Flying Cute Baby Blue Butterfly khaika13: Juni 2012
tidak ada yang tidak mungkin selama kita masih mau mencoba, berusaha, dan berdoa
:)

Jumat, 08 Juni 2012

pilih Kopi atau Teh?



Saat harus memilih kopi atau teh, biasanya yang menjadi pertimbangan adalah selera karena keduanya sudah terbukti sama-sama menyehatkan. Namun pada saat-saat tertentu, manfaat teh maupun kopi bisa saling mengungguli satu sama lain.

Bagaimanapun kandungan dalam teh dan kopi tidak 100 persen sama, sehingga pilihan yang tepat di antara keduanya harus didasarkan pada banyak pertimbangan di luar urusan selera. Salah satunya adalah tujuan yang pada saat itu ingin didapat dari minuman tersebut.

Kelebihan teh dan kopi pada saat-saat tertentu berdasarkan manfaat yang ingin diperoleh adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Menshealth.com, Minggu (8/4/2012).

1. Saat butuh mendongkrak stamina
Kafein di dalam kopi maupun teh sama-sama bisa mendongkrak stamina dengan cara meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Yang membedakan hanya kadarnya, dalam tiap 200 mL teh terkandung rata-rata 14-16 mg kafein sementara dalam 200 mL kopi kandungan kafeinnya bisa mencapai rata-rata 95 mL.

Pilihan: Kopi, karena kadar kafeinnya lebih tinggi sehingga efeknya lebih kuat dan lebih cepat.

2. Saat butuh selalu sehat
Sebuah penelitian tahun 2009 menunjukkan bahwa minum 4 cangkir kopi tiap hari bisa mengurangi risiko diabetes tipe-2 sebesar 30 persen. Penelitian lain menunjukkan. minum kopi minimal 3 cangkir setiap hari juga bisa menurunkan risiko kanker kulit sebanyak 9 persen.

Meski demikian, manfaat jangka panjang dari kebiasaan minum teh setiap hari juga telah banyak dibuktikan terutama pada teh hijau. Kandungan antioksidan dalam minuman ini bisa memperkuat daya tahan tubuh, serta pada laki-laki sangat efektif mencegah kanker prostat.

Pilihan: Keduanya sama-sama menyehatkan untuk dikonsumsi setiap hari.

3. Saat butuh menurunkan berat badan
Secara umum, kafein sudah terbukti bisa menurunkan berat badan serta lingkar pinggang. Namun secara khusus, sebuah penelitian di American Journal of Clinical Nutrition membuktikan bahwa minum teh hijau setiap hari efektif mengecilkan perut sebanyak 3,4 cm dalam 12 pekan saja.

Pilihan: Teh, karena efeknya lebih cepat dalam membakar lemak dan membuat metabolisme sel menjadi lebih efisien.

4. Saat butuh badan berotot
Jika teh lebih efektif membakar lemak, maka kopi paling efektif membentuk massa otot karena kadar kafein yang lebih tinggi membuat efek stimulansianya makin kuat. Ketika seseorang, terutama laki-laki minum 2,5 cangkir kopi sebelum olahraga maka ia sanggup melakukan sprint atau lari cepat 9 persen lebih jauh.

Pilihan: Kopi, karena otot butuh stimulasi untuk bisa bekerja lebih berat. Makin sering dipakai untuk kerja berat, massa otot akan semakin berkembang.

5. Saat butuh memperbaiki suasana hati
Berbeda dengan kopi yang sering membuat jantung berdebar-debar karena kadar kafeinnya cukup tinggi, teh lebih cocok untuk meredakan ketegangan pada urat saraf. Bahkan menurut European Journal of Applied Physiology, beberapa jenis teh seperti teh melati dan teh lavender bisa meredakan stres dan perasaan gelisah hanya dengan dicium baunya saja.

Pilihan: Teh, sebab tradisi di banyak negara seperti Jepang dan China juga telah membuktikan bahwa minuman ini paling cocok untuk melengkapi waktu bersantai.

contoh kasus elastisitas


 Elastisitas ada 3 jenis yaitu:
1.Permintaan Inelastis Sempurna (Ep = 0)
           Permintaan inelastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan.
Ep = 0, artinya bahwa perubahan harga sama sekali tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan. Contoh: obat-obatan pada waktu sakit
1. Permintaan Obat-obatan pada waktu Sakit
           Permintaan terhadap antibiotik/obat-obatan, dikatakan sebagai permintaan inelastis sempurna (Ep = 0) karena tidak ada barang lain yang dapat menggantikannya, daripada mati terinfeksi bakteri, pasien biasanya lebih memilih untuk membeli obat ini berapapun biayanya. Di samping itu juga, jenis obat-obatan pada umumnya memiliki khasiat masing-masing sehingga tidak banyak ditemukan penggantinya/barang substitusi.
          Kenaikan harga tidak akan berpengaruh terhadap konsumen apabila diikuti dengan kenaikan daya beli, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. 

 kurva Permintaan Inelastis Sempurna (Ep = 0)






2. Permintaan Elastis Uniter (Ep = 1)
         Permintaan elastis uniter terjadi jika perubahan permintaan sebanding dengan perubahan harga. Ep = 1, artinya perubahan harga diikuti oleh perubahan jumlah permintaan yang sama. Contoh: barang-barang elektronik.
 
2. Permintaan Barang-barang Elektronik
       Permintaan barang-barang elektronik termasuk permintaan elastis uniter (Ep = 1) dimana penerimaan/total revenue tidak terpengaruh oleh perubahan harga/price, dan juga perubahan harga diikuti oleh perubahan jumlah permintaan yang sama. Misalnya saja, pengaruh krisis keuangan global akhir-akhir ini berimbas pada turunnya permintaan akan barang-barang elektronik, ditambah dengan menguatnya nilai dollar Amerika semakin melambungkan harganya. Barang-barang elektronik yang notabene adalah barang yang mahal akan membutuhkan porsi pendapatan yang relatif besar dari pendapatan pembeli, secara relatif akan lebih peka terhadap harga.

KURVA Permintaan Elastis Uniter (Ep = 1)





3. Permintaan Inelastis (Ep < 1)
      Permintaan in elastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan permintaan. Ep < 1, artinya perubahan harga hanya diikuti perubahan jumlah yang diminta dalam jumlah yang relatif lebih kecil. Contoh: permintaan terhadap beras.


3. Permintaan Beras
      Permintaan beras termasuk dalam permintaan inelastis (Ep < 1) dimana perubahan harga hanya diikuti perubahan jumlah yang diminta dalam jumlah yang relatif lebih kecil. Permintaan terhadap beras meliputi konsumsi di dalam rumah; di luar rumah antara lain di rumah makan, hotel, konsumsi makanan hasil industri pengolahan, dan kebutuhan beras untuk cadangan rumah tangga. Di samping itu produk padi juga dipergunakan untuk benih dan campuran pakan. Melalui bantuan Data Input/Output (BPS) tahun 1990 dan 1995 dapat diperkirakan komposisi penggunaan beras pada tahun 1999 yaitu: 79,6 persen (di dalam rumah); 10,8 persen (di luar rumah); dan 9,6 persen (makanan hasil industri).
Di sisi permintaan, upaya menurunkan konsumsi beras per kapita dapat dilakukan melalui penggalakan program diversifikasi pangan dengan pemanfaatan pangan sumber kalori, protein, vitamin, dan mineral yang dapat diproduksi secara lokal. 


kurva Permintaan Inelastis (Ep < 1)

Elastisitas


Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel
dengan perubahan variable lainnya.

Definisi lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen
terhadap perubahan harga.

Konsep elastisitas ini digunakan untuk meramalkan apa yang akan barang/jasa dinaikkan.Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa
besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapabesar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Sebagai contoh, anggaplah biaya
produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga
jual produknya. Menurut hukum permintaan, tindakan menaikkan harga ini jelas akan
menurunkan permintaan. Jika permintaan hanya menurun dalam jumlah yang kecil,
kenaikan harga akan menutupi biaya produksi sehingga produsen masih mendapatkan
keuntungan. Namun, jika peningkatan harga ini ternyata menurunkan permintaan demikian
besar, maka bukan keuntungan yang ia peroleh. Hasil penjualannya mungkin saja tidak
dapat menutupi biaya produksinya, sehingga ia menderita kerugian. Jelas di sini bahwa
produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas barang produksinya sebelum
membuat suatu keputusan. Ia harus memperkirakan seberapa besar kepekaan konsumen
atau seberapa besar konsumen akan bereaksi jika ia mengubah harga sebesar sepuluh
persen, dua puluh persen, dan seterusnya.
Besar kecilnya kepekaan tersebut dapat dilihat dari besarnya angka koefisien elastisitas
atau indeks elastisitas.

4 konsep elastisitas yang umumnya dipakai  dipakai dalam teori ekonomi mikro

1. Elastisitas harga permintaan (Ed)
2. Elastisitas harga penawaran (Ws)
3. Elastisitas silang (Ec)
4. elastisitas pendapatan (Ey)

-       Elastisitas Harga Permintaan

Digunakan untuk mengetahui besarnya perubahan jumlah barang yang diminta
akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri.

KRITERIA UKURAN
Ed > 1 : Elastis
Ed < 1  : In Elastis
Ed = 1 : Unitary
Ed = 0 : In Elastis Sempurna
Ed = ~ : Elastis Sempurna

Hal-Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

1. Tingkat kemudahan barang yang bersangkutan untuk di gantikan oleh barang yang lain.
2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan.
3. Jangka waktu analisa.
4. Jenis barang

-        ELASTISITAS PENAWARAN

Elastisitas Penawaran mengukur besarnya prosentase perubahan jumlah
barang yang di tawarkan akibat adanya perubahan harga barang yang bersangkutan.jika
elastisitas permintaan kuantitasnya adalah kuantitas yang diminta dan elastisitas
penawaran kuantitasnya adalah kuantitas yang di tawarkan.rumus elastisitas penawaran
tersebut adalah sebagai berikut (elastisitas busur):
   Q2 – Q1
          ½ (Q2+Q1)
 Es =
     P2 – P1
           ½ (P2 + P1)
        ∆Q
½ (Q1+Q2)
Es =
        ∆P
½ (P1+P2)
-           
   ELASTIS SILANG

Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang
lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitanya dengan  barang tersebut yang
berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.
       
    QX2 – QX1
          ½ (QX1 + QX2)
Ec=
              PY2  - PY1
          ½ (PY1 + PY2)
       ∆ QX
½ (QX1 + QX2)
Es=
         ∆ PY
½ (PY1 + PY2)ELASTISITAS PENDAPATAN

Untuk mengukur perubahan jumlah  barang yang diminta akibat dari adanya perubahan
pendapatan dalam rumus dituliskan sebagai berikut:
              Q2 – Q1
          ½ (Q1 + Q2)
Ey=
               I2  - I1
            ½ (I1+ I2)
           ∆ Q
½ (Q1 + Q2)
Ey=
              ∆ I
½ (I1 +I2)

Contoh Elastis :
-Laptop
-Perhiasan
-Kendaraan

Contoh In elastis :
-Bahan baker
-Makanan
-Keb. Rumah tangga

6 Kekuatan Dahsyat Dalam Diri Manusia

selamat malam teman-teman...
kali ini saya mau membahas yang agak berat sedikit, boleh yaa... :D

teman-teman pernah kepikiran nggak sih sebenarnya seberapa kuat manusia diciptakan? lalu pernah nggak mengalami kejadian yang terkadang berada diluar pemahaman manusia? Tidak sedikit juga tokoh-tokoh pembangun bangsa dan inspirator-inspirator tanah air mengawali karirnya dengan susah payah hingga sekatang mempunyai omzet miliaran rupiah. sebenarnya potensi kita sama dengan mereka loh..

Diketahui atau tidak manusia sebenarnya mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki makhluk lain, nah kejadian-kejadian yang terkadang diluar pemahaman kita selain karena Tuhan juga karena kita yang meyakininya,

berikut ini kekuatan dahsyat yang dimiliki oleh setiap manusia. selamat menyimak..


1. Kekuatan Impian
Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas.
Tanpa impian dan tujuan, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.
jadi jika kita punya impian, visualisasikan secara jelas mau kemana impian itu dibawa lalu berusaha sebisa mungkin. kalau punya impian tapi diam saja ya tidak usah berharap akan tercapai.

2. Kekuatan dari Fokus
Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti kekuatan dan kelemahan dalam diri, peluang di sekitar kita, sehingga lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya.

3. Kekuatan Disiplin Diri
Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan.
Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita.

4. Kekuatan Perjuangan
Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan.
Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pembelajaran
Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

6. Kekuatan Pikiran
Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. 

nah, bagaimana teman-teman sudah paham kah?
mungkin penjelasan diatas memang tidak menjawab semuanya, namun dengan mempraktekkannya sedikit demi sedikit saya yakin teman-teman semua pasti bisa mencapai apa yang telah kalian impikan. soooo jangan mudah menyerah untuk mencapai impian dan cita-cita kita yaa... cayooo!!!

Kamis, 07 Juni 2012

Phobia


Selamat siang teman-teman. Kali ini saya akan bahas mengenai phobia.
Teman-teman pasti sudah sering dengar kan sama yang namanya phobia?
Itu loh, penyakit takut akan sesuatu dengan berlebihan. Untuk yang belum tau, saya bahas deh semua hal tentang phobia sampai ke teknik penyembuhannya..
Disimak yaa :)

Phobia adalah ketakutan yang berlebih-lebihan terhadap benda-benda atau situasi-situasi tertentu yang seringkali tidak beralasan dan tidak berdasar  pada kenyataan.Istilah “phobia” berasal dari kata “phobi” yang artinya ketakutan atau kecemasan yang sifatnya tidak rasional yang dirasakan dan dialami oleh sesorang.Phobia merupakan suatu gangguan yang ditandai oleh ketakutan yang menetap dan sangat tidak rasional terhadap suatu obyek atau situasi tertentu.

Setiap orang pasti memiliki rasa takut tertentu akan sesuatu, yang jenis dan intensitasnya tentu saja berbeda-beda dan bervariasi. Dalam taraf yang cukup tinggi, rasa takut ini menjelma menjadi apa yang disebut gangguan phobia. Ada banyak jenis phobia yang telah diketahui seperti agoraphobia yaitu rasa takut akan ruang terbuka dan berada di tempat ramai, atau thanatophobia yaitu rasa takut akan kematian. Ada juga jenis phobia yang tergolong sangat aneh dan konyol seperti arachibutyrophobia yaitu rasa takut akan “selai kacang yang menempel di langit-langit mulut”.

Dengan kata lain jenis-jenis phobia yang bersifat fundamental dan berpotensi merusak kualitas hidup penderitanya hingga ke taraf ekstrim. Walaupun akan terdengar aneh, harap diingat bahwa di luar sana memang benar-benar ada sesama kita yang menderita phobia ini. Dengan mengetahui jenis-jenis phobia ini diharapkan kita akan turut dapat merasakan dan bersimpati kepada mereka.

Walaupun ada ratusan macam phobia tetapi pada dasarnya phobia-phobia tersebut merupakan bagian dari 3 jenis phobia, yang menurut buku DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder IV) ketiga jenis phobia itu adalah :
  1. Phobia sederhana atau spesifik (Phobia terhadap suatu obyek/keadaan tertentu) seperti pada binatang, tempat tertutup, ketinggian, dan lain lain.
  2. Phobia sosial (Phobia terhadap pemaparan situasi sosial) seperti takut jadi pusat perhatian, orang seperti ini senang menghindari tempat-tempat ramai.
  3. Phobia kompleks (Phobia terhadap tempat atau situasi ramai dan terbuka misalnya di kendaraan umum/mall) orang seperti ini bisa saja takut keluar rumah.


A. Penyebab Phobia
Phobia dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Pada umumnya phobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya phobia.
Lalu bagaimana menjelaskan tentang orang yang takut akan sesuatu walaupun tidak pernah mengalami trauma pada masa kecilnya? Martin Seligman di dalam teorinya yang dikenal dengan istilah biological preparedness mengatakan ketakutan yang menjangkiti tergantung dari relevansinya sang stimulus terhadap nenek moyang atau sejarah evolusi manusia, atau dengan kata lain ketakutan tersebut disebabkan oleh faktor keturunan. Misalnya, mereka yang takut kepada beruang, nenek moyangnya pada waktu masih hidup di dalam gua, pernah diterkam dan hampir dimakan beruang, tapi selamat, sehingga dapat menghasilkan kita sebagai keturunannya. Seligman berkata bahwa kita sudah disiapkan oleh sejarah evolusi kita untuk takut terhadap sesuatu yang dapat mengancam survival kita.
Pada kasus phobia yang lebih parah, gejala anxiety neurosa menyertai penderita tersebut. Si penderita akan terus menerus dalam keadaan phobia walaupun tidak ada rangsangan yang spesifik. Selalu ada saja yang membuat phobia-nya timbul kembali, misalnya thanatophobia (takut mati), dll.
Perlu kita ketahui bahwa phobia sering disebabkan oleh faktor keturunan, lingkungan dan budaya. Perubahan-perubahan yang terjadi diberbagai bidang sering tidak seiring dengan laju perubahan yang terjadi di masyarakat, seperti dinamika dan mobilisasi sosial yang sangat cepat naiknya, antara lain pengaruh pembangunan dalam segala bidang dan pengaruh modernisasi, globalisasi, serta kemajuan dalam era informasi. Dalam kenyataannya perubahan-perubahan yang terjadi ini masih terlalu sedikit menjamah anak-anak sampai remaja. Seharusnya kualitas perubahan anak-anak melalui proses bertumbuh dan berkembangnya harus diperhatikan sejak dini khususnya ketika masih dalam periode pembentukan (formative period) tipe kepribadian dasar (basic personality type). Ini untuk memperoleh generasi penerus yang berkualitas.
Berbagai ciri kepribadian/karakterologis
perlu mendapat perhatian khusus bagaimana lingkungan hidup memungkinkan terjadinya proses pertumbuhan yang baik dan bagaimana lingkungan hidup dengan sumber rangsangannya memberikan yang terbaik bagi perkembangan anak, khususnya dalam keluarga.
Berbagai hal yang berhubungan dengan tugas, kewajiban, peranan orang tua, meliputi tokoh ibu dan ayah terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, masih sering kabur, samar-samar. Sampai saat ini masih belum jelas mengenai ciri khusus pola asuh (rearing practice) yang ideal bagi anak. Seperti umur berapa seorang anak sebaiknya mulai diajarkan membaca, menulis, sesuai dengan kematangan secara umum dan tidak memaksakan. Tujuan mendidik, menumbuhkan dan memperkembangkan anak adalah agar ketika dewasa dapat menunjukan adanya gambaran dan kualitas kepribadian yang matang (mature, wel-integrated) dan produktif baik bagi dirinya, keluarga maupun seluruh masyarakat. Peranan dan tanggung jawab orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak adalah teramat penting.
B. Teknik Penyembuhan
Ada beberapa teknik Untuk penyembuhan phobia diantaranya adalah sbb:
1. Hypnotheraphy: Penderita phobia diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia.
2. Flooding: Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada anjing (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor anjing jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi.
3. Desentisisasi Sistematis: Dilakukan exposure bersifat ringan. Si penderita phobia yang takut akan anjing disuruh rileks dan membayangkan berada ditempat cagar alam yang indah dimana si penderita didatangi oleh anjing-anjing lucu dan jinak.
4. Abreaksi: Si penderita phobia yang takut pada anjing dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau film tentang anjing, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan. Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang anjing dan bila phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan anjing. Memang sih bila phobia yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan.
5. Reframing: Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.
Namun secanggih apapun jenis pengobatannya, dukungan keluarga dan kerabat tetap menjadi yang utama dalam penyembuhan phobia ini, jadi kalau nanti kalian bertemu dengan orang yang menderita phobia tertentu jangan dikucilkan atau dijauhi, justru kita harus aktif untuk mengerti mereka. So, be proaktif yaa :D
C. Macam-macam Phobia

1.    Chrometophobia or Chrematophobia (takut pada uang).

Jika saat ini banyak orang pusing karena kebutuhan hidup semakin mahal, sebabnya bisa jadi adalah ketiadaan uang. Semua kebutuhan hidup, peranan uang cukup dominan. Maka, tak salah jika uang menempati posisi penting dalam menunjang untuk pemenuhan kebutuhan hidup.
Namun, hal itu tak akan berlaku pada orang yang mengidap phobia jenis Chrometophobia. Jenis phobia yang takut pada uang. Jangankan memegang uang, tahu uang disebut bisa takut luar biasa. Barangkali orang yang mengidap ini bakal enak diajak bisnis atau dipekerjakan. Karena pasti tak mau digaji dengan uang.

2.      Chronomentrophobia (Takut pada jam).
Adagium time is money barangkali tak lagi berlaku. Karena pengidap phobia ini tak bakal melihat jam katika ada janji. Dentangan bunyi jam akan membuat lemas seluruh tulang sendi. Peregarakan jarum ibarat hantu. Meski begitu, pengidap phobia ini masih bisa melihat penunjukan waktu yang lain. Misalnya, di HP atau laptop.

3.      Caligynephobia (Takut pada wanita cantik).
Lumrah jika laki-laki tertarik pada seorang wanita. Apalagi kepada wanita cantik. Hampir setiap orang suka melihat wanita cantik. Namun, hal itu tak berlaku pengidap phobia jenis Caligynephobia.
Ketakutan terhadap wanita cantik ini tak hanya ketika bertemu muka dengan seorang wanita cantik, namun bisa kambuh saat melihat di foto atau di televisi. Bisa dipastikan, ketika melakukan aktifitas apapun tak akan bisa berkonsentrasi. Dalam derajat tertentu, wanita cantik dianggap sebagai ancaman.
4.      Didaskaleinophobia (Takut pergi ke sekolah).
Phobia jenis ini jika merujuk pada bentuk-bentuk phobia maka masuk kategori yang kedua, takut ketika pada situasi yang mengaharuskan si pengidap phobia diwajibkan berinteraksi dengan teman-temannya. Lingkungan sosial, seperti juga sekolah bukanlah tempat aman.
Rasa penuh ancaman itu yang berakibat pengidap phobia ini akan takut untuk berangkat sekolah. Rasa takut ini biasanya diidap oleh anak-anak yang baru akan sekolah. Maka, pendampingan dan bantuan dari seluruh lingkungan sosial anak perlu diciptakan. Baik orangtua, guru dan teman-teman sekolah.

5.      Geliophobia (Takut tertawa).
Tertawa adalah salah satu ekspresi kebahagiaan. Setiap orang suka tertawa. Bagi sebagian kalangan, tertawa bisa diwujudkan sebagai salah satu bentuk terapi. Tertawa bisa menghilangkan sebagian beban emosi.
Tapi, terapi itu tak akan menyembuhkan bagi pengidap phobia Geliophobia. Phobia yang takut pada tertawa. Baik tawa dirinya sendiri atau tawa orang lain. Maka, jangan sekali-kali tertawa di hadapan pengidap phobia ini.

6.      Genophobia (Takut pada sex).
Tak dipungkiri, sex adalah keinginan semua orang. Tak peduli apakah laki-laki atau perempun yang telah dewasa. Sex juga bagi sebagian kalangan adalah manifestasi rasa cinta.
Bagi penderita phobia Genophobia, sex sesuatu yang menakutkan dan cenderung untuk dihindari. Bagi keluarga yang anggotanya ada yang mengidap penyakit phobia jenis ini hendaknya bisa dideteksi lebih awal. Agar kehidupan sexnya bisa berjalan normal.

7.      Philophobia (Takut jatuh cinta atau dicintai).
Saat paling indah adalah sewaktu jatuh cinta. Mencintai dan dicintai memang indah. Tak peduli berapa usia Anda, pasti akan selalu mendambakan rasa cinta ini. Tapi, ini tak berlaku bagi Philophobia. Dia bakal menolak setiap cinta yang datang.

8.      Ambulophobia (Rasa takut untuk berjalan atau berdiri)
Bayangkan jika hanya dengan berjalan atau berdiri saja membuat seseorang takut. Jelas penderita ambulophobia tidak akan dapat hidup normal, tidak setiap saat mereka dapat bepergian dengan menggunakan kursi roda elektrik. Sayangnya hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu membuat manusia dapat terbang melayang dengan sendirinya untuk berpindah tempat. Penderita phobia ini tidak akan dapat menghindar untuk berhadapan dengan rasa takutnya setiap hari.
Gejala/simptom dari ambulophobia bisa bermacam-macam, biasanya mencakup rentang nafas yang pendek, berkeringat, rasa mual, pusing, gemetar, hingga rasa panik. Sedangkan penyebabnya biasanya dapat ditelusuri karena pengalaman cidera atau luka fisik seperti cidera pada kaki, radang sendi (arthritis) atau masalah-masalah medis lain yang menyebabkan penderitanya merasakan sakit saat berjalan.

9.      Decidophobia (Rasa takut untuk mengambil keputusan)
Kata decidophobia pertama kali diucapkan oleh seorang filsuf dari Princeton University, New Jersey, Amerika Serikat, bernama Walter Kaufmann di tahun 1973 dalam bukunya berjudul Without Guilt and Justice. Secara teknis decidophobia didefinisikan sebagai “rasa kurang keberanian atau keinginan dari seseorang untuk memilih dari beberapa alternatif yang berbeda-beda untuk mengetahui kebenaran”. Penderitanya cenderung untuk menyerahkan keputusan mana yang benar kepada pihak lain, biasanya adalah orang tua atau pasangan mereka. Atau bisa juga mereka menyerahkan keputusan kepada pemimpin keagamaan mereka atau partai politik favorit mereka, dalam skala yang lebih luas.
Gejala decidophobia bervariasi antara satu penderita dengan penderita lainnya, antara lain mulut kering, susah bernafas, pusing, kejang otot, gemetar, jantung berdebar, bahkan hingga rasa terjebak di dalam sesuatu dan tidak dapat melarikan diri, juga kepanikan. Sedangkan penyebabnya biasanya karena si penderita pernah mengalami sesuatu yang traumatis dalam hidupnya yang berkaitan dengan mengambil keputusan. Sebagai contoh adalah seorang anak kecil yang secara konsisten dan terus-menerus dipaksa untuk menerima keputusan orang tuanya tentang suatu hal. Hal ini dapat memberikan dampak negatif terhadap psikologi si anak yang memungkin untuk berkembang menjadi decidophobia

10. Epistemophobia / Gnosiophobia (Rasa takut akan ilmu pengetahuan.)
Epistemophobia atau sering juga disebut gnosiophobia, rasa takut untuk belajar dan ilmu pengetahuan, menyebabkan penderitanya tidak dapat belajar hal-hal baru kecuali bagi mereka yang mau melawan tasa takut tersebut dengan memaksakan dirinya menerima hal baru. Bahkan dengan melakukan hal tersebut saja sudah akan mempersulit mereka dalam menerima hal baru tersebut.
Gejala epistemophobia bervariasi antara tiap orang dan tergantung dari intensitasnya, antara lain meliputi rasa gugup dan takut, juga gejala-gejala kepanikan yang umum seperti jantung berdebar, susah berkata-kata, gemetar, susah bernafas, dan lain-lain. Penyebab epistemophobia dapat berasal dari faktor luar tubuh (external events) yang traumatis, dan juga dapat berasal dari faktor dalam diri atau genetis (heredity/genetic factors).

11.  Cibophobia. (Rasa takut akan makanan.)
Cibophobia atau rasa takut akan makanan adalah jenis phobia yang sangat kompleks dan dapat dengan cepat berkembang menjadi sebuah bentuk obsesi. Cibophobia seringkali disalahpahami dan dicampuradukkan dengan anorexia, sebuah gangguan dalam kebiasaan makan. Perbedaan utamanya adalah pada anorexia, penderitanya memiliki rasa takut dan kecemasan akan akibat dari makanan yang ia makan terhadap tubuhnya. Sedangkan cibophobia adalah rasa takut akan makanan itu sendiri.
Gejala cibophobia termasuk yang paling sulit dikenali. Menghindari makanan adalah salah satu yang paling umum. Makanan-makanan yang terlihat agak menjijikkan seperti mayonaise dan susu adalah jenis makanan yang biasa ditakuti. Kebanyakan penderita cibophobia memiliki perhatian yang berlebihan akan tanggal kadaluarsa suatu makanan, seringkali dijumpai penderita cibophobia mengendus makanan dengan berlebihan walaupun makanan tersebut memiliki tanggal kadaluarsa yang masih jauh. Saat memasak, penderita cibophobia seringkali menunjukkan perilaku yang berlebihan seperti memasak makanan hingga gosong atau hangus. Gejala yang lain adalah menghindari restoran karena makanan di restoran diolah di luar kontrol mereka, menghindari makanan seafood jika sedang berada jauh dari laut karena takut tidak segar, atau membuang makanan yang masih bagus karena berpikiran makanan tersebut telah basi.
Penyebab cibophobia belum dapat diketahui dengan pasti, namun beberapa ilmuwan memperkiran pengalaman traumatis di masa lalu dapat menyebabkan orang menderita cibophobia

12.  Somniphobia / Hypnophobia (Rasa takut untuk tidur)
Somniphobia, ketakukan untuk tidur, dikatakan fatal karena dapat menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan baik fisik dan mental. Gejalanya meliputi rasa panik yang melanda baik sebelum atau selama tidur. Penderita somniphobia seringkali berpikiran jika ia pergi tidur maka ia akan mati dan tidak akan terbangun lagi. Rasa takut ini mungkin saja tidak ada hubungannya dengan kondisi kesehatannya yang lain, selain tentu saja penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh kurang tidur seperti rasa lelah, kurangnya kesadaran, mudah teriritasi dan lain-lain.
Penyebabnya juga dapat bermacam-macam, namun yang paling umum adalah mimpi buruk. Penderita somniphobia kebanyakan sering mengalami mimpi buruk yang datang secara terus-menerus dan menyebabkannya takut untuk pergi tidur

13. Acousticophobia ( Rasa takut yang aneh akan suara, termasuk suaranya sendiri)
Penderita acousticophobia merasa takut akan suara, baik segala jenis suara maupun satu jenis suara yang spesifik seperti suara teriakan, siulan, ledakan, gumaman dan lain-lain. Seperti kebanyakan phobia yang lain, acousticophobia memiliki gejala-gejala yang sama meliputi rasa cemas, gugup, gemetar, jantung berdebar dan lain-lain.
Penyebab seseorang menderita bermacam-macam, dan seringkali bersifat unik antara satu penderita dengan penderita yang lainnya. Salah satu yang umum adalah disebabkan oleh kondisi mental penderitanya, banyak penderita schizophrenia didiagnosis juga menderita acousticophobia.

14.  Chronophobia ( Rasa takut akan bergulirnya waktu, atau rasa takut akan waktu)
Rasa takut akan waktu atau chronophobia meliputi juga rasa takut akan segala konsep yang berhubungan dengan waktu, seperti masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Dalam taraf ekstrim, penderitanya akan merasa takut hanya dengan mendengar seseorang berkata kepadanya kata-kata seperti “besok”, “nanti”, “kemarin”, dan sebagainya. Suara detak jarum jam juga dapat mengganggunya.
Gejala chronophobia dapat bersifat mental, emosional, dan fisikal. Rasa takut yang diakibatkan bervariasi mulai dari yang ringan sampai serangan kepanikan yang hebat. Penyebab chronophobia kebanyakan adalah akibat pengalaman buruk penderitanya di masa lalu, selain dapat juga disebabkan dari kondisi kejiwaan penderitanya.

15.  Counterphobia/Phobophilia (Rasa menyukai akan keadaan atau situasi yang menakutkan)
Counterphobia didefinisikan sebagai rasa menyukai akan keadaaan atau situasi yang menakutkan. Terdengar sangat aneh memang karena berbeda dengan jenis gangguan phobia yang lain, definisi counterphobia justru dimulai dengan kata “suka”. Jika para penderita phobia yang lain akan berusaha untuk menghindari obyek yang menjadi sumber ketakutan mereka, maka penderita counterphobia justru akan dengan aktif dan sengaja mencari sesuatu yang dapat membuatnya takut. Dalam kebanyakan kasus, rasa suka akan ketakutan ini merupakan manifestasi si penderita dalam usahanya untuk menaklukkan sesuatu yang mengganggunya.
Penelitian tentang counterphobia juga menemukan bahwa rata-rata penderita counterphobia memiliki inteligensi tinggi, sangat mandiri, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan stabil emosinya. Namun perlu diingat bahwa counterphobia adalah jenis gangguan yang sangat fatal karena penderita biasanya akan terperangkap dalam kondisi mental yang membingungkan antara “melawan atau menyerah”. Seringkali dijumpai para penderita counterphobia mencoba untuk meloncat dari gedung yang tinggi tanpa pengaman, walaupun sebenarnya tidak bermaksud untuk bunuh diri namun akibatnya tentu bisa saja sama.
Selain itu jika ditilik dari sudut psikologis, counterphobia merupakan sesuatu yang sangat kompleks dan rumit sehingga perlu penanganan yang teliti dan hati-hati. Banyak para ahli yang lebih menyukai istilah phobophilia yang secara harfiah berarti “rasa suka akan rasa takut”.

16.  Phobophobia (Rasa takut akan rasa takut itu sendiri)
Phobophobia didefinisikan sebagai rasa takut akan rasa takut itu sendiri, atau lebih spesifik lagi adalah sensasi rasa takut yang timbul di dalam diri penderitanya tentang sesuatu yang membuatnya takut atau gelisah. Sumber masalah phobophobia kebanyakan berasal dari dalam diri penderita itu sendiri, karena rasa takutnya seringkali terlihat tidak beralasan dan bersifat semu.
Penderita phobophobia juga memiliki rasa takut jika ternyata dirinya sendiri menderita phobia. Dengan kata lain, penderita phobophobia seringkali tidak sadar jika dirinya menderita phobia. Inilah sebabnya mengapa phobophobia digolongkan sebagai jenis phobia yang bersifat fatal, dan jika tidak ditangani dengan tepat rasa takut ini akan berkembang menjadi semakin bersifat permanen.

17.  Pantophobia (Rasa takut akan segala hal)
Telah cukup jelas dari definisinya betapa fatalnya jenis phobia ini. Sulit dibayangkan bagaimana menderitanya seseorang yang memiliki gangguan pantophobia di dalam dirinya. Sebuah sumber mendefinisikan pantophobia sebagai “rasa takut yang semu dan terus-menerus akan sesuatu yang tidak diketahui dan jahat”. Pada taraf ekstrim penderitanya akan jatuh ke suatu kondisi kegilaan. Namun yang unik adalah seorang penderita pantophobia dapat saja menjalani hidup dengan normal dan bersosialisasi seperti biasa, namun tidak ada seorangpun yang tahu bahwa sebenarnya di dalam dirinya mengalami suatu ketakutan yang dia sendiri pun tidak tahu penyebabnya.
Pantophobia sulit sekali dideteksi, dan proses penyembuhannya juga dapat memakan waktu bertahun-tahun karena penyebabnya bisa bermacam-macam.

Kurang lebih itulah phobia yang saya dapat dari berbagai sumber, masih banyak lagi macam-macam phobia lainnya, ingat kan artis Ruben Onsu yang phobia dengan Ayam? Ada juga yang phobia dengan balon atau kerupuk. Kalau dijabarin satu-satu disini ga ada habisnya deh. Hehehe. Berikut saya jabarkan secara singkat saja yaa.. :)

Macam-macam phobia lainnya :


  1. Acerbophobia: Ketakutan pada asam.
  2. Acousticophobia: Ketakutan pada suara.
  3. Acrophobia / Hypsophobia: Ketakutan pada tempat yang tinggi.
  4. Aerophobia / Anemophobia: Ketakutan serta panik apabila kulit mereka terkena aliran udara.
  5. Agoraphobia / Kenophobia: Ketakutan pada ruang yang kosong atau terbuka.
  6. Agyophobia: Ketakutan akan jalan yang ramai dan cenderung takut untuk menyeberang.
  7. Allodoxaphobia: Takut pada pendapat.
  8. Amatophobia: Ketakutan pada debu.
  9. Amaxophobia: Ketakutan berkendaraan.
  10. Amychophobia: Ketakutan apabila dirinya disiksa atau mengalami luka / kecelakaan.
  11. Androphobia: Androphobia dijumpai pada wanita, yaitu ketakutan pada laki-laki.
  12. Anemophobia: Takut pada pergerakan udara atau angin.
  13. Anthophobia: Ketakutan terhadap bunga.
  14. Anthrophobia / Sociophobia: Ketakutan pada masyarakat atau orang secara umum.
  15. Antlophobia: Ketakutan pada sungai, banjir atau air yang mengalir.
  16. Apeirophobia: Ketakutan pada hal-hal yang tak terbatas, misalnya: sumur, langit, laut, dll.
  17. Apiphobia / Melissophobia: Ketakutan pada binatang yang menyengat.
  18. Arachnephobia: Ketakutan pada laba-laba.
  19. Asthenophobia: Ketakutan menjadi lemah.
  20. Astrophobia: Ketakutan pada langit dan angkasa.
  21. Ataxophobia: Takut pada kekacauan atau ketidakrapian.
  22. Atephobia: Takut tinggal di pegunungan atau dirumah bertingkat karena dibayangi oleh ketakutan akan reruntuhan.
  23. Auroraphobia: Ketakutan pada aurora atau cahaya utara, yaitu suatu fenomena alam yang hanya tampak di daerah belahan utara bumi.
  24. Automanophobia: Takut pada suara perut, makhluk animasi, patung lilin, segala sesuatu yang secara salah merepresentasikan makhluk yang memiliki persepsi.
  25. Autophobia: Ketakutan pada diri sendiri.
  26. Bacilliophobia / Microphobia: Ketakutan akan baksil atau kuman.
  27. Ballistophobia: Ketakutan terhadap proyektil, misalnya peluru kendali, roket, mortir atau meriam.
  28. Basophobia / Stasiphobia: Ketakutan untuk berdiri tegak atau ketakutan untuk berjalan.
  29. Bathophobia: Ketakutan akan kedalaman atau obyek yang lebih tinggi, misalnya gedung pencakar langit atau tebing yang curam.
  30. Belonephobia / Aichmophobia: Ketakutan pada benda-benda yang tajam.
  31. Bibliophobia: Ketakutan bila melihat buku.
  32. Botophobia: Ketakutan pada ruang atau kamar dibawah tanah.
  33. Bromhidrophobia: Ketakutan bila dirinya mengeluarkan bau badan atau takut kepada bau badan orang lain.
  34. Brontophobia: Ketakutan akan suara halilintar.
  35. Bufonophobia: Takut pada katak.
  36. Cancerphobia: Ketakutan akan akan penyakit kanker.
  37. Cheimaphobia / Psycrophobia: Ketakutan bila kedinginan.
  38. Chermatophobia: Ketakutan terhadap uang.
  39. Chromatophobia: Ketakutan akan warna-warna tertentu, misalnya ketakutan akan warna merah (erythrophobia). Phobia terhadap warna hitam lebih sering dihubungkan dengan phobia terhadap kegelapan (noctiphobia).
  40. Chronophobia: Ketakutan pada suara jam berdentang.
  41. Cibophobia: Takut makan karena takut menjadi sakit akibat kuman yang ada dalam makanan.
  42. Claustrophobia: Ketakutan berada dalam ruangan sempit.
  43. Cleithrophobia: Ketakutan apabila terkunci didalam suatu ruangan.
  44. Clinicophobia: Ketakutan untuk ke dokter atau berobat.
  45. Cremnophobia: Ketakutan berada di tebing yang curam.
  46. Coitophobia: Ketakutan untuk melakukan persetubuhan dengan lawan jenis.
  47. Coprophobia / Mysophobia / Tocophobia: Takut terhadap kotoran.
  48. Crystallophobia / Hyalophobia: Ketakutan terhadap benda-benda yang terbuat dari gelas.
  49. Cynophobia: Ketakutan terhadap anjing.
  50. Demonophobia / Ghostphobia: Ketakutan akan setan-setan.
  51. Diabetophobia: Takut terhadap penyakit diabetes / kencing manis.
  52. Domatophobia / Oikophobia: Ketakutan yang terjadi bila berada didalam rumah.
  53. Doraphobia: Ketakutan yang terjadi bila menjamah bulu binatang.
  54. Dromophobia: Ketakutan untuk mengembara.
  55. Dysmorphophobia / Teratophobia: Takut pada orang cacat.
  56. Electrophobia: Ketakutan terhadap listrik.
  57. Electrophobia: Ketakutan terhadap listrik.
  58. Entomophobia / Melissophobia: Ketakutan pada serangga.
  59. Ereutophobia: Ketakutan akan rasa malu.
  60. Ergophobia: Takut bekerja.
  61. Erotophobia: Takut akan cinta sexuil.
  62. Eurotophobia: Takut pada alat kelamin wanita.
  63. Galeophobia / Ailurophobia / Gatophobia: Takut akan kucing.
  64. Gamaphobia: Takut akan perkawinan.
  65. Genophobia: Takut sakit demam panas.
  66. Gephyrophobia / Gephydrophobia / Gephysrophobia: Takut menyeberang jembatan.
  67. Gerontophobia: Ketakutan terhadap usia tua.
  68. Graphophobia: Ketakutan bila melihat tulisan.
  69. Gynaephobia: Perasaan takut kepada wanita.
  70. Hadephobia: Takut akan neraka.
  71. Hamartophobia: Takut akan dosa dan kesalahan.
  72. Hapephobia: Ketakutan terhadap sentuhan fisik.
  73. Hellenologophobia: Takut pada istilah atau terminologi ilmiah rumit dari bahasa Yunani.
  74. Hierophobia: Ketakutan akan barang-barang suci.
  75. Hematophobia: Ketakutan melihat darah.
  76. Heliophobia: Ketakutan bila melihat atau terkena sinar matahari.
  77. Hodophobia: Takut bepergian.
  78.  Homichlophobia: Ketakutan pada kabut.
  79. Homophobia: Ketakutan pada orang-orang homo seks.
  80. Hormephobia: Takut pada suatu kejutan.
  81. Hydrophobia / Iyssophobia: Takut pada air.
  82. Hygrophobia: Ketakutan pada tempat yang lembab.
  83. Hylophobia: Ketakutan terhadap hutan.
  84. Hypengyophobia: Ketakutan terhadap tanggung jawab.
  85. Hypnophobia: Ketakutan untuk tidur.
  86. Ichtyophobia: Ketakutan terhadap ikan.
  87. Ideophobia: Ketakutan akan ide-ide.
  88. Iophobia: Ketakutan bila melihat racun.
  89. Kakorhaphiophobia: Takut akan kegagalan.
  90. Kathisophobia: Takut duduk.
  91. Kinesophobia: Takut melihat gerakan-gerakan.
  92. Kleptophobia / Harpaxophobia: Takut pada pencuri atau perampok.
  93. Linonophobia: Takut akan benang, tali atau senar.
  94. Lygophobia: Takut berada di tempat gelap.
  95. Lyssophobia: Takut bila menjadi gila.
  96. Mastigophobia: Takut pada hukuman.
  97. Merinthophobia: Ketakutan bila diikat.
  98. Metallophobia: Ketakutan terhadap benda-benda logam.
  99. Misophobia: Takut terkena kotoran atau kuman.
  100. Monophobia: Takut bila ditinggal seorang diri.
  101. Myctophobia: Takut akan apa-apa yang gelap.
  102. Mythophobia: Takut untuk tertipu.
  103. Necrophobia: Takut terhadap orang mati atau mayat.
  104. Neophobia / Kainophobia: Takut pada segala sesuatu yang baru.
  105. Nyctophobia: Takut gelap atau malam.
  106. Obesitophobia: Ketakutan untuk menjadi gemuk.
  107. Octophobia: Takut pada angka 8.
  108. Odontophobia: Takut pada gigi binatang.
  109. Ombrophobia: Takut pada hujan.
  110. Onemophobia / Phronemophobia: Takut untuk berpikir.
  111. Onomatophobia: Takut mendengar suatu nama tertentu.
  112. Ophidiophobia: Takut akan ular atau binatang melata.
  113. Ophthalmophobia / Scopophobia: Takut dilihat oleh orang lain.
  114. Oneirophobia: Takut pada mimpi.
  115. Ornithophobia: Takut pada burung.
  116. Papyrophobia: Takut pada kertas.
  117. Paraphobia: Takut pada penyimpangan seksual.
  118. Pathophobia / Nosophobia: Takut akan penyakit.
  119. Peccatiphobia: Takut berbuat dosa.
  120. Pedagogiephobia: Takut pada suatu pendidikan.
  121. Pediculophobia: Takut pada binatang kutu.
  122. Pedophobia: Takut berjumpa dengan anak-anak.
  123. Pengophobia: Takut pada siang hari.
  124. Pharmacophobia / Hydrargyrophobia: Takut terhadap berbagai macam obat-obatan.
  125. Photophobia: Takut akan sinar atau cahaya.
  126. Phobophobia: Takut pada phobia.
  127. Phonophobia: Takut pada bunyi atau suara (termasuk suaranya sendiri).
  128. Pnygophobia: Ketakutan akan bayangan kematian tidak dapat bernapas atau tercekik.
  129. Pyrexeophobia / Febriphobia: Takut pada panas.
  130. Pyrophobia: Takut terhadap api.
  131. Rhabdophobia: Takut dipukul.
  132. Rodentiophobia: Takut terhadap tikus.
  133. Scatophobia: Takut pada kotoran atau tinja.
  134. Scelerophobia: Takut pada orang-orang jahat / perampok.
  135. Selaphobia: Takut pada kilat.
  136. Siderodromophobia: Takut pada kereta api, rel atau perjalanan dengan menggunakan kereta api.
  137. Social Phobia: Takut dinilai secara negatif dalam situasi-situasi sosial.
  138. Sociophobia / Ochlophobia / Polyphobia: Ketakutan akan sekumpulan orang.
  139. Surgerophobia: Ketakutan untuk menjalani suatu operasi.
  140. Taphephobia: Ketakutan apabila dikubur hidup-hidup.
  141. Telephonophobia: Takut pada telepon.
  142. Teratophobia: Ketakutan akan melahirkan anak cacat atau anak yang menyerupai monster.
  143. Thalassophobia: Ketakutan terhadap lautan.
  144. Thanatophobia / Thantophobia: Takut pada kematian.
  145. Theophobia: Ketakutan terhadap Tuhan.
  146. Tocophobia / Maieusiophobia: Takut bila melihat kelahiran bayi.
  147. Toxicophobia: Takut akan diracun.
  148. Trichophobia: Ketakutan pada rambut atau bulu.
  149. Triskaidekaphobia: Ketakutan pada bilangan 13.
  150. Ufophobia: Ketakutan akan munculnya makhluk angkasa luar.
  151. Vaccinophobia: Takut di suntik.
  152. Verminophobia: Takut pada kuman.
  153. Vermiphobia / Helminthophobia: Takut pada cacing.
  154. Xenophobia: Ketakutan pada orang asing atau orang dari negara asing.
  155. Zoophobia: Takut pada binatang.
  156. Dan masih banyak lagi yang lainnya…