Flying Cute Baby Blue Butterfly khaika13: Upaya Agar Bahasa Indonesia Menjadi Tuan Rumah Di Negara Sendiri
tidak ada yang tidak mungkin selama kita masih mau mencoba, berusaha, dan berdoa
:)

Rabu, 12 Desember 2012

Upaya Agar Bahasa Indonesia Menjadi Tuan Rumah Di Negara Sendiri



Pesatnya perkembangan jaman memacu cepatnya penambahan kata-kata yang kita gunakan sehari-hari. Misalnya saja sekarang anak muda lebih memakai “OTW” atau singkatan dari “On The Way” yang berarti “dijalan” dibandingkan menggunakan bahasa sebenarnya. Selain itu muncul kata-kata lain yang di klaim sebagai bahasa gaul seperti: kepo, rempong, yeiy, dll.
Jika tidak dikendalikan kemurnian Bahasa Indonesia bisa tersingkir dan terhapus. Apa yang dapat kita lakukan agar Bahasa Indonesia tetap jaya namun tidak terkesan kaku?

1.       Membiasakan Pejabat Tinggi Menggunakan Bahasa Indonesia
Pejabat tinggi merupakan panutan. Maka alangkah baiknya jika mereka membiasakan diri untuk berbicara santun dan berbahasa Indonesia dengan benar. Jika para pejabat tinggi dan pejabat Negara saja tidak menggunakan bahasa yang baik dalam kesehariannya, bagaimana rakyat bisa mencontoh? Tidak heran kalau beberapa decade ini penggunaan Bahasa Indonesia sedikit tersingkir oleh berkembang pesatnya bahasa gaul dan penggunaan bahasa asing yang telah menjadi pemandangan yang biasa.

2.       Menggunakan orang sukses dan terkenal sebagai obyek
Orang yang sukses sudah pasti banyak pengagumnya, tidak heran jika beberapa pengusaha menjadi mendadak terkenal bak selebriti. Sebut saja Ippho Santosa, Rangga Umara, Tung Desem Waringin, Dahlan Iskan, dsb. Mereka adalah orang-orang sukses yang telah melalui pahit getir kehidupan hingga mencapai puncak kesuksesan seperti sekarang ini. Jika mereka yang telah menjadi panutan ribuan masyarakat bersikap dan berbahasa dengan baik, tentu saja pengagumnya pun akan mengikuti bersikap seperti mereka. Apalagi jika mereka yang menjadi ikon untuk mengkampanyekan Berbahasa Indonesia, akan banyak peminatnya.

3.       Penggunaan Bahasa Indonesia di berbagai aspek
Perkembangan jaman yang pesat ini mengakibatkan pertukaran informasi yang sangat pesat pula. Mulai dari media radio, televise, internet, penggunaan berbagai gadget, dsb. Akan lebih baik jika media baik online maupun offline menggunakan Bahasa Indonesia. Contohnya dalam acara-acara televise seperti sinetron, kuis, drama, edukasi, maupun hiburan jika penggunaan bahasanya benar dan teratur tidak aka nada yang namanya kata-kata kotor yang dilarang dan tidak pantas diucapkan terutama untuk didengar oleh anak kecil. Karena segala sesuatunya harus dimulai sejak dini.

4.       Kesadaran Kita Sebagai Masyarakat
Kita sebagai masyarakat yang bertanah air Indonesia hendaknya menjaga dan mempertahankan budaya kita. Jangan sampai kecintaan terhadap bahasa sendiri hilang hanya karena masuknya budaya luar seperti korea, jepang, eropa, atau amerika. Memang bagus mempelajari lebih dalam tentang budaya luar, namun jangan sampai kita melupakan budaya negeri sendiri. jika perubahan besar tidak mungkin dilakukan, tidak ada salahnya dimulai dari diri sendiri J.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.