Pertama kalinya nih nulis di bulan Ramadhan. biasanya kalo gak bulan puasa kayak gini gue nulis sambil ngemil atau nyiapin minum, maklum walaupun cuma menuangkan isi kepala kedalam sebuah tulisan rasanya agak sulit juga memilih kata-kata dan jalan tulisan biar "lumayan" enak dibaca, apalagi gue yang masih belajar menulis. hehehe
Oke cukup basa basinya, kali ini gue mau cerita kenekatan gue berpetualang ke Cimory Riverside cisarua naik angkot. yup, ANGKOT!! berawal dari gagalnya perjalanan gue ke Purwokerto gara-gara kehabisan tiket(hiks), tiba-tiba muncul bisikan gaib untuk melakukan perjalanan ke Cimory.
aksi nekat kali ini gue gak sendiri, ditemani sahabat gue (sebenernya sih gue yang ngajak :p) namanya Gezy. Kita Janjian hari sabtu pagi ketemuan di Stasiun klender jam 9, karena rumah gue di Bekasi dan kost Gezy di Rawamangun jadi rasanya ketemu di Klender udah paling deket. gue berangkat dari rumah jam 08.30. cuma 20 menit sampai di stasiun klender, padahal kalau naik angkot bisa sampai 1 jam.
Jam 09.15 kami berangkat dari stasiun klender menuju stasiun Bogor. cuma butuh waktu 1 jam kita sudah sampai stasiun Bogor. ada kejadian lucu dan agak bikin deg-degan waktu kami transit di Stasiun Manggarai untuk ganti kereta, saking terburu-burunya mengejar waktu tas Gezy nyangkut di pintu kereta. beberapa bapak-bapak membantu supaya tasnya gak nyangkut lagi. untungnya pintu kereta kebuka lagi dan tasnya gezy selamat. gak kebayang aja sih kalo misalkan sensor pintunya lagi eror dan kereta langsung jalan, deg-degan iyess...
setelah penyelamatan tas gezy yang lumayan bikin spot jantung, kita cuma tatap-tatapan sambil nyengir. ada-ada aja padahal baru awal perjalanan loh ini. sesampainya di Stasiun Bogor kami langsung belok kiri ke arah Taman Topi, menunggu angkot yang dimaksud. oh iya, perjalanan naik angkot ini terilhami dari sebuah blog yang gue lupa nama blognya, ceritanya si penulis blog ini jalan ke taman safari naik angkot dan mencatat semua perjalanan dengan lengkap sampai biaya naik angkotnya.
Taman Topi
sekitar 10 menit bengong, ngobrol, di depan taman topi dan di hadapan patung kapten Muslihat. agak geli sih denger namanya, antara ngerasa bego di pelajaran sejarah sama bermajinasi sama namanya yang menurut gue agak aneh (walopun itu pasti cuma julukan). Tidak lama kami melihat angkot 03 Jurusan Bubulak-Baranangsiang yang menjadi sasaran pertama menuju Cisarua, Puncak.
Monumen Kapten Muslihat
"Tapi kok penuh terus ya? apa jangan-jangan disebelah sana ada terminal? apa kita kesana dulu baru bisa dapat angkot yang lumayan kosong?" maklum, gue dan gezy pertama kali jalan-jalan naik angkot dan buta daerah sini. kami memutuskan untuk menyusuri jalan melawan arus lalu lintas, dan tidak jauh dari 'tempat bengong' kami menemukan angkot 03 yang agak kosong, kami ambil posisi duduk paling pojok biar bisa lihat jalan-jalan sekitar.
Perjalanan angkot pertama lumayan macet terutama daerah Istana negara karena sabtu Istana Negara dibuka untuk umum dan jam 11an sedang banyak-banyaknya pengunjung yang datang. setelah 30 menit, di tengah perjalanan gue melihat angkot 01 jurusan Baranangsiang-Ciawi yang menjadi target selanjutnya. kami berdua turun (gak tau posisinya dimana) dengan membayar Rp. 3000,- padahal jarak agak jauh dari pertama kali naik, kalau di Jakarta gak mungkin tarifnya segitu.
perjalanan selanjutnya kira-kira 40 menit sampai di Ciawi (kali ini naik angkot sampai pengkalannya), bayar tarif yang sama, Rp. 3.000,-. sudah sejauh ini naik angkot baru habis 6.000 per orang, murah ya. selanjutnya dari Ciawi kami celingak-celinguk mencari angkot berwarna biru Jurusan Cisarua. nah ini angkot terakhir yang akan membawa kami sampai tempat tujuan. Perjalanan memang gak semulus personil SNSD sih, perjalanan 'nanjak' diwarnai macet. untungnya udara sudah mulai dingin dan pemandangan sudah mulai terlihat hijau walaupun gak jarang berjejer minimarket dan toko-toko disepanjang jalan, tapi itu tidak membuat kami bosan.
kami bertukar cerita sambil terkadang menunjuk objek yang menurut kami unik. hanya 1 yang mengalihkan perhatian kami waktu itu, cara menyetir sang abang angkot yang bener-bener juara. angkot kami berjalan di pinggir, ban angkot dan pinggir selokan hampir tidak ada batas, gue yang duduk di pinggir jendela jadi nyengir nyiyir sambil sesekali menahan nafas takut-takut angkot yang kami tumpangi ini terperosok ke selokan (untungnya sih nggak).
sekitar jam 1 siang kami sampai di lokasi, yeaayyy!!!!
kami gak langsung pesan makanan, biasa wanita langsung menuju toilet. selain untuk cuci tangan juga memperbaiki penampilan kami yang sudah agak kusut.
berkat kesabaran dan kegesitan Gezy kami mendapat tempat tepat di pinggir pemandangan sungai ini. segera kami memesan makanan dan sisanya mengobrol kesana kemari bertukar cerita dan pengalaman sambil melihat kegiatan di jembatan dibawah kami. tidak terasa sudah 3 jam kami duduk disini dan agak gak enak juga sama waiter yang sedari tadi memperhatikan kami. setelah bayar kami langsung turun menuju jembatan, mengambil beberapa foto.
maaf ya kebanyakan yang di posting foto gue semua. hehehe.kalo yang ini agak ngeselin gituh, ceritanya minta tolong sama dedek-dedek yang lagi disitu buat fotoin tapi hasilnya itu loh gak bagus, udah gitu selesai ambil foto langsung ngacir gatau kemana, hiks.
sayangnya takdir gak menghendaki kami lama-lama disini, soalnya gak lama hujan turun dan kami bergegas kembali ke atas. lumayan kesel sih soalnya belum puas ambil foto disana. tapii keselnya hilang setelah kami melihat chocomory, yess!!! tokocokelat yang ada di dalam restoran ini memang menggiurkan syekalih. sayangnya tidak cukup persediaan yang kami bawa kesini jadi gak belanja banyak deh.
setelah hujan reda, kami langsung pulang mencari angkot ke arah ciawi. beda dari angkot berangkat kami naik angkot berwarna hijau yang katanya jurusannya sama. perjalanan turun gak mulus juga, macet di pintu masuk tol, alhasil si abang angkot memutuskan ambil jalan pintas melewati gang kecil.
tidak jauh beda dari gaya menyetir si abang angkot pada saat berangkat, kali ini angkot yang kami tumpangi terperosok di selokan kecil. Mau gak mau seluruh penumpang turun dahulu untuk mendorong, dan karena kami wanita kami hanya melihat sampai beres, hehehe. tidak lama si mobil terbebas dari keterpurukannya (halah...), kami melanjutkan perjalanan, berganti 2 angkot lagi agar sampai ke stasiun Bogor.
jam menunjukkan pukul 19.00 kami sudah di depan stasiun Bogor, karena penasaran dengan taman topi kami memutuskan untuk berkeliling sebentar disana. dan ternyata memang tidak ada yang spesial, hanya 1 yang termasuk unik, bentuk bangunan yang dijadikan tempat usaha berbentuk topi, selain itu tidak ada lagi.
kami naik kereta jam setengah 8, sampai manggarai jam setengah 9 dan kereta delay 30 menit. huwaaaahhhh, lelahnya baru terasa saat menunggu kereta ini. kami berpisah di stasiun klender, sampai rumah tepat jam 22.00.
perjalanannya memang cukup melelahkan, memang lama di jalan sampai memakan waktu 3 jam, tapi cukup menghibur mengingat kejadian sepanjang perjalanan dan lokasi tujuan yang juga tidak mengecewakan. lain kali sebelum jalan sepertinya harus menyusun itinerarry yang pas jadi bisa lebih fun. hehehe
sampai disini dulu cerita liburan absurd gue, lain kali akan gue posting yang lebih absurd lagi. hehehe
see u!