Flying Cute Baby Blue Butterfly khaika13: Masalah Sosial SEbagai Efek Perubahan (Kasus Lingkungan Hidup)
tidak ada yang tidak mungkin selama kita masih mau mencoba, berusaha, dan berdoa
:)

Kamis, 11 November 2010

Masalah Sosial SEbagai Efek Perubahan (Kasus Lingkungan Hidup)

Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Dosen : Muhamad Burhan Amin

Topik Tugas : Masalah Sosial Sebagai Efek Perubahan (Kasus Lingkungan Hidup)

Kelas : 1-KA34

Dateline Tugas : 11 November 2010
Tanggal Penyerahan & Upload tugas : 11 November 2010





PERNYATAAN
Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam tugas ini kami buat sendiri tnpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, kami siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.




Penyusun

NPM Nama Lengkap Tanda Tangan
19110277 Ika Purnamasari









Program Sarjana Sistem Informasi S-1
UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR



Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan berkat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Ilmu Sosial Dasar ini. Penulisan makalah yang diberi judul “Masalah Sosial Sebagai Efek Perubahan” ini bertujuan untuk mengetahui kasus-kasus lingkungan hidup yang terjadi saat ini dan sebagai tugas mata kuliah softskill yang diberikan oleh Bapak Muhammad Burhan Amin.

Semoga penulisan makalah ini bermanfaat dan menjadi sumber inspirasi bagi pembaca.
Dari penyusunan karya tulis ini, penulis merasa masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang berguna dimasa yang akan datang.


Bekasi, 11 November 2010



Ika Purnamasari




















DAFTAR ISI

Cover i
Surat Pernyataan ii
Kata Pengantar iii
Daftar Isi iv

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1
1.2 Penyebab Terjadinya Global Warming 2

BAB II PERMASALAHAN

2.1 Dampak Pemanasan Global 4
2.2 Cara penanggulangan Pemanasan Global 5
2.3 Langkah Jangka Panjang Yang Harus Ditempuh 6

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

3.1 Kesimpulan 8
3.2 Rekomendasi 8

REFERENSI 9



BAB I
PENDAHULUAN


Perubahan iklim yang terjadi saat ini tidak lepas karena akibat manusia itu sendiri. Perubahan iklim sudah menganggu kota-kota di negara berkembang Asia dan akan makin parah pada masa-masa mendatang. Dampak dari perubahan iklim bisa beragam mulai dari keamanan nasional hingga ketersediaan air bersih. Pembakaran bahan bakar fosil, sebagai sumber energi merupakan sumber utama dari emisi sulfur dioksida, polutan terbesar di atmosfer. Hal ini menyebabkan meningkatnya berbagai penyakit terutama yang berkaitan dengan pernapasan.
Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
1.1 Latar Belakang
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar.
Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kacaantara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Oleh karena itu bumi sangat perlu tindakan-tindakan yang bersifat menghijaukan bumi. Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas Matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?

Sampai baru pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi. Apa itu gas rumah kaca?
Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.
1.2 Penyebab Terjadinya Global Warming
Ada beberapa hal yang menyebebkan terjadinya global warming. Diantaranya:
1.2.1 Efek Rumah Kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
1.2.2 Efek Umpan Balik
Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.
1.2.3 Variasi Matahari
Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini.] Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.

BAB II
PERMASALAHAN

2.1 Dampak Pemanasan Global
2.1.1 Perubahan Iklim
Perubahan Iklim ialah perubahan suhu, tekanan udara, angin, curah hujan, dan kelembaban sebagai akibat dari Pemanasan Global.mencairnya es dibelahan bumi kutub utara menjadikan daratan yang berada disekitarnya mengecil. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.Contoh dampak dari perubahan iklim yaitu menurunnya hasil pertanian pada negara-negara berkembang seperti pada negara Afrika yang beresiko mengalami kemunduran ekonomi dan pembangunan.
2.1.2 Peningkatan Permukaan Laut
Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 – 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change)memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 – 35 inchi) pada abad ke-21.Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau.
2.1.3 Suhu Global Meningkat
Dengan meningkatnya suhu global dalam keadaan tertentu dapat menguntungkan suatu wilayah karena curah hujan lebih tinggi dan masa tanam lebih lama.namun pada daerah lain bertambahnya suhu menjadikan mereka kekeringan dan kekurangan air.contohnya diwilayah Kanada dengan meningkatnya curah hujan sedangkan di Afrika terjadi kekeringan akibat terjadinya kenaikan suhu
2.1.4 Kebakaran Hutan
Area hutan yang kering akibat terjadinya kenaikan suhu sehingga hutan mudah terbakar.contohnya keebakaran hutan yang ada di Australia.
2.1.5 Situs Purbakala Cepat Rusak
Suhu yang ekstrim akan menyebabkan kerusakan situs purbakala lebih rapuh.
2.1.6 Ketinggian Gunung Berkurang
Contonya pegunungan Alpen yang mengalami penurunan ketinggian karena es yang berada di puncak gunung meleleh.
2.1.7 Satelit Bergerak Lebih Cepat
Makin banyak CO2 yang dihasilkan makin kuat dorongan pada atmosfer bumi sehingga mempercepat pergerakan satelit.
2.1.8 Peningkatan Kasus Alergi
Tingkat CO2 yang meningkat dan iklim yang tak menentu dapat memicu timbulnya alergi.
2.1.9 Migrasi Hewan Besar-besaran
Yang ditimbulkan karena habitat hewan yang semula dapat ditinggalai telah rusak dan memicu gerakan migrasi besar-besaran.
2.1.10 Terjadinya Seleksi Alam
Yang menyebabkan kepunahan beberapa jenis hewan dan tumbuhan dikarenakan mereka tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

2.2 Cara Penanggulangan Pemanasan Global
Selama ini kita mengenal slogan “one man one tree” yang disuarakan untuk menggerakan kita agar kembali menanam pohon. Namun gerakan ini belum berfungsi secara efektif karena beberapa kendala. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk meminimalkan global warming:
2.2.1 kesadaran masyarakat
jika masyarakat sadar diri dan mau menjaga bumi maka dengan sendirinya mereka akan menyayangi dan memelihara segala sesuatu yang ada di bumi.
2.2.2 membuang sampah pada tempatnya.
2.2.3 Mengurangi pemakaian kantong plastic
2.2.4 Tidak membakar sampah sembarangan. Karena asap pembakaran sampah merupakan salah satu gas perusak bumi.
2.2.5 Mulailah memisahkan sampah organic dan sampah non organic.
2.2.6 Memekai bahan bakar gas.

2.3 Langkah Jangka Panjang Yang Harus Ditempuh
Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.
Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.
Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.
Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, dimana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.
Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbon dioksida sama sekali.

BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

3.1 Kesimpulan
Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia. Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya.Penangguangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka pmanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini.
Oleh karena itu, marilah kita menerapkan gerakan “one man one tree” agar bumi kita terlindungi dari global warming. Dan masa depan umat manusia terjaga.
3.2 Rekomendasi
Kehidupan ini berawal dari kehidupan di bumi jauh sebelum makhluk hidup ada. Maka dari itu untuk menjaga dan melestarikan bumi ini harus beberapa dekade kah kita memikirkannya. Sampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua dan memohon agar kita menjaga serta melstarikannya. Marilah kita bergotong royang untuk menyelematkan bumi yang telah memberikan kita kehidupan yang sempurna ini. Stop global warming.

REKOMENDASI

http://organisasi.org/definisi-pengertian-masalah-sosial-dan-jenis-macam-masalah-sosial-dalam-masyarakat
http://www.membuatblog.web.id/2010/03/penyebab-global-warming.html
http://school-press.com/sman2bandung/2010/01/02/dampak-global-warming/
http://wongtmgloveaworld.blogspot.com/2008/03/cara-cara-mengatasi-global.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Pengendalian_pemanasan_global
http://www.idonbiu.com/2009/06/kesimpulan-dari-permasalahan-pemanasan.html
http://noviawulandari.blogspot.com/2010/04/makalah-masalah-sosial-sebagai-efek.html
(http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/04/masalah-sosial-sebagai-efek-perubahan-kasus-lingkungan-hidup/)

1 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.