Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan
atau tulis yang memiliki sekurang-kurangnya subjek dan predikat. Bagi seorang
pendengar atau pembaca, kalimat adalah kesatuan kata yang mengandung makna atau
pikiran. Sedangkan bagi penutur atau penulis, kalimat adalah satu kesatuan
pikiran atau makna yang diungkapkan dalam kesatuan kata.
Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu
akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian edektif dalam
kalimat adalah ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam
situasi kebahasaan tertentu pula.
Jadi Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat
mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan
gagasan yang sama tepatnya di dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang
dipikirkan oleh pembicara atau penulis.
Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli
bahasa:
2.Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas
sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. (Akhadiah, Arsjad, dan
Ridwan: 2001)
3.Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria
jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca. (Arifin: 1989)
4.Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat
menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca.
(Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi: 2009)
SYARAT KALIMAT EFEKTIF :
a. Bentukan kata
harus sesuai EYD
b. Struktur kalimat
tepat
c. Kesejajaran
d. Kontaminasi
e. Pleonasme
f. Menggunakan kata
baku
g. Kelogisan
h. Selalu
menggunakan EYD
A. Bentukan kata
Salah satu penyebab kalimat tidak efektif adalah penggunaan
bentukan kata berimbuhan yang tidak tepat.
Contoh:
1. Anak-anak
melempari batu ke dalam sungai.
2. Guru menugaskan
siswanya membuat karangan.
Kalimat-kalimat tersebut tidak efektif karena menggunakan
kata berimbuhan yang tidak tepat.
Akhiran –i pada kata melempari pada kalimat 1
membutuhkan objek yang bergerak, sedangkan akhiran –kan pada kata menugaskan
membutuhkan objek yang diam.
Perbaikannya :
1. Anak-anak
melemparkan batu ke dalam sungai.
2. Guru menugasi
siswanya membuat karangan.
B. Struktur kalimat
Penyebab lain ketidakefektifan kalimat adalah pemakaian
struktur kalimat yang tidak tepat. Misalnya, penempatan subjek dan predikat
yang tidak jelas.
Contoh:
1. Di antara ketiga
anaknya memiliki perbedaan sifat.
2. Kalau lulus
ujian, maka saya akan mengadakan syukuran.
Kalimat 1 tersebut tidak efektif karena tidak ada subjeknya.
Subjek kalimat tersebut terganggu oleh adanya preposisi di. Sementara pada
kalimat 2 induk kalimat saya akan mengadakan syukuran terganggu oleh munculnya
konjungsi maka.
Perbaikannya :
1. a. Ketiga
anaknya memiliki perbedaan sifat
b. Di antara ketiga anaknya terdapat perbedaan sifat
2. Kalau lulus ujian, saya akan mengadakan syukuran.
C. Kesejajaran
Kesejajaran berarti kesamaan bentuk kata yang digunakandalam
kalimat. Bila bentuk pertama menggunakan kata kerja, bentuk selanjutnya juga
harus kata kerja. Dan seterusnya.
Contoh:
1. Tugas para
pekerja itu adalah mengecat rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan pagar.
2. Kegiatan hari
ini adalah mengedit karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah.
Perbaikannya :
1. Tugas para
pekerja itu adalah pengecatan rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan
pagar.
2. Kagiatan hari
ini adalah pengeditan karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah.
D. Kontaminasi
Dalam bidang bahasa, kontaminasi berarti kerancuan atau
kekacauan penggunaan kata, frasa, maupun kalimat.
Contoh:
1. Di yayasan itu
dipelajarkan berbagai keterampilan wanita.
2. Kita harus
mengeyampingkan urusan pribadi kita.
3. Buku itu sudah
dibaca oleh saya.
Pada kalimat 1 dan 2 terdapat kerancuan bentuk kata
dipelajarkan dan mengeyampingkan sedangkan pada kalimat 3 terjadi kerancuan
bentuk kalimat pasif.
Perbaikannya:
1. a. Di yayasan
itu diajarkan berbagai keterampilan wanita.
b. Di yayasan itu dipelajari berbagai keterampilan wanita.
2. Kita harus mengesampingkan urusan pribadi kita.
3. Buku itu sudah saya baca.
E. Pleonasme
Gejala pleonasme berarti menggunakan kata-kata yang
berlebihan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh:
1. Pada zaman
dahulu kala, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh.
2. Kesehatannya
telah pulih kembali.
Kedua kalimat tersebut menggunakan kata yang berlebihan.
Pada kalimat 1 kata zaman = waktu = kala, jadi cukup digunakan salah satu saja,
sedangkan pada kalimat kedua kata pulih = kembali seperti semula.
Perbaikannya :
1. Pada zaman
dahulu, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh.
2. Kesehatannya
telah pulih.
http://bahasakubahasamu.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.