Pesatnya perkembangan jaman memacu cepatnya penambahan
kata-kata yang kita gunakan sehari-hari. Misalnya saja sekarang anak muda lebih
memakai “OTW” atau singkatan dari “On The Way” yang berarti “dijalan”
dibandingkan menggunakan bahasa sebenarnya. Selain itu muncul kata-kata lain
yang di klaim sebagai bahasa gaul seperti: kepo, rempong, yeiy, dll.
Jika tidak dikendalikan kemurnian Bahasa Indonesia bisa
tersingkir dan terhapus. Apa yang dapat kita lakukan agar Bahasa Indonesia
tetap jaya namun tidak terkesan kaku?
1. Membiasakan Pejabat Tinggi Menggunakan
Bahasa Indonesia
Pejabat tinggi merupakan panutan. Maka alangkah
baiknya jika mereka membiasakan diri untuk berbicara santun dan berbahasa
Indonesia dengan benar. Jika para pejabat tinggi dan pejabat Negara saja tidak
menggunakan bahasa yang baik dalam kesehariannya, bagaimana rakyat bisa
mencontoh? Tidak heran kalau beberapa decade ini penggunaan Bahasa Indonesia
sedikit tersingkir oleh berkembang pesatnya bahasa gaul dan penggunaan bahasa
asing yang telah menjadi pemandangan yang biasa.
2. Menggunakan orang sukses dan terkenal
sebagai obyek
Orang yang sukses sudah pasti banyak
pengagumnya, tidak heran jika beberapa pengusaha menjadi mendadak terkenal bak
selebriti. Sebut saja Ippho Santosa, Rangga Umara, Tung Desem Waringin, Dahlan
Iskan, dsb. Mereka adalah orang-orang sukses yang telah melalui pahit getir
kehidupan hingga mencapai puncak kesuksesan seperti sekarang ini. Jika mereka
yang telah menjadi panutan ribuan masyarakat bersikap dan berbahasa dengan
baik, tentu saja pengagumnya pun akan mengikuti bersikap seperti mereka. Apalagi
jika mereka yang menjadi ikon untuk mengkampanyekan Berbahasa Indonesia, akan
banyak peminatnya.
3. Penggunaan Bahasa Indonesia di berbagai aspek
Perkembangan jaman yang pesat ini
mengakibatkan pertukaran informasi yang sangat pesat pula. Mulai dari media
radio, televise, internet, penggunaan berbagai gadget, dsb. Akan lebih baik
jika media baik online maupun offline menggunakan Bahasa Indonesia. Contohnya dalam
acara-acara televise seperti sinetron, kuis, drama, edukasi, maupun hiburan
jika penggunaan bahasanya benar dan teratur tidak aka nada yang namanya
kata-kata kotor yang dilarang dan tidak pantas diucapkan terutama untuk
didengar oleh anak kecil. Karena segala sesuatunya harus dimulai sejak dini.
4. Kesadaran Kita Sebagai Masyarakat
Kita sebagai masyarakat yang bertanah air
Indonesia hendaknya menjaga dan mempertahankan budaya kita. Jangan sampai
kecintaan terhadap bahasa sendiri hilang hanya karena masuknya budaya luar
seperti korea, jepang, eropa, atau amerika. Memang bagus mempelajari lebih
dalam tentang budaya luar, namun jangan sampai kita melupakan budaya negeri
sendiri. jika perubahan besar tidak mungkin dilakukan, tidak ada salahnya
dimulai dari diri sendiri J.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.