian eksekutif karena peranannya dalam menghubungkan energi ID dalam saluran sosial yang dapat dimengerti orang lain.
3. SUPER EGO, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir; Muncul kira-kira umur 5 tahun; ID dan EGO berkembang secara internal dalam diri individu; SUPER EGO terbentuk dari lingkungan eksternal; SUPER EGO merupakan kesatuan standar-standar moral.

HAKEKAT MANUSIA
1. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh;

2. Makhluk ciptaan Tuhan yan sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya, misalnya:
a Perasaan Intelektual.
b Perasaan Estetis
c Perasaan Etis
d Perasaan Diri
e Perasaan Sosial
f Perasaan Religius

3. Makhluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi;

4. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

PENGERTIAN KEBUDAYAAN
1 E.B. Taylor (1871); Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat;
2 Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi: kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat;
3 Sutan Takdir Alisyahbana; Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.
4 Koentjaraningrat; Kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya;
5 A.L. Krober dan C. Kluckhon; kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas- luasnya.
6 C.A. Van Peursen: kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam;
7 Krober dan Kluckhon: kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok manusia, termasuk perwujudan benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.

UNSUR KEBUDAYAAN

* Melville J. Herkovits :kebudayaan terdiri dari 4 unsur yaitu : alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik;
* Bronislaw Malinowski unsur kebudayaan terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan dan organisasi kekuatan;
* Menurut C. Kluckhon ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu :

1. Sistem religi;
2. Sistem organisasi kemasyarakatan;
3. Sistem pengetahuan;
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi;
5. Sistem teknologi dan peralatan;
6. Bahasa;
7. Kesenian.

WUJUD KEBUDAYAAN

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :

1 Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia;

2 Kompleks aktivitas;

3 Wujud sebagai benda.

menurut C. Kluckhon dalam karyanya variations in value orientation (1961) sistem nilai budaya secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:

1. Hakekat hidup manusia: hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern
2. Hakekat karya manusia: setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, untuk hidup, kedudukan/kehormatan, gerak hidup untuk menambah karya.
3. Hakekat waktu manusia: hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, orientasi masa lampau atau untuk masa kini.
4. Hakekat alam manusia: ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam, ada juga yang harus harmonis dengan alam atau manusia menyerah kepada alam.
5. Hakekat hubungan manusia: mementingkan hubungan antar manusia baik vertikal maupun horizontal (orientasi pada tokoh-tokoh). Ada pula berpandangan individualistis.

PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Terjadinya gerak perubahan kebudayaan ini disebabkan oleh :

1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri misalnya: perubahan jumlah dan komposisi penduduk;
2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.

FAKTOR-FAKTOR DITERIMA ATAU TIDAKNYA SUATU BUDAYA BARU:
• Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut;
• Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama;
• Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru;
• Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut;
• Apabila unsur baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.

KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :

1. Eksternalisasi, proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya;
2. Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia;
3. Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik.

Tinjauan Tentang IBD

Mata kuliah IBD, adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan mengenai :
1. Nilai-nilai kehidupan / norma-norma;

2. Kebudayaan;

3. Berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah mendapatkan mata kuliah IBD
Mahasiswa diharapkan dapat memperlihatkan :
1 Minat dan kebiasaan menyelidiki apa yang terjadi disekitarnya dan diluar lingkungannya.
2 Kesadaran akan pola nilai yang dianutnya serta bagaimana menerapkannya sehari-hari.
3 Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
4 Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasakan sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.

Latar belakang IBD dalam konteks budaya dan masyarakat Indonesia :
1 bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keaneka- ragaman dan tidak bisa lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan dan kedaerahan.
2 Proses pembangunan yang sedang berlangsung menimbulkan perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga mental manusiapun terkena pengaruhnya.
3 Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia.

IBD Sebagai Bagian mata Kuliah Dasar Umum
bertujuan untk menghasilkan warga negara sarjana yang berkualitas sebagai berikut :
1 Berjiwa Pancasila: segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengalaman nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
2 Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
3 Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan baik sosial, ekonomi, politik kebudayaan maupun pertahanan keamanan.
4 Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan masyarakat dan mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya, maupun lingkungan alamiah dan berperan serta di dalam pelestariannya.

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep–konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah–masalah manusia dan kebudayaan.

Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukan Ilmu Pengetahuan dikelompokan dalam tiga kelompok besar :

1. Ilmu–ilmu Alamiah (Natural Science):untuk mengetahui keteraturan yang terdapat di alam semesta. Kajian menggunakan metode ilmiah, dapat 100% benar dan 100% salah. Contoh: Astronomi, Fisika, Kimia, Biologi, Kedokteran dan Menkanika.
2. Ilmu-ilmu Sosial (Social Science): untuk mengkaji keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Kajian menggunakan metode ilmiah, hasilnya tidak mungkin 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Contoh: Ilmu Ekonomi, Sosiologi, Politik, Demografi, Psikologi, Antropolgi Sosial, Sosiologi Hukum, dan sebagainya.
3. Pengetahuan Budaya (The Humanities): untuk memamhami dan mencari arti kenyataan yang bersifat manusiawi. Metode pengungkapan peristiwa dan pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
1 Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka;
2 Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan–persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut;
3 Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing–masing, tidak jatuh kedalam sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat;
4 Menguasai wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.

RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR

Dua Masalah Pokok Ialah :

1 Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya;
2 Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.

Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
1 Manusia dan Cinta Kasih; Manusia dan Keindahan;
2 Manusia dan Penderitaan; Manusia dan Keadilan;
3 Manusia dan Pandangan Hidup; Manusia dan Tanggungjawab;
4 Manusia dan Kegelisahan; Manusia dan Harapan.

Minggu, 26 Desember 2010

PRASANGKA, DISKRIMINASI, DAN ETNOSENTRISME

Perbedaan Prasangka & Diskriminasi

 Sikap negatif terhadap sesuatu, disebut prasangka namun ada juga demikian belum jelas benar ciri-ciri kepribadian mana yang membuat seseorang mudah berprasangka;

 Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu kelompok sosial tertentu;

 Seorang yang mempunyai prasangka rasial, biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkanya.


Sebab-sebab Timbulnya Prasangka

a. Berlatar belakang sejarah;
b. Dilatar belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional;
c. Bersumber dari faktor kepribadian;
d. Berlatar belakang dari perbedaan keyakinan dan agama.


Daya Upaya Untuk Mengurangi
Prasangka & Diskriminasi
A. Perbaikan kondisi sosial ekonomi, pemerataan pembangunan dan usaha peningkatan pendapatan bagi warga negara Indonesia yang masih tergolong di bawah garis kemiskinan;
B. Perluasan kesempatan belajar, adanya usaha-usaha pemerintah dalam perluasan kesempatan belajar bagi seluruh warga negara Indonesia;
C. Sikap terbuka dan sikap lapang harus selalu kita sadari bahwa berbagai tantangan yang datang dari luar ataupun yang datang dari dalam negeri.


Etnosentrisme
 Suku bangsa ras tersebut cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai salah satu yang prima, riil, logis, sesuai kodrat alam dan sebagainya;

 Etnosentrisme nampaknya merupakan gejala sosial yang universal, misalnya: sikap yang demikian biasanya dilakukan secara tidak sadar;

 Akibatnya etnosentrisme penampilan yang etnosentrik, dapat menjadi penyebab utama kesalah pahaman dalam berkomunikasi;

 Etnosentrisme dapat dianggap sebagai sikap dasar Ideologi Chauvinisme pernah dianut orang-orang Jerman pada zaman Nazi Hitler, mereka merasa dirinya superior, lebih unggul dari bangsa-bangsa lain, dan menganggap bangsa-bangsa lain sebagai inferior, lebih rendah, nista dan sebagainya.

Warga Negara dan Negara

Hukum
Adalah peraturan yang memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam bermasyarakatyang dibuat oleh badan resmi dan mengandung sangsi.

Ciridansifathukum:
1. Adanyaperintah / larangan.
2. Perintahtersebutharusdipatuhiolehsetiap orang.

Sumberhukum:

1.material:
dapat ditinjau dari beberapa sudut. Diantaranya: politik, sejarah, ekonomi,dll.
2. formal:
a. undang-undang (statue)
b. kebiasaan (costum)
c. keputusan hakim (yurisprudensi)
d. traktat (treaky)
e. pendapat sarjana hukum.

Tugas pokok Negara:
1. Mengatur dan mengendalikan gejala kekuasaan asocial.
2. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan kearah tercapainya tujuan social.

10 aspek penganalisa:
1. Jangan mengidentifikasi hukum dengan kebenaran keadilan.
2. Tidak dengan sendirinya harus adil dan benar.
3. Hukum tetap mengabdikan diri untuk menjamin kegiatan massa, system dan bentuk pemerintahan.
4. Tidak selamanya hukum disambut dengan tangan terbuka.
5. Dapat didefinisikan sebagai kekuatan atas kekuasaan.
6. Macam-macam hukum terlalu dipukulratakan.
7. Jangan apriori hukum adat lebih baik dari hukum tertulis.
8. Jangan mencampuradukkan substansi hukum.
9. Jangan mencampuradukkan “law in activis” dengan “law in books”
10. Jangan menganggap sama aspek terjang penegak hukum dengan hukum

Negara

Tugas utama Negara:
1.Mengatur dan menertibkan gejala-gejala dalam masyarakat yang betentangan.
2.Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang diarahkan pada tujuan Negara.

Sifat-sifat Negara:
1. Sifat memaksa
2. Sifat monopoli
3. Sifat mencakup semua

Bentuk Negara:
1. Negara kesatuan:
a. Negara kesatuan dengan system sentralisasi.
b. Negara kesatuan dengan system desentralisasi.

2. Negara serikat (Negara federasi)

3. Negara dominion

4. Negara uni
a. Uniriil :beberapa Negara dengan satu perjanjian.
b. Unipersonil :beberapa Negara kebetulan mempunyai kepala Negara yang sama.

Unsur-unsur Negara:
1. Harus ada wilayahnya.
2. Harus ada rakyatnya.
3. Harus ad pemerintahannya.
4. Harus ada tujuannya.
5. Harus ada edaulatannya.

Tujuan Negara:
1. Perluasan kekuasaan
2. Perluasan kekuasaan untuk mencapai tujuan orang lain.
3. Penyelenggaraan ketertiban umum.
4. Penyelenggaraan kesejahteraan umum.

Tujuan Negara republic Indonesia:
1. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
2. Memajukan kesejahteraan umum.
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa.
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Sifat kedaulatan:
1. Permanen: walau badan yang memegang kedaulatan berganti, kedaulatan Negara masih tetap ada.
2. Absolut: di dalam Negara tidak ada kekuasaan lebiht inggi dari kekuasaan Negara.
3. Tidak terbagi-bagi
4. Tidak terbatas.

Sumber kedaulatan:
1. Teori kedaulatan tuhan
2. Teori kedaulatan rakyat
3. Teori kedaulatan Negara
4. Teori kedaulatan hukum

Pengertian hukum menurut purnadi purbacaraka dan soerjono soekanto:
1. Hukum sebagai ilmu pengetahuan.
2. Hukum sebagai disiplin.
3. Hukum sebagai kaidah.
4. Hukum sebagai tata hukum
5. Hukum sebagai petugas
6. Hukum sebagai keputusan penguasa.
7. Hukum sebagai proses pemerintah
8. Hukum sebagai sikap
9. Hukum sebagai jalinan nilai-nilai’

Arti Negara hukum liberal:
1. Adanya perlindungan hak-hak asasi manusia.
2. Pemisahan kekuasaan antara kekuasaan eksekutif, legislative, dan yudikatif.

Arti Negara hukum formal:
1. Perlindungan terhadap hak asasi manusia.
2. Pemisahan kekuasaan
3. Setiap tindakan pemerintah harus didasarkan pada undang-undang.
4. Adanya peradilan administrasi yang berdiri sendiri, untuk aparat pemerintah yang melanggar batas-batas kewenangannya.

Menurut system aglosaxon, dikenal 3 unsur “the rule of law”:
1. Supremasi hukum.
2. Persamaan kedudukan di depan hukum bagi setiap orang.
3. Konstitusi bukan merupakan (satu-satunya) sumber bag ihak-hak asasi manusia.

Pemerintah

Pemerintah dalam arti luas:
1. Segala kegiatan atau usaha yang terorganisir, bersumber pada kedaulatan dan berlandaskan dasar negara.
2. Segala tugas, kewenangan, kewajiban Negara yang harus dilaksanakan menurut dasar-dasar tertentu demi tercapainya tujuan Negara.

Pemerintah dalam arti sempit:
1. Kalau kita mengikuti Montesquieu, maka hanyalah tugas, kewajiban dan kekuasaan Negara di bidang eksekutif.
2. Kalau kita mengikuti vollenhoven, kekuasaan Negara di bidang berstuur

Warga Negara dan Negara
Menurut kansil, orang-orang berada dalam wilayah suatu Negara dapat dibedakan menjadi:
1. Penduduk ialah mereka yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Penduduk dapat dibedakan menjadi:
a. Penduduk warga Negara.
b. Penduduk bukan warga Negara.
2. Bukan penduduk ialah mereka yang berada dalam wilayah suatu Negara.

Asas kewarganegaraan
1. Kriterium kelahiran menurut asas keibubapaan (iussanguinis)
2. Kriterium kelahiran menurut asas tempat kelahiran (ius soli)
Pelaksanaan dua stelsel ini dibedakan dalam:
a. Hak opsi : hak untuk memilih kewarganegaraan (pelaksanaan stelsel aktif)
b. Hak repudiasi : hak untuk menolak kewarganegaraan ( pelaksanaan stelsel pasif)


Naturalisasi / pewarganegaraan
Adalah suatu proses hukum yang menyebabkan seseorang dengan syarat-syarat tertentu mempunyai kewarganegaraan.

Senin, 22 November 2010

Prasangka, Diskriminasi, dan Etnosentrisme

Perbedaan Prasangka & Diskriminasi


 Sikap negatif terhadap sesuatu, disebut prasangka namun ada juga demikian belum jelas benar ciri-ciri kepribadian mana yang membuat seseorang mudah berprasangka;

 Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu kelompok sosial tertentu;

 Seorang yang mempunyai prasangka rasial, biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkanya.


Sebab-sebab Timbulnya Prasangka

a. Berlatar belakang sejarah;
b. Dilatar belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional;
c. Bersumber dari faktor kepribadian;
d. Berlatar belakang dari perbedaan keyakinan dan agama.


Daya Upaya Untuk Mengurangi
Prasangka & Diskriminasi
A. Perbaikan kondisi sosial ekonomi, pemerataan pembangunan dan usaha peningkatan pendapatan bagi warga negara Indonesia yang masih tergolong di bawah garis kemiskinan;
B. Perluasan kesempatan belajar, adanya usaha-usaha pemerintah dalam perluasan kesempatan belajar bagi seluruh warga negara Indonesia;
C. Sikap terbuka dan sikap lapang harus selalu kita sadari bahwa berbagai tantangan yang datang dari luar ataupun yang datang dari dalam negeri.


Etnosentrisme
 Suku bangsa ras tersebut cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai salah satu yang prima, riil, logis, sesuai kodrat alam dan sebagainya;

 Etnosentrisme nampaknya merupakan gejala sosial yang universal, misalnya: sikap yang demikian biasanya dilakukan secara tidak sadar;

 Akibatnya etnosentrisme penampilan yang etnosentrik, dapat menjadi penyebab utama kesalah pahaman dalam berkomunikasi;

 Etnosentrisme dapat dianggap sebagai sikap dasar Ideologi Chauvinisme pernah dianut orang-orang Jerman pada zaman Nazi Hitler, mereka merasa dirinya superior, lebih unggul dari bangsa-bangsa lain, dan menganggap bangsa-bangsa lain sebagai inferior, lebih rendah, nista dan sebagainya.

Agama dan Masyarakat

AGAMA DAN MASYARAKAT

1. Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur para Nabi dalam mengubah kehidupan.
2. Pada usulannya agama yang diyakini merupakan sumber motivasi tindakan individu dalam hubungan sosial
3. Ada dua kehidupan sosial menyangkut hal yang sudah tentu memiliki hubungan yang erat :

a. Pengaruh dari cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan individu dari kelas sosial dan group sosial;

b. Perseorangan, kolektivitas dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur asing agama diwarnainya.

4. Yang mempunyai seperangkat arti mencakup perilaku sebagai pegangan individu (way of life) dengan kepercayaan dan taat kepada agamanya.
5. Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup, menekankan pada hal-hal yang normatif atau menunjukkan kepada hal-hal yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan

FUNGSI AGAMA


1. Dalam pengertian lembaga sosial yang demikian, maka agama merupakan salah satu bentuk perilaku manusia yang telah terlembaga;
2. Fungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspek penting yaitu: kebudayaan, sistem sosial dan kepribadian;
3. Teori fungsional dalam melihat kebudayaan, pengertiannya adalah bahwa kebudayaan adalah wujud suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma dan peraturan.
4. Mempertahankan keseimbangan pribadi, fungsi kepribadian dalam hal ini merupakan suatu dorongan kebutuhan yang kompleks dan kecenderungan bertindak;
5. Aksioma teori fungsional agama adalah segala suatu yang tidak berfungsi akan lenyap dengan sendirinya, karena agama sejak dulu sampai saat ini masalah fungsionalisme agama dapat dianalisa lebih mudah pada komitmen agama menurut Roland Robetson (1984), diklasifikasikan berupa: keyakinan, praktek, pengalaman, pengetahuan dan konsekuensi.
6. Masyarakat industri bercirikan dinamika dan semakin berpengaruh terhadap semua aspek kehidupan, sebagian besar penyesuaian terhadap alam pisik;
7. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai konsekuensi penting bagi agama, salah satu akibatnya adalah anggota masyarakat;
8. Pada umumnya kecenderungan sekulerisasi mempersempit ruang gerak kepercayaan dan pengalaman keagamaan yang terbatas;
9. Agama yang menerima nilai-nilai institusional baru, melainkan agama yang bersifat aliran-aliran.

PELEMBAGAAN AGAMA

1. Agama begitu universal, permanen (langgeng) dan mengatur dalam kehidupan, sehingga bila memahami agama akan sukar memahami masyarakat;
2. Menurut perkataan (Elizabeth K. Notinghan, 1954), yaitu :
a. Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sakral;
b. Masyarakat-masyarakat praindustri yang sedang berkembang;
3. NU, semula organisasi ini tidak mempunyai anggaran dasar (Tahun 1926), baru setelah Tahun 1927 organisasi ini dirumuskan;
4. Dari contoh sosial lembaga keagamaan berkembang pola ibadah, pola ide-ide, ketentuan (keyakinan) dan tampil sebagai bentuk asosiasinya atau organisasinya

Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan

ILMU PENGETAHUAN

PENGERTIAN

1. Menurut Decartes ilmu pengetahuan merupakan serba budi;
2. Oleh Bacon dan David Home diartikan sebagai pengalaman indera dan batin;
3. Menurut Immanuel Kant pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman;
4. Dan teori Phyroo mengatakan, bahwa tidak ada kepastian dalam pengetahuan.

Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan, kegiatan akal-budi, pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.

Langkah-langkah memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan, dimulai dengan :

1. Pengamatan yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berpikir analisis, sintesis, induktif dan deduktif;
2. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.


Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah meliputi 4 (empat) hal :

1. Tidak ada perasaan bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif;
2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan tehadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada;
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu;
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka dibuktikan kembali.

Penelitian dasar bertujuan utama menambah pengetahuan ilmiah, sedangkan penelitian terapan adalah untuk menerapkan secara praktis pengetahuan ilmiah.


TEKNOLOGI

Dunia moderen yang dibentuk oleh teknologi menghadapi 3 (tiga) krisis sekaligus :

1. Sifat kemanusian berontak terhadap pola-pola politik, organisasi dan teknologi yang tidak berperikemanusiaan yang terasa menyesakkan napas dan melemahkan badan.
2. Lingkungan hidup menderita menunjukkan tanda-tanda setengah binasa;
3. Penggunaan sumber daya yang tidak dapat dipulihkan, seperti bahan bakar, fosil, sedemikian rupa sehingga akan terjadi kekurangan sumber daya tersebut

menurut Sastrapratedja (1980) teknologi memiliki cirri-ciri sebagai berikut:

• Rasionalitas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional;
• Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah;
• Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. Demikian pula dengan teknik mampu mengelimkinasikan kegiatan non-teknis menjadi kegiatan teknis;
• Teknis berkembang pada suatu kebudayaan;
• Monisme, artinya semua teknis bersatu, saling berintekasi dan saling bergantung;
• Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan;
• Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.

Luasnya bidang teknik, digambarkan Jacques Ellul (The Technological Society – 1964), sebagai berikut :

1. Teknik meliputi bidang ekonomi;
2. Tenik meliputi bidang organisasi;
3. Teknik, meliputi bidang manusia

Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh teknik. Gambaran kondisi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Situasi tertekan;
2. Perubahan ruang dan lingkungan manusia;
3. Perubahan waktu dan gerak manusia;
4. Terbentuknya suatu masyarakat massa;
5. Teknik-teknik manusia dalam arti ketat.

Ciri-ciri Teknologi Barat

1. Serba intensif dalam segala hal, seperti modal, organisasi, tenaga kerja, dll.
2. Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat ketergantungan;
3. Kosmologi atau pandangan teknologi barat menganggap dirinya sebagai pusat feriferi, waktu berkaitan dengan kemajuan secara linier.

ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN NILAI
Menyangkut 2 pemikiran:

• Yang menyatakan ilmu bebas nilai dan;
• Yang menyatakan ilmu tidak bebas nilai.


KEMISKINAN

PENGERTIAN

Kemiskinan adalah kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain. (Emil Salim – 1982).


Garis kemiskinan, yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh 3 (tiga) hal, yaitu :

(1) Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan;
(2) Posisi manusia dalam lingkungan sekitar, dan;
(3) Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi.


Dasar ukuran yang hidup di bawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri, sebagai berikut :

a. Tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, keterampilan dan sebagainya;
b. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha;
c. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat sekolah dasar, karena harus membantu orang tua mencari tambahan penghasilan;
d. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas (self employed) berusaha apa saja;
e. Banyak yang hidup di kota berusia muda dan tidak mempunyai keterampilan.



Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikategorikan kedalam 3 (tiga) unsur, yaitu :

1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang;
2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam, dan;
3. Kemiskinan buatan (buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan struktural : struktur ekonomi, politik, sosial, maupun kultur).

Kamis, 11 November 2010

MASYARAKAT PERKOTAAN, ASPEK –ASPEK POSITIF DAN NEGATIF

PENGERTIAN MASYARAKAT
1. R. Linton : kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya dalam satu kesatuan dengan batas-batas tertentu.
2. M. J. Herkovits : kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
3. J. L. Gillin dan J. P. Gillin :kelompok manusia yang besar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.
4. S. R. Steinmetz :kelompok manusia yang terbesar, meliputi pengelompokan yang lebih kecil, mempunyai hubungan yang erat dan teratur.
5. Hasan Shadily : golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, yang dengan pengaruh bertalian secara bergolongan.

Syarat-syarat sebagai masyarakat:

1. harus ada kumpulan manusia, dan harus banyak, bukan kumpulan binatang.
2. telah bertempat tinggal di waktu yang lama dan dalam waktu tertentu.
3. adanya aturan atau undang-undang yang mengatur merekauntuk menuju pada kepentingan bersama.

Dipandang dari cara terbentuknya, masyarakat terbagi dalam :

1. masyarakat paksaan : negara, masyarakat tawanan, dll.
2. masyarakat merdeka :
a. masyarakat nature : masyarakat yang terbentuk dengan sendirinya. Contoh : gerombolan, suku, keturunan.
b. Masyarakat kultur : masyarakat yang terbentuk karena kepentingan duniawi. Contoh : koperasi, gereja, kongsi perekonomian, dsb.

Ada 2 tipe manusia:
1. Masyarakat kecil yang belum begitu kompleks, yang belum mengenal pembagian kerja, belum mengenal struktur dan aspek-aspeknya.
2. Masyarakat yang sudah kompleks, yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam bidang, karena ilmu pengetahuan modern sudah maju.

Masyarakat kota
Cirri-ciri masyarakat kota :
• Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
• Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain, keluarganya sukar untuk disatukan, sebab perbedaan perbandingan kepentingan, paham politik, agama.
• Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
• Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
• Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan dari faktor pribadi.
• Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota.
• Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota.

PERBEDAAN DESA DAN KOTA

Ciri-ciri yang dapat digunakan sebagai petunjuk untuk membedakan desa dan kota:
1. Jumlah dan kepadatan penduduk.
2. Lingkungan hidup.
3. Mata pencaharian.
4. Corak kehidupan sosial.
5. Stratifikasi sosial.
6. Mobilitas sosial.
7. Pola interaksi sosial.
8. Solidaritas sosial.
9. Kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional.

Mata pencaharian adalah perbedaan paling menonjol antara desa dan kota. Karena :

• Kegiatan penduduk desa berada di sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris.
• Kota merupakan pusat kegiatan sektor ekonomi sekunder yng meliputi bidang industri, disamping sektor ekonomi tertier yaitu bidang pelayanan jasa.
• Jadi kegiatan di desa adalah mengolah bahan-bahan mentah, baik bahan-bahan kebutuhan pangan, sandang maupun lain-lain bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia. Sedangkan kota mengolah bahan-bahan yang berasal dari desa menjadi bahan-bahan setengah jadi atau mengolahnya sehingga berwujud bahan jadi yang dapat segera di konsumsi.
• Di desa jumlah ataupun jenis barang yang tersedia di pasaran sangat terbatas. Di kota tersedia berbagai macam barang yang jumlahnya pun melimpah.
• Bidang produksi dan jalur distribusi di perkotaan lebih kompleks bila dibandingkan dengan yang terdapat di perdesaan. Dan corak kehidupan di desa dapat dikatakan masih homogen.


Hubungan desa dengan kota:
a. Masyarakat perdesaan bukanlah dua komunitas yang terpisah.
b. Terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan.
c. Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya
akan bahan-bahan pangan.
d. Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan
tertentu di kota, misalnya : buruh bangunan atau perbaikan
jalan raya / jembatan dan tukang becak.
e. Para pekerja dari pedesaan adalah pekerja-pekerja musiman.
f. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang juga diperlukan
oleh orang desa.
g. Kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang
bidang jasa yang dibutuhkan oleh orang desa.
h. Peningkatan hasil pertanian hanya dapat diusahakan melalui
intensifikasi budi-daya bidang ini.
i. Dalam keadaan semacam ini, kota terpaksa memenuhi
kebutuhan pangannya dari luar negeri.
j. Peningkatan jumlah penduduk tanpa diimbangi dengan
perluasan kesempatan kerja, akan berakibat kepadatan.
k. Mereka kelompok para penganggur di desa.

Kota mengandung 5 unsur:
1. wisma
2. karya
3. marga
4. suka
5. penyempurnaan

Seiring berkembangnya sebuah kota, maka tugas aparatur Negara harus ditingkatkan:
1. Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota.
Untuk itu, maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya.
2. Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus di kerjakan dengan
cepat dan tepat, agar tidak disusul dengan masalah yang lainnya.
3. Masalah keamanan kota harus dapat di tangani dengan baik sebab kalau tidak, maka kegelisahan
penduduk akan menimbulkan masalah baru.
4. Dalam rangka pemekaran kota, harus di tingkatkan kerja sama yang baik antara pemimpin kota
dengan para pemimipin di daerah.

Penanganan masalah kota:
1. Menekan angka kelahiran.
2. Mengalihkan pusat pembangunan pabrik (industri) ke pinggiran kota.
3. Membendung urbanisasi.
4. Mendirikan kota satelit dimana pembukaan usaha relatif rendah.
5. Meningkatkan fungsi dan peranan kota-kota kecil atau desa-desa yang telah ada di sekitar kota besar.
6. Transmigrasi bagi warga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan.

kota mempunyai fungsi eksternal, yakni seberapa jauh fungsi dan peran kota tersebut dalam kerangka wilayah dan daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik dalam skala regional maupun nasional. Dengan pengertian ini diharapkan bahwa suatu pengembangan kota tidak mengarah pada satu organ tersendiri yang terpisah dengan daerah sekitarnya karena keduanya saling pengaruh mempengaruhi.

MASYARAKAT PEDESAAN

PENGERTIAN PEDESAAN
• Menurut Sutardjo Kartohadikusuma, desa adalah suatu kesatuan hukum dimana
bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri.

• Menurut Bintarto desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang terdapat suatu daerah dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.
• Menurut Paul H. Landis : desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.

CIRI-CIRI MASYARAKAT PEDESAAN
a. Didalam masyarakat perdesaan diantara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat perdesaan lainnya diluar batas-batas wilayahnya.
b. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
c. Sebagian besar warga masyarakat perdesaan hidup dari pertanian.
d. Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencarian, agama, adat-istiadat.

Dua macam gotong-royong:
1. Kerja bersama untuk pekerjaan yang timbulnya dari inisiatif warga masyarakat itu sendiri.
2. Kerjasama untuk pekerjaan yang inisiatifnya tidak timbul dari masyarakat itu sendiri berasal dari luar.


Gejala-gejala social yang ada di pedesaan:
1. konflik / pertengkaran
2. kontroversi/pertentangan
3. kompetisi/persaingan
4. kegiatan pada masyarakat pedesaan

Menurut Mubiyarto petani Indonesia mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

a. Petani itu tidak kolot, tidak bodoh atau tidak malas. Mereka sudah bekerja keras sebisanya agar tidak mati kelaparan.
b. Sifat hidup penduduk desa atau para petani kecil dengan rata-rata luas sawah kurang lebih 0,5 ha yang serba kekurangan adalah nrimo (menyerah pada takdir) karena merasa tidak berdaya.

Factor geografis juga mempengaruhi gotong-royong. Yaitu:
1. Faktor Topografi
2. Faktor Iklim
3. Faktor Bencana

Jadi persamaan nasib dan pengalaman menimbulkan hubungan sosial
yang akrab.

SISTEM NILAI BUDAYA PETANI INDONESIA

SISTEM NILAI BUDAYA PETANI INDONESIA
a. Para petani di Indonesia terutama di Jawa pada dasarnya menganggap
bahwa hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa,
kesengsaraan.
b. Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadang-
kadang untuk mencapai kedudukannya.
c. Mereka berorientasi pada masa kini, kurang memperdulikan masa depan,
mereka kurang mampu untuk itu. Bahkan kadang-kadang ia rindu masa
lampau, mengenang kekayaan masa lampau.
d. Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau
bencana lain itu hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima,
kurang adanya agar peristiwa-peristiwa macam itu tidak berulang
kembali.
e. Dan untuk menghadapi alam mereka cukup dengan hidup bergotong
royong, mereka sadar bahwa dalam hidup itu pada hakikatnya
tergantung pada sesama.

Menurut Sutarjo Kartohadikusumo : desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.

UNSUR-UNSUR DESA
• Daerah dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak beserta penggunaanya, termasuk juga unsur lokasi, luas atau batas yang merupakan lingkungan geografis setempat.
• Penduduk adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
• Corak kehidupan di desa didasarkan pada ikatan kekeluargaan yang erat.
• Masyaakat merupakan sesuatu gemeinschaft yang memiliki unsur
gotong royong yang kuat.

FUNGSI DESA:
(1) Fungsi desa dalam hubungannya dengan kota.
(2) Sebagai lumbung bahan mentah atau tenaga kerja yang tidak kecil
artinya.
(3) Dan segi kegiatan, kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa
manufaktur, desa industri, desa nelayan.

Menurut Sutopo Yuwono : salah satu peranan desa terletak di bidang ekonomi, keberhasilan dalam menggali atau mengembangkan potensi daerah perdesaan yang bermacam-macam itu akan memperkuat ketahanan secara nasional. Dalam keputusan itu dikatakan bahwa desa secara keseluruhan merupakan ketahanan nasional dan perlu memiliki sesuatu lembaga desa sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam rangka pembangunan desa menyeluruh atau terpadu.

URBANISASI DAN URBANISME

Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.


Sebab-sebab terjadinya urbanisasi:
(1) Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerintahan atau menjadi Ibukota.
(2) Tempat tersebut letaknya sangat strategis sekali untuk usaha usaha perdagangan / perniagaan, seperti sebuah kota pelabuhan atau sebuah kota yang letaknya dekat pada sumber-sumber bahan mentah.
(3) Timbulnya industri di daerah itu, yang memproduksikan barang-barang maupun jasa-jasa.


Menurut Koentjaraningrat, suatu masyarakat desa menjadi suatu persekutuan hidup dan kesatuan sosial didasarkan atas dua macam prinsip :

(1) Prinsip hubungan kekerabatan (geneologis).
(2) Prinsip hubungan tinggal dekat / teritorial.

Prinsip ini tidak lengkap apabila yang mengikat adanya aktivitas
tidak diikut sertakan, yaitu :

(a) Tujuan khusus yang ditentukan oleh faktor ekologis.
(b) Prinsip yang datang dari ”atas” oleh aturan dan undang-undang.


PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN

1. LINGKUNGAN UMUM DAN ORIENTASI TERHADAP ALAM
Masyarakat perdesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnya di daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya ”bebas” dari realitas alam.


2. PEKERJAAN ATAU MATA PENCAHARIAN
Pada umumnya mata pencaharian di daerah perdesaan adalah bertani
tapi tak sedikit juga yang bermata pencaharian berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.

3. UKURAN KOMUNITAS
Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan. Dalam mata pencaharian di bidang pertanian, perimbangan tanah dengan manusia cukup tinggi bila dibandingkan dengan industri dan akibatnya daerah perdesaan mempunyai penduduk yang rendah.


4. KEPADATAN PENDUDUK
Penduduk desa kepadatannya lebih rendah bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk kota kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu sendiri.

5. HOMOGENITAS DAN HETEROGENITAS
Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan,adat-istiadat, dan perilaku nampak pada masyarakat pedesaan bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang dengan macam-macam perilaku, dan juga bahasa, penduduk dikota lebih heterogen.


6. DIFERENSIASI SOSIAL
Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yang tinggi di dalam diferensiasi sosial.

7. PELAPISAN SOSIAL
Kelas sosial didalam masyarakat sering nampak dalam bentuk ”piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yang tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas menengah ada di antara ke dua tingkat kelas eksterm dari masyarakat.

8. MOBILITAS SOSIAL
Mobilitas berkaitan dengan perpindahan yang disebabkan oleh pendidikan
kota yang heterogen, terkonsentrasinya kelembagaan-kelembagaan.
Dan segi-segi penting dari mobilitas yaitu :
a. Banyak penduduk yang pindah kamar atau rumah;
b. Waktu yang tersedia bagi penduduk kota untuk bepergian per satuan;
c. Bepergian setiap hari di dalam atau di luar;
d. Waktu luang di kota lebih sedikit dibandingkan di daerah perdesaan.


9. INTERAKSI SOSIAL
Perbedaan interaksi sosial di daerah perdesaan dan perkotaan :
o Masyarakat perdesaan lebih sedikit jumlahnya;
o Dalam kontak sosial berbeda secara kuantitatif maupun secara kualitatif.

10. PENGAWASAN SOSIAL
Di kota pengawasan sosial lebih bersifat formal, pribadi dan peraturan
lebih menyangkut masalah pelanggaran.


11. POLA KEPEMIMPINAN.
Menentukan kepemimpinan di daerah perdesaan cenderung banyak
ditentukan oleh kualitas pribadi dari individu dibandingkan dengan kota.

12. STANDAR KEHIDUPAN.
Di kota dengan konsentrasi dan jumlah penduduk yang padat, tersedia
dan ada kesanggupan dalam menyediakan kebutuhan tersebut, sedang
di desa terkadang tidak demikian.


13. KESETIAKAWANAN SOSIAL.
Kesetiakawanan sosial atau keterpaduan dan kesatuan pada masyarakat
perdesaan dan masyarakat perkotaan banyak ditentukan oleh masing-
masing faktor yang berbeda.


14. NILAI DAN SISTEM NILAI.
Nilai dan sistem nilai di desa dengan di kota berbeda dan dapat
diamati dalam kebiasaan, cara dan norma yang berlaku.

Kamis, 04 November 2010

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

Pelapisan social

Pengertian
Menurut A.Sorokin adalah perbedaan penduduk ke dalam kelas-kelas bersusun secara bertingkat

Pelapisan social cirri tetap kelompok social.
1. Berdasarkan jenis kelamin dan umur.
2. Kelompok-kelompok suku.
3. Pemimpin yang berpengaruh.
4. Orang-orang yang dikucilkan.
5. Pembagian kerja.
6. Perbedaan struktur ekonomi.

Terjadinya pelapisan social
1. Terjadi dengan sendiriya.
2. Terjadi dengan disengaja.

Pembedaan system pelapisan menurut sifatnya
1. Sifat pelapisan masyarakat yang tertutup. Contoh: masyarakat Hindu.
2. Sifat pelapisan masyarakat terbuka.

Beberapa teori tentang pelapisan social
1. Aristoteles: orang kaya, menengah, melarat.
2. Vilfredo Pareto : elite dan non elite.
3. Karl Max : kelas yang mempunyai tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak punya.

Kesamaan derajat

Persamaan hak
Tercantum dalam universal declaration of human right.

Persamaan derajat di Indonesia.
Terdapat pada UUD 45 pasal 27, 39, dan 31.

Ukuran penggolongan masyarakat:
1. Ukuran kekayaan.
2. Ukuran kekuasaan.
3. Ukuran kehormatan.
4. Ukuran ilmu pengetahuan.

Elite dan massa

Elite adalah sekelompok orang yang terkemuka di bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.

Fungsi elite dalam memegang strategi.
Pembedaan elite pemegang strategi secara garis besar:
1. Elite politik
2. Elite ekonomi, militer, diplomatic, dan cendikiawan.
3. Elite agama, filsuf, pendidik, dan pemuka agama.

Massa adalah suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spontan yang dalam beberapa hal menyerupai crowd.

Hal-hal penting dalam massa:
1. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat.
2. Massa adalah kelompok yang anonym.
3. Sedikit interaksi dalam anggota.
4. Very loosely organized.

Peranan individu dalam massa penting sekali.
Masyarakat dan massa.
Massa adalah gambaran kosong dari masyarakat.

Hakekat dan perilaku massa.
1. Bentuk perilaku massa terletak pada garis aktivitas individual.
2. Bukan pada tindakan bersama.

Peranan elite terhadap massa:
1. Pencerminan kehendak masyarakatnya.
2. Memajukan kehidupan masyarakatnya.
3. Peranan moral dan solidaritas kemanusiaan.
4. Memenuhi kebutuhan pemuasan hedonic.

Pembagian pendapatan

Komponen pendapatan
• Rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen.

Perhitungan pendapatan
• Sewa tanah
Bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik tanah karena telah menyewakan tanahnya.
• Upah
Bagian dari pendapatan nasional yang diterima buruh karena menyumbangkan tenaganya dalam proses produksi.
• Bunga local
Bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik modal karena telah meminjamkan modalnya dalam proses produksi.
• Laba pengusaha.
Balas jasa yang berupa keuntungan, karena telah mengorganisasikan factor-fakrot produksi dalam proses produksi.

Distribusi pendapatan
• Aliran liberal
• Aliran pemerintah

PEMUDA DAN SOSIALISASI

Internalisasi belajar dan spesialisasi

Remaja
1. masa transisi secara psikologis dan sangat problematic, serta tanpa dibatasi norma dan hukum.
2. kelompok yang mudah dipengaruhi media massa karena masih labil.
3. individu yang punya penilaian terhadap norma, etika dan agama.

Anomi remaja
1.Enoch markum: muncul akibat keanekaragaman dan kekaburan norma.
2. masyarakat diharapkan mampu memberi jawaban dan berada dalam keadaan transisi.
3. dalam keadaan bingung membuat mereka mencari pegangan norma yang berkesempatan untuk menyimpang

Orientasi mendua
1. dr.male : orientasi yang bertumpu pada harapan orang tua, masyarakat dan bertentangan dengan keterikatan dan loyalitas terhadap teman sebaya.
2. mereka melahap semua informasi tanpa menyeleksi.
3. dalam keadaan bimbang menyebabkan mereka ingin bunuh diri.

Peran media massa
1. memenuhi keinginan dan menyatakan identitas diri.
2. membuktikan bahwa mereka bias lepas dari orang tua.
3. memenuhi kebutuha untuk memperoleh aksebilitas di tengah sesama remaja.

Pemuda dan identitas
1. suatu generasi yang terbebani bermacam-macam harapan.
2. mempunyai masalah yang bervariasi.
3. terdapat proses sosialisasi generasi muda.
4. mempunyai banyak potensi positif yang dapat dikembangkan.

Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda.
Berdasarkan:
1. landasan Idiil = pancasila
2. landasan konstitusional = UUD 1945
3. landasan strategis = Garis Besar Haluan Negara.
4. landasan histories = sumpah pemuda 1968 dan proklamasi kemerdekaan.
5. landasan normative = etika, tata nilai, dan tradisi leluhur.

masalah potensi generasi muda
1. menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme.
2. kurang pastinya masa depan yang akan dihadapi.
3. belum seimbangnya generasi muda dengan jumlah fasilitas pendidikan.
4. kurangnaya lapangan pekerjaan.
5. kurangnya gizi
6. banyaknya pernikahan dibawah umur.
7. pergaulan bebas
8. meningkatnya kenakalan remaja.
9. belum adanya peraturan tentang generasi muda.

Potensi generasi muda.
1. idealisme dan kaya kritis.
2. dinamika dan kreatifitas.
3. keberanian mengambil resiko.
4. optimis dan kegairahan semangat.
5. sikap kemandirian dan disiplin murni.
6. terdidik.
7. keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan.
8. patriotisme dan nasionalisme.
9. sikap kesatria.

Proses sosialisasi
1. proses yang membantu individu melalui belajar dan penyesuaian diri.
2. prosesnya berawal dari keluarga.
3. akan tercipta cara berfikir dan kebiasaan sosialisasi.
4. lembaganya adalah keluarga, sekolah, dan kelompok sebaya

Tujuan sosialisasi.
1. agar individu tersebut dapat diberi ilmu pengetahuan.
2. agar dapat berkomunikasi secara efektif dalam mengembangkan diri.
3. mengendalikan fungsi-fungsi organic.
4. dapat bertingkah laku selaras dengan masyarakat

Mengembangkan potensi generasi muda
1. mengadakan proyek yang melibatkan pemuda (mahasiswa). Yang diadakan oleh M.I.T Univ. Oregon, Univ. Carnegie Mellon.
2. lomba karya ilmiah. Seperti olimpiade fisika, dll.

perguruan dan pendidikan
pentingnya mengenyam bangku pendidikan tinggi.
1. sebagai pemuda harus memiliki pengetahuan yang luas tenteng masyarakatnya.
2. pemuda mendapat proses sosialisasi terpanjang.
3. pemuda dari berbagai etnis dan suku bangsa akan menyatu dalam bentuk akulturasi budaya.
4. pemuda akan mempunyai pandangan yang lebih luas dan keterampilan berorganisasi.

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Makna Individu

• Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat dipisahkan jiwa raganya.
• Kenyataan yang kita dapati di kehidupan sehari-hari berjalan sesuai dengan ciri khasnya.
• Untuk menjadi individu yang mandiri kita harus melalui proses pergaulan di masyarakat agar tecapai kebutuhan lahiriah dan bathiniah.
• Sigmund Freud : super ego manusia sudah terbentuk pada saat usia 5-6 tahun.

Makna Keluarga

Keluarga merupakan kelompok utama yang penting di masyarakat.
5 sifat penting dalam keluarga:
• Hubungan suami-isteri
• Bentuk pernikahan dimana suami-isteri itu diadakan dan dipelihara
• Susunan nama keturunan suku bangsa tertentu. Patrilineal (keturunan garis laki-laki). Matrilineal (keturunan garis perempuan.
• Milik atau benda keluarga
• Pada umumnya keluarga merupakan tempat berkumpul.

Makna Masyarakat

• Harus ada sekumpulan manusia dan harus banyak.
• Bertempat tinggal dalam suatu tempat dan dalam waktu lama.
• Adanya aturan dan undang-undang yang mengetur untuk mencapai kepentingan dan tujuan bersama.

Faktor yang menyebebkan manusia hidup bersama:

• Untuk mencari makan
• Untuk mempertahaknan diri.
• Dorongan untuk melangsungkan jenis.

Unsur-Unsur Desa
• Daerah
• Jumlah penduduk di daerah tersebut.
• Tata kehidupan.

Fungsi Desa
• Hinterland (daerah dukung sumber bahan makanan pokok).
• Lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man material).
• Desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan, dll

Cirri-Ciri Masyarakat Pedesaan
• Homogenitas social
• Hubungan primer
• kontrol sosial yang ketat
• gotong royong
• ikatan social
• magis religius
• pola kehidupan

Urbanisasi
Urbanisasi adalah berpindahnya penduduk dari desa ke kota.

Sebab-Sebab Terjadinya Urbanisasi
• Tergiur datang ke daerah yang menjadi pusat pemerintahan
• Tempat yang strategis untuk dijadikan lahan usaha.
• Timbulnya industri di daerah tersebut yang memproduksi barang atau jasa.