Hei Kamu!!! Iya, Kamu!!!
plis dong berhenti main-main di pikiran dan hati aku. kalo kamu gak suka sama aku mending keluar deh. iya, keluar. kaluar lewat pintu kenangan dan inget ya, jangan bawa apapun! jangan bawa apapun apalagi hati aku, biarin aja hati aku disitu, biarin dia mencairkan semua rasa sayang aku ke kamu. biarin dia melelehkan semua rasa kagum aku ke kamu. sampe kering.
kamu tau gak sih kalo kamu kelamaan main-main di pikiran dan hati aku nanti ada yang rusak. iya, rusak. hati aku yang rusak. entah retak atau patah. kalo udah retak ato patah kamu bisa apa? yang ada kamu pergi jauh dan menghindar dari aku. terus aku disini cuma bisa nangis, nangis, dan nangis. bukan nangis karena kamu pergi, tapi karna kamu udah rusakin hati aku.
kalo sekarang aja kamu udah pintar menghindar, gimana nanti saat kamu udah biasa menghindari aku dan bertemu tambatan hati kamu. aku gak bisa apa-apa.
aku suka sama kamu aja masih perdebatan antara benar atau salah. iya, aku suka sama kamu. kamu yang cerdas, yang tau mengendalikan suasana. terutama suasana hati aku. tapi aku gabisa apa-apa, cuma bisa menikmati indahnya kamu yang tersembunyi dalam khayalku. mana bisa wanita kayak aku menarik hati kamu, sementara disekitar kamu banyak wanita yang lebih dari aku.
Aku suka sama Kamu walaupun katanya itu salah. Terima kasih buat kamu yang sempat mengisi kekosongan hati aku, terima kasih telah memberi sedikit warna di depresinya hari-hariku, terima kasih telah meminjamkan telingamu untuk mendengar semua keluh kesah dan kisah absurdku, terima kasih telah sabar meladeni dan menghadapi sikapku yang kadang tidak sewajar wanita lain, terima kasih.
Regards,
Aku
ini bukan sajak, bukan puisi, apalagi surat cinta. ini cuma coretan isi hati Aku buat Kamu yang tertuang dalam sebuah blog dengan sekumpulan kata-kata yang membentuk kalimat yang tidak terstruktur.
plis dong berhenti main-main di pikiran dan hati aku. kalo kamu gak suka sama aku mending keluar deh. iya, keluar. kaluar lewat pintu kenangan dan inget ya, jangan bawa apapun! jangan bawa apapun apalagi hati aku, biarin aja hati aku disitu, biarin dia mencairkan semua rasa sayang aku ke kamu. biarin dia melelehkan semua rasa kagum aku ke kamu. sampe kering.
kamu tau gak sih kalo kamu kelamaan main-main di pikiran dan hati aku nanti ada yang rusak. iya, rusak. hati aku yang rusak. entah retak atau patah. kalo udah retak ato patah kamu bisa apa? yang ada kamu pergi jauh dan menghindar dari aku. terus aku disini cuma bisa nangis, nangis, dan nangis. bukan nangis karena kamu pergi, tapi karna kamu udah rusakin hati aku.
kalo sekarang aja kamu udah pintar menghindar, gimana nanti saat kamu udah biasa menghindari aku dan bertemu tambatan hati kamu. aku gak bisa apa-apa.
aku suka sama kamu aja masih perdebatan antara benar atau salah. iya, aku suka sama kamu. kamu yang cerdas, yang tau mengendalikan suasana. terutama suasana hati aku. tapi aku gabisa apa-apa, cuma bisa menikmati indahnya kamu yang tersembunyi dalam khayalku. mana bisa wanita kayak aku menarik hati kamu, sementara disekitar kamu banyak wanita yang lebih dari aku.
Aku suka sama Kamu walaupun katanya itu salah. Terima kasih buat kamu yang sempat mengisi kekosongan hati aku, terima kasih telah memberi sedikit warna di depresinya hari-hariku, terima kasih telah meminjamkan telingamu untuk mendengar semua keluh kesah dan kisah absurdku, terima kasih telah sabar meladeni dan menghadapi sikapku yang kadang tidak sewajar wanita lain, terima kasih.
Regards,
Aku
ini bukan sajak, bukan puisi, apalagi surat cinta. ini cuma coretan isi hati Aku buat Kamu yang tertuang dalam sebuah blog dengan sekumpulan kata-kata yang membentuk kalimat yang tidak terstruktur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.