Flying Cute Baby Blue Butterfly khaika13: Analisis kesalahan berbahasa Indonesia dalam media
tidak ada yang tidak mungkin selama kita masih mau mencoba, berusaha, dan berdoa
:)

Rabu, 09 Januari 2013

Analisis kesalahan berbahasa Indonesia dalam media



Masih mengenai kalimat efektif, sekarang ini sangat banyak media offline maupun online di Indonesia menggunakan kalimat yang tidak efektif. Memang masyarakat kita “agak susah” dihimbau untuk membaca, alhasil kini media di Indonesia menggunakan sedikit bahasa baku dan cenderung membuat artikel dengan menggabungkan sedikit bahasa modern didalamnya untuk menampilkan kesan “enak dibaca”. Bagamana contohnya? Perhatikan artikel berikut yang saya kutip dari detik.com.

REVIEW SONY XPERIA Z
1. Desain Khas Sony
Dengan ukuran layar 5 inch, Xperia Z adalah ponsel yang besar. Namun ukurannya sangat tipis dengan ketebalan hanya 7,9 mm saja dan berat 146 gram.

Desainnya sendiri terlihat mantap dan menampakkan kesan premium, dengan bentuk cenderung kotak khas ponsel Sony selama ini. Dalam arti, orang akan langsung mengetahui Xperia Z adalah ponsel Sony.

Sebagian bahan pembuatan Xperia Z adalah dari kaca. Sudah pasti sangat rapat karena handset ini dirancang tahan air.

Saat dipasarkan, Xperia Z akan tersedia dalam beberapa pilihan warna. Di antaranya hitam, ungu dan juga putih.

2. Layar Kinclong
Salah satu sektor yang paling diunggulkan di Xperia Z adalah layar Reality Display. Dengan resolusi full definisi tinggi 1080p, tampilannya hampir dipastikan cemerlang.

Ditambah lagi kepadatan pixelnya mencapai 433 ppi (pixel per inch). Dan dibekali teknologi layar khas Sony, Mobil Bravia Engine.

Teknologi Sony Bravia Mobile tersebut diklaim dapat mempertajam kontras dan ketajaman foto dan video. Dan dalam beberapa produk ponsel Sony sebelumnya, klaim tersebut cukup terbukti.

Dengan layar besar dan resolusi tinggi, agaknya aktivitas multimedia di handset ini akan memuaskan penggunanya.

3. Hardware Kelas Atas
Sebagai ponsel yang paling dijagokan, tentu Sony tidak main-main dengan spesifikasi Xperia Z. Performanya dipastikan mantap di atas kertas dengan prosesor 1,5 GHz quad core Snapdragon S4.

Spesifikasi lainnya meliputi RAM 2GB, memori internal 16GB dan slot microSD. Sony juga menggabungkan teknologi yang ada di berbagai lini produknya untuk Xperia Z.

Misalnya, sektor kamera dibekali Exmor RS for mobile, sensor image dengan HDR (High Dyanamic Range) video pertama di dunia untuk smartphone.

Sektor pemutar musik terdedikasi memakai teknologi Walkman. Sedangkan beberapa game dibuat eksklusif dengan sertifikasi PlayStation.

Baterainya yang berkekuatan 2.330 mAh dibekali teknologi Stamina mode. Teknologi ini diklaim bisa memperpanjang daya tahan baterai dengan secara otomatis mematikan aplikasi yang memakan daya baterai saat layar dimatikan. Kemudian dihidupkan lagi ketika layar dinyalakan.

4. Tahan Air dan Debu
Tidak banyak atau malah mungkin tidak ada ponsel flagship yang memiliki bodi tahan air. Xperia Z adalah perkecualian karena ia punya ketahanan itu, di samping juga tahan debu.

Dengan sertifikasi IP 57, bodi Xperia Z memang dirancang cukup kuat. Ia mampu bertahan hidup selama setengah jam dalam kedalaman air 1 meter.

Tentu saja bodi yang kuat bisa membuat penggunanya sedikit tenang. Karena kalaupun ponsel tidak sengaja terjatuh di air atau terkena debu, masih tetap bertahan.

5. Kesimpulan Awal
Xperia Z adalah ponsel terbaik Sony saat ini. Mereka membenamkan banyak teknologi dan fitur yang membuatnya punya performa tinggi.

Desainnya pun lumayan berkelas. Dan juga tangguh karena tahan air dan tahan debu, tanpa mengorbankan estetika desain.

Sudah pasti Xperia Z punya potensi besar. Sayangnya, Sony belum menyebut informasi kapan ia beredar dan berapa harganya.

Jika waktu pemasarannya tepat, Xperia Z berpotensi diminati pasar. Namun demikian, masih perlu ditunggu apakah ia mampu berkibar ketika handset flagship dari Samsung, Galaxy S IV, atau dari HTC datang nantinya.

sumber : Detik.com


Berdasarkan artikel diatas, terdapat kesalahan berbahasa, diantaranya terlalu banyak menggunakan istilah teknologi dalam bahasa asing (Bahasa Inggris), dan di beberapa paragraph menggunakan bahasa tidak baku.
Pada kalimat “Dengan layar besar dan resolusi tinggi, agaknya aktivitas multimedia di handset ini akan memuaskan penggunanya.” Disini kata agaknya tidak termasuk ke dalam penggunaan berbahasa Indonesia dengan baik, mungkin kata tersebut bisa diganti dengan kata “sepertinya” akan lebih efektif dan lebih dimengerti.

Seanjutnya di bagian kalimat “Dengan sertifikasi IP 57, bodi Xperia Z memang dirancang cukup kuat. Ia mampu bertahan hidup selama setengah jam dalam kedalaman air 1 meter.” Kata bertahan hidup yang biasanya digunakan untuk makhluk hidup digunakan di kalimat ini dengan objek sebuah handphone. Mungkin hanya kiasan, namun bisa diefektifkan dengan kata “ia tidak mudah rusak selama setengah jam dalam kedalaman air 1 meter”.

Mungkin itu saja sebagian review untuk berbahasa di media dengan menggunakan kalimat yang efektif. Sekarang ini sudah sangat banyak situs yang menyuguhkan berita menggunakan bahasa yang tidak efektif, bahkan banyak yang menggunakan “bahasa gaul” di artikel beritanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.