Flying Cute Baby Blue Butterfly khaika13
tidak ada yang tidak mungkin selama kita masih mau mencoba, berusaha, dan berdoa
:)

Rabu, 30 Mei 2012

Pemikiran Ibn Khaldun


Selama abad petengahan (abad 5-15) ahli Injil mendominasi pemikiran Eropa. Para pemikir Eropa masih berkutat pada pencarian hakikat manusia, yakni sekitar pertanyaan asal manusia dan perkembangan cultural. Mereka menjawab pertanyaan ini dengan jawaban masalah kepercayaan religious dan mengajukan ide bahwa keberadaan manusia dan semua peradaban manusia adalah ciptaan Tuhan. Jawaban tersebut sangat teologis meskipun sudah ada keterbukaan berpikir dibandingkan dengan masa gelap Eropa.
Sebagaimana diketahui pemikir teologi Gereja mendominasi Eropa abad gelap. Sisi lain yang mempengaruhi pemikir eropa adalah buah eksplorasi mereka ke dunia Timur. Mulai abad 14, penjelajah Eropa mencari kekayaan di tanah baru yang memberikan gambaran tentang kebudayaan eksotis yang mereka temui pada perjalanan mereka di Asia, Afrika dan Amerika. Tetapi penjelajah-penjelajah ini tidak memahami bahasa-bahasa di mana mereka datang dan mereka membuat penelitian singkat san sistematis.
Pada abad 14 Ibn Kaldun menulis sejarah universal yang mengungkapkan secara luar biasa mengenai kemampuan pembelajaran dan kemampuan yang tidak biasa dari Ibn Khaldun yang menyusun teori umum untuk perhitungan perkembangan politik dan social selama berabad-abad. Dia adalah seorang sejarawan muslim satu-satunya yang menyarankan alasan social dan ekonomi bagi perubahan sejarah. Ibn Khaldun mengangkat rasionalitas untuk menganalisa fenomena sosial. Sikap tersebut selanjutnya diaplikasikan dalam menginterpretasi sejarah.
Biografi Singkat Ibn Khaldun
Ibn Khaldun merupakan pemikir dari dunia Arab, di saat dunia Arab mengalami kemandegan. Ibn Khaldun yang bernama lengkap Abu Zaid Abd-Ar-Rahman Ibn Khaldun, seorang sajarawan besar Islam pada abad pertengahan. Ibn Khaldun dilahirkan pada 27 Mei 1332 (1 Ramadhan 732 H) di Tunis.[1]
Keluarga Ibn Khaldun berasal dari Hadramaut dan masih memiliki keturunan dengan Wail Bin hajar, salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW. Ibn Khaldun yang terlahir dari keluarga Arab-Spanyol sejak kecil sudah dekat dengan kehidupan intelektual dan politik.
Ibn Khaldun wafat pada tanggal 26 Ramadhan 808 H (16 Maret 1406M), tak lama stelah ditunjuk keenam kalinya sebagai hakim. Dia dikebumikan di kawasan pemakaman orang sufi di Kairo.
Posisi Sejarah dalam Pemikiran Ibn Khaldun
Untuk mengetahui posisi sejarah dalam teori Ibn Khaldun, kita harus memahami dulu definisi sejarah yang diberikannya. Ibn Khaldun melihat ada dua sisi dalam bangunan sejarah, yakni sisi luar dan sisi dalam.[2]
Dari sisi luar, sejarah itu tidak lebih dari rekaman perputaran kekuasaan pada masa lampau.[3] Tapi jika ditilik secara mendalam, maka sejarah adalah suatu penalaran kritis dan usaha yang cermat untuk mencari kebenaran; suatu penjelasan yang cerdas tentang sebab-sebab dan asal-usul segala sesuatu; suatu pengetahuan yang mendalam tentang bagaimana dan mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi. Oleh karena itu sejarah berakar dalam filsafat (hikmah), dan sejarah pantas dipandang menjadi bagian dari filsafat itu.
Dengan mempertautkan sejarah kepada filsafat, Ibn Khaldun tampak juga mengatakan sejarah memberikan inspiratif dan intuitif kepada filsafat, sedangkan filsafat menawarkan kekuatan logic kepada sejarah. Maka dengan dibekali logika kritis seorang sejarawan akan mampu menyaring dan mengkritik sumber-sumber sejarah, tulisan maupun lisan, sebelum ia sampai kepada proses penyajian final dari penyelidikannya.[4]
Muqaddimah
Hampir semua kerangka konsep pemikiran Ibnu Khaldun tertuang dalam al-muqadddimah. Di al-muqaddimah tersebut, Khaldun menerangkan bahwa sejarah adalah catatan tentang masyarakat manusia atau perdaban dunia, tentang perubahan-perubahan yang terjadi, perihal watak manusia, seperti keliaran, keramah-tamahan, solidaritas golongan, tentang revolusi, dan pemberontakan-pemberontakan suatu kelompok kepada kepada kelompok lain yang berakibat pada munculnya kerajaan-kerajaan dan negara-negara dengan tingkat yang bermacam-macam, tentang pelbagai kegiatan dan kedudukan orang, baik untuk memenuhi kebutuhan hidup maupun kegiatan mereka dalam ilmu pengetahuan dan industri, serta segala perubahan yang terjadi di masyarakat.
Khaldun bahkan memerinci bahwa ekonomi, alam, dan agama merupakan faktor yang memengaruhi perkembangan sejarah. Meski punya pengaruh, faktor ekonomi, alam dan agama bagi Khaldun bukan satu-satunya faktor yang menentukan gerak sejarah. Ilmu lain inilah yang diistilahkan Ibn Khaldun sebagai kultur.
Ilmu kultur bertugas mencari pengertian tentang sebab-sebab yang mendorong manusia bertindak, disamping melacak pemahaman tentang akibat-akibat dari tindakan itu, yaitu seperti tercermin dalam peristiwa-peristiwa sejarah. Tujuan terakhir yang hendak diraih dengan bantuan ilmu kultur dalam peristiwa sejarah adalah ialah aktualisasi kebahagiaan dan kebaikan bersama melalui tindakan dan kebijkan politik.
Teori siklus gerak sejarah sebagaimana yang dia pikirkan didasarkan pada adanya kesamaan sebagian masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. Teori ini sebenarnya merupakan tafsir atas pemikiran Khladun, Khladun sendiri sebenarnya tidak menyampaikannya secara eksplisit. Satu hal yang disampaikan Khaldun secara eksplisit adalah pemikirannya tentang sejarah kritis.
Hal ini sejalan dengan pengertian Sejarah Universal (atau dunia) yang menginginkan pemahaman atas keseluruhan pengalaman kehidupan masa lampau manusia secara total untuk melihatnya pesan-pesan perbedaan pada pesan yang berguna bagi masa depan.
Dua masalah yang mendominasi penulisan sejarah universal, pertama ketersediaan kuantitas bahan dan keberagaman bahasa di mana di dalamnya tertulis mengimplikasikan bahwa sejarah universal mengambil bentuk kerja kolektif atau menjadi sejarah tangan kedua. Kedua, prinsip dari seleksi yang dihubungkan dengan pemilihan studi untuk membentuk taksonomi sejarah yang sesuai. Unit-unit tersebut secara geografis (misal benua), periode, tahap perkembangan atau struktur, peristiwa penting, saling berhubungan (misalnya komunikasi, perjuangan bagi kekuatan dunia, atau perkembangan sistem ekonomi dunia), peradaban atau kebudayaan, kekaisaran dan negara bangsa, atau komunitas terpilih. Sejarah universal telah ditulis terutama oleh sejarawan Barat atau sejarawan dari Asia Barat termasuk Ibnu Khaldun.[5]
Di al-muqaddimah, Khaldun menerangkan bahwa sejarah adalah catatan tentang masyarakat manusia atau perdaban dunia, tentang perubahan-perubahan yang terjadi, perihal watak manusia, seperti keliaran, keramahtamahan, solidaritas golongan, tentang revolusi, dan pemberontakan-pemberontakan suatu kelompok kepada kepada kelompok lain yang berakibat pada munculnya kerajaan-kerajaan dan negara-negara dengan tingkat yang bermacam-macam, tentang pelbagai kegiatan dan kedudukan orang, baik untuk memenuhi kebutuhan hidup maupun kegiatan mereka dalam ilmu pengetahuan dan industri, serta segala perubahan yang terjadi di masyarakat.

Sumber  :
[1] Fuad Baali dan Ali Wardi. 1989. Ibn Khaldun dan Pola Pemikiran Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus. hlm. 9.
[2] Lembaga Studi Islam dan Pengembangan Masyarakat. Kontribusi Pemikiran Ibn Khaldun. Yogyakarta: LSIPM. hlm. 13.
[4] Ibid. hlm. 14
[5] Lembaga Studi Islam dan Pengembangan Masyarakat. op.cit. hlm. 19.

http://filsafat.kompasiana.com/2012/05/28/pemikiran-ibn-khaldun/

Saat Malaikat Datang Menyapa

cerpen ini sekilas memang agak klise, namun banyak pelajaran setelah saya membacanya..
simak ya readers..


“Saat engkau bertanya apakah dosaku telah terhapus, saat engkau bertanya apakah aku pernah melakukan kesalahan, saat air mata mengenang dipelupuk mata, saat do’a kau lantunkan dengan lembut, seluruh jiwa terasa perih.”
Adinda engkau begitu baik dan lembut , engkau juga tidak punya salah atau juga dosa seperti yang engkau tanyakan, tapi Allah ingin mencoba kesabaran mu, sebagai hamba yang dikasihi dan disayangi , engkau adalah adikku yang terbaik, yang aku punya.
Kutatap wajah manis yang tertidur lelap dari dinding kaca, seperti tiada penderitaan yang kau alami , walau dokter sudah memvonis mu bahwa engkau hanya sanggup bertahan hidup hanya 2 tahun lagi, tapi bila Allah mengizinkan, apapun bisa terjadi semua nya hanya Allah yang menentukan mati dan hidupnya seorang kata dokter berwajah teduh itu berkata dengan wajah yang cukup tenang siang tadi , setelah melakukan operasi besar yang memakan waktu kurang lebih 8 jam, tapi aku yang mendengarkan rasanya seperti halilintar disiang hari, antara percaya dan tidak karena adikku juga seorang dokter walaupun hanya dokter umum, tapi mengapa dia tidak pernah tahu kalau dia sudah menderita penyakit kanker yang sudah stadium empat, saat dia tahu penyakitnya malah tenang-tenang saja, hanya menatapku dengan senyum , nggak usah khawatir kak, yang penting kita berusaha, insyallah kalau Allah mengizinkan semua nya bisa membaik katanya tenang.
Tanpa terasa hari terus berganti , sekarang sudah masuk tahun kedua sejak, adikku di jatuhkan vonis menderita kanker stadium empat, badannya pun sudah mulai menyusut, tapi menurut ku malah lebih baik , karena kelihatan lebih cantik karena adikku ini tergolong gemuk, jadi kelihatan lebih langsing , rambutnya yang rontok saat di kemoterapi, sudah mulai tumbuh dengan subur, walau masih kelihatan sangat pendek tapi malah kelihatan lebih hitam dan segar bila dipandang, harapan baru pun mulai tumbuh dihatiku, mudah2an hasil kemoterapinya bisa mematikan sel-sel kanker yang menyerang usus, paru-paru dan hati nya, aku yang awam tentang penyakit kanker ini mulai merasa bahagia melihat perkembangan yang sangat bagus bagi kesehatan adikku. Sehingga pada suatu malam saat aku menemaninya dipembaringan tiba-tiba adikku berkata : “ Kakak, sebenarnya fungsi organ tubuh saya yang didalam ini sudah tidak terlalu berfungsi lagi “ kata nya sambil menunjuk perut, hati, dan dan paru-paru nya, aku hanya diam,karena aku tahu dia juga seorang dokter tentu sudah bisa menganalisa penyakit nya sendiri melihat dari hasil rekam medisnya, kalau aku melihat wajahnya sepertinya dia biasa-biasa saja , cuma akhir-akhir ini memang sering sulit bernafas, dan oksigen pun selalu tersedia untuk membantu pernafasannya.
“Bagaimana ya kak , apakah kita boleh berdo’a meminta sesuatu kepada Allah”, akupun hanya mengangguk sambil ,ikut berdo’a bersamanya , perlahan kudengar do’a nya dengan segala keikhlasan dan kepasrahan.
“Ya, Allah kalau kehidupan merupakan jalan yang terbaik, berilah kehidupan itu, kalau kematian adalah akhir jalan yang terbaik , ambillah aku dalam kasih Mu”, tanpa terasa airmataku berlinang, dan setelah berdo’a kulihat adikku tertidur tenang dan pulas, aku tidak tahu dia tertidur karena menahan sakit atau juga sudah terlelap karena letih karena dia paling tidak pernah mengeluh tentang rasa sakit dan penderitaannya, aku pun mulai meraba denyut nadi dan memperhatikan tarikan nafas nya, jantung ku mulai terasa sesak, oh Tuhan apakah dia sudah Engkau panggil , Alhamdulillah aku masih merasakan denyutan nadi nya juga desahan nafas nya, “ya Allah panjang kanlah umur nya ya Allah biar dia bisa berbakti kepada masyarakat dengan ilmu yang sudah diperolehnya di masa kuliah nya seperti yang dia cita-citakan jangan engkau panggil Dia ya Allah, berikanlah kesembuhan untuk adikku tercinta ya Allah”, akupun berdo’a mengharap kasih sayang dan rahmat dari Allah untuk adikku tercinta.
Dini hari saat subuh tiba-tiba aku dibangun kan oleh sentuhan lembut tangan adikku “kakak bangun kita sholat subuh, kak “ , katanya sambil mengusah-ngusap kepalaku, aku jadi malu, , karena aku, yang ingin menjaganya semalaman, malah aku tertidur pulas , kulihat wajah nya begitu segar, Ya Allah engkau dengar do’aku , harapan baru muncul kembali ternyata Do’aku dan do’a adikku didengar oleh Allah mudah2an umur panjang yang baik yang diberikan oleh Allah, kepadanya rasa gembira tak kepalang tanggung ku bantu dia turun dari tempat tidur , dan menemani nya untuk berwudhu kekamar mandi Alhamdulillah kulihat dia begitu kuat berjalan sendiri tanpa ingin kupapah , bahagia nya hati ini, hari ini aku merasakan kebahagiaan yang luar biasa atas rahmat Allah yang diberikan kepada adikku.
Pagi hari ini merupakan bagi terindah bagi diriku melihat wajah segar duduk didepan ku untuk makan bersama disatu meja dengan orang yang sangat kusayangi ,makan dengan semangat, karena sejak , mulai sakit dan setelah dioperasi , banyak makanan yang tidak boleh dimakan, tapi bagi adikku itu tidak menjadi penghambat untuk dia makan apa yang disarankan oleh dokter semua dimakan dengan senang hati tanpa ada komentar enak atau tidak, sehingga akupun juga semakin semangat makan bersamanya , karena makanan yang di konsumsi sangat membantu kesehatan dan daya tahan tubuh nya, nah yang satu ini selalu dijaganya, jadi walau sakit wajah nya tetap cerah, kadang aku juga tidak merasakan kalau dia sakit .
Sehingga pada suatu hari dia berkata “ Kakak, Alhamdulillah ya, kak saya dikasih sakit sama Allah, jadi saya lebih banyak waktu untuk membaca Al-Qur’an dan merenung atas segala kesalahan saya , semoga Allah memberikan jalan hidup yang terbaik ya kak “ dia berucap sambil tersenyum, aku hanya mengangguk , walau hati ini terasa ingin menangis , diam diam akupun berdo’a “Ya Allah, berikanlah jalan hidup yang terbaik untuk adikku , tercinta hanya engkau tempat aku memohon,” kuusap air mata yang ingin jatuh dipipi, aku selalu berusaha menghindari wajah sedih dihadapannya, karena aku juga tahu dia, selalu berusaha menghibur hatiku, sehingga tidak pernah menampakkan penderitaan nya, tapi aku tahu dia sakit sekali, tapi dia berusaha untuk melawan penderitaan dengan senyum dan zikir kepada Allah.
Pada suatu sore dengan rasa penasaran aku bertanya dengan dokter langganan keluarga kami, “ Pak dokter, apakah penyakit kanker yg sudah stadium empat bisa disembuhkan, karena adik saya seperti nya sehat-sehat saja, kecuali kalau saat lagi di kemoterapi, penderitaannya tidak bisa disembunyikan, tapi setelah habis pengaruh obat kemoterapinya, dia sehat seperti biasa saja,” kulihat pak dokter tertunduk sambil tetap tersenyum, “ Alhamdulillah kalau dia kelihatan sehat seperti biasa - biasa itu adalah suatu rahmat, dari Allah karena setahu saya penyakit yang dideritanya membuat rasa sakit yang luar biasa dan menderita sekali ,” pak dokter berkata dengan jujurnya, karena dia juga sudah menganggap kami sekeluarga sebagai kerabat nya terdekat. Akupun hanya terdiam. Ya Allah, ternyata adikku sebenarnya menyimpan rasa sakit yang sangat dalam aku jadi ingat “firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 155” : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar(atas cobaan itu)”,
Nabi saw juga bersabda: “Tidaklah seorang muslim ditimpa kelelahan, sakit, sedih, duka, gangguan, gundah gulana (kerisauan), bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan hapuskan dengannya (musibah itu) kesalahan-kesalahannya“. (HR: Bukhari).
Semoga Allah akan memberikan kegembiraan kelak untuk adikku, atas dan kesabarannya dan ketabahannya dalam menyembunyikan rasa sakit disekujur tubuhnya.
Hari ini, aku tidak berusaha untuk menahan tangis , dan kesedihan, karena engkau memang benar-benar telah dipanggil oleh Allah kembali kesisiNya dengan senyum manis dan juga ke ikhlasan mu menerima segala cobaan yang terberat di dalam hidup, Malaikat telah datang menyapa mu siang ini , untuk mengambil dan menepatkan engkau disisi Allah, engkau yang kusayangi selama ini, yang tidak pernah mengeluh dan selalu ingin berbagi kebaikan kepada orang lain betapa aku sangat ingat sewaktu engkau baru lulus menjadi dokter , engkau memilih ikut program dokter PTT untuk berbakti di daerah yang sangat terpencil yaitu kepulauan Mentawai, padahal engkau hanyalah seorang wanita, tapi semangat mu begitu besar ingin berbagi, apa yang engkau mliki kepada masyarakatan.
Hari ini engkau memang pergi untuk selamanya dengan semangat dan kebaikan dihati mu, serta membawa rasa sakit, yang kelak akan mengantarkan mu ke Surga nya Allah . Saat Malaikat Menyapa engkau hanya mengucapkan kalimat yang selalu diimpikan oleh setiap muslim, bila menghadap Sang Ilahi yaitu kalimat “Lailahaillallaah, Lailahaillallaah , Lailahaillallaah” sebanyak tiga kali, aku menangis adik ku , aku kehilangan mu tapi aku juga bahagia, karena ada seulas senyum dibibir mu yang manis. Hari ini aku mencium kening mu untuk yang terakhir kali nya, tanpa perlu menyembunyikan rasa sedih, karena engkau sudah tertidur lelap dipangkuan sang Khalik pemilik kehidupan ini. Innalillahi,wainnaailaihi rojiu’n. (Sesungguhnya kita milik Allah dan kita akan kembali kepadaNya)
(Saat kerinduan mengenang kepergiannya mu yang begitu indah, selamat jalan Adinda tercinta).
Yogyakarta, “Afnizar Hasan”

kesimpulan yang bisa saya ambil dari cerita diatas, kita sebagai manusia tidak boleh menyerah dengan keadaan yang ada,,tetap sabar, berdoa dan bertawakal kepada Tuhan. yang patut kita sadari adalah, kita di dunia ini hanyalah titipan, semuanya akan kembali kepadaNYA. tugas kita sekarang ini adalah memberikan yang terbaik untuk keluarga, sahabat, teman, dan semua yang ada disekitar kita.
baik buruknya kita akan dikenang nanti merupakan buah yang telah kita tanam melalui perbuatan kita sekarang ini..

sumber :
http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2012/05/28/saat-malaikat-datang-menyapa/