cerpen ini sekilas memang agak klise, namun banyak pelajaran setelah saya membacanya..
simak ya readers..
simak ya readers..
“Saat
engkau bertanya apakah dosaku telah terhapus, saat engkau bertanya apakah aku
pernah melakukan kesalahan, saat air mata mengenang dipelupuk mata, saat do’a
kau lantunkan dengan lembut, seluruh jiwa terasa perih.”
Adinda
engkau begitu baik dan lembut , engkau juga tidak punya salah atau juga dosa
seperti yang engkau tanyakan, tapi Allah ingin mencoba kesabaran mu, sebagai
hamba yang dikasihi dan disayangi , engkau adalah adikku yang terbaik, yang aku
punya.
Kutatap
wajah manis yang tertidur lelap dari dinding kaca, seperti tiada penderitaan
yang kau alami , walau dokter sudah memvonis mu bahwa engkau hanya sanggup
bertahan hidup hanya 2 tahun lagi, tapi bila Allah mengizinkan, apapun bisa
terjadi semua nya hanya Allah yang menentukan mati dan hidupnya seorang kata
dokter berwajah teduh itu berkata dengan wajah yang cukup tenang siang tadi ,
setelah melakukan operasi besar yang memakan waktu kurang lebih 8 jam, tapi aku
yang mendengarkan rasanya seperti halilintar disiang hari, antara percaya dan
tidak karena adikku juga seorang dokter walaupun hanya dokter umum, tapi
mengapa dia tidak pernah tahu kalau dia sudah menderita penyakit kanker yang
sudah stadium empat, saat dia tahu penyakitnya malah tenang-tenang saja, hanya
menatapku dengan senyum , nggak usah khawatir kak, yang penting kita berusaha,
insyallah kalau Allah mengizinkan semua nya bisa membaik katanya tenang.
Tanpa
terasa hari terus berganti , sekarang sudah masuk tahun kedua sejak, adikku di
jatuhkan vonis menderita kanker stadium empat, badannya pun sudah mulai
menyusut, tapi menurut ku malah lebih baik , karena kelihatan lebih cantik
karena adikku ini tergolong gemuk, jadi kelihatan lebih langsing , rambutnya
yang rontok saat di kemoterapi, sudah mulai tumbuh dengan subur, walau masih
kelihatan sangat pendek tapi malah kelihatan lebih hitam dan segar bila
dipandang, harapan baru pun mulai tumbuh dihatiku, mudah2an hasil kemoterapinya
bisa mematikan sel-sel kanker yang menyerang usus, paru-paru dan hati nya, aku
yang awam tentang penyakit kanker ini mulai merasa bahagia melihat perkembangan
yang sangat bagus bagi kesehatan adikku. Sehingga pada suatu malam saat aku
menemaninya dipembaringan tiba-tiba adikku berkata : “ Kakak, sebenarnya fungsi
organ tubuh saya yang didalam ini sudah tidak terlalu berfungsi lagi “ kata nya
sambil menunjuk perut, hati, dan dan paru-paru nya, aku hanya diam,karena aku
tahu dia juga seorang dokter tentu sudah bisa menganalisa penyakit nya sendiri
melihat dari hasil rekam medisnya, kalau aku melihat wajahnya sepertinya dia
biasa-biasa saja , cuma akhir-akhir ini memang sering sulit bernafas, dan
oksigen pun selalu tersedia untuk membantu pernafasannya.
“Bagaimana
ya kak , apakah kita boleh berdo’a meminta sesuatu kepada Allah”, akupun hanya
mengangguk sambil ,ikut berdo’a bersamanya , perlahan kudengar do’a nya dengan
segala keikhlasan dan kepasrahan.
“Ya,
Allah kalau kehidupan merupakan jalan yang terbaik, berilah kehidupan itu,
kalau kematian adalah akhir jalan yang terbaik , ambillah aku dalam kasih Mu”,
tanpa terasa airmataku berlinang, dan setelah berdo’a kulihat adikku tertidur
tenang dan pulas, aku tidak tahu dia tertidur karena menahan sakit atau juga
sudah terlelap karena letih karena dia paling tidak pernah mengeluh tentang
rasa sakit dan penderitaannya, aku pun mulai meraba denyut nadi dan
memperhatikan tarikan nafas nya, jantung ku mulai terasa sesak, oh Tuhan apakah
dia sudah Engkau panggil , Alhamdulillah aku masih merasakan denyutan nadi nya
juga desahan nafas nya, “ya Allah panjang kanlah umur nya ya Allah biar dia
bisa berbakti kepada masyarakat dengan ilmu yang sudah diperolehnya di masa
kuliah nya seperti yang dia cita-citakan jangan engkau panggil Dia ya Allah,
berikanlah kesembuhan untuk adikku tercinta ya Allah”, akupun berdo’a mengharap
kasih sayang dan rahmat dari Allah untuk adikku tercinta.
Dini
hari saat subuh tiba-tiba aku dibangun kan oleh sentuhan lembut tangan adikku
“kakak bangun kita sholat subuh, kak “ , katanya sambil mengusah-ngusap
kepalaku, aku jadi malu, , karena aku, yang ingin menjaganya semalaman, malah
aku tertidur pulas , kulihat wajah nya begitu segar, Ya Allah engkau dengar
do’aku , harapan baru muncul kembali ternyata Do’aku dan do’a adikku didengar
oleh Allah mudah2an umur panjang yang baik yang diberikan oleh Allah, kepadanya
rasa gembira tak kepalang tanggung ku bantu dia turun dari tempat tidur , dan
menemani nya untuk berwudhu kekamar mandi Alhamdulillah kulihat dia begitu kuat
berjalan sendiri tanpa ingin kupapah , bahagia nya hati ini, hari ini aku
merasakan kebahagiaan yang luar biasa atas rahmat Allah yang diberikan kepada
adikku.
Pagi
hari ini merupakan bagi terindah bagi diriku melihat wajah segar duduk didepan
ku untuk makan bersama disatu meja dengan orang yang sangat kusayangi ,makan
dengan semangat, karena sejak , mulai sakit dan setelah dioperasi , banyak
makanan yang tidak boleh dimakan, tapi bagi adikku itu tidak menjadi penghambat
untuk dia makan apa yang disarankan oleh dokter semua dimakan dengan senang
hati tanpa ada komentar enak atau tidak, sehingga akupun juga semakin semangat
makan bersamanya , karena makanan yang di konsumsi sangat membantu kesehatan
dan daya tahan tubuh nya, nah yang satu ini selalu dijaganya, jadi walau sakit
wajah nya tetap cerah, kadang aku juga tidak merasakan kalau dia sakit .
Sehingga
pada suatu hari dia berkata “ Kakak, Alhamdulillah ya, kak saya dikasih sakit
sama Allah, jadi saya lebih banyak waktu untuk membaca Al-Qur’an dan merenung
atas segala kesalahan saya , semoga Allah memberikan jalan hidup yang terbaik
ya kak “ dia berucap sambil tersenyum, aku hanya mengangguk , walau hati ini
terasa ingin menangis , diam diam akupun berdo’a “Ya Allah, berikanlah jalan
hidup yang terbaik untuk adikku , tercinta hanya engkau tempat aku memohon,”
kuusap air mata yang ingin jatuh dipipi, aku selalu berusaha menghindari wajah
sedih dihadapannya, karena aku juga tahu dia, selalu berusaha menghibur hatiku,
sehingga tidak pernah menampakkan penderitaan nya, tapi aku tahu dia sakit
sekali, tapi dia berusaha untuk melawan penderitaan dengan senyum dan zikir
kepada Allah.
Pada
suatu sore dengan rasa penasaran aku bertanya dengan dokter langganan keluarga
kami, “ Pak dokter, apakah penyakit kanker yg sudah stadium empat bisa
disembuhkan, karena adik saya seperti nya sehat-sehat saja, kecuali kalau saat
lagi di kemoterapi, penderitaannya tidak bisa disembunyikan, tapi setelah habis
pengaruh obat kemoterapinya, dia sehat seperti biasa saja,” kulihat pak dokter
tertunduk sambil tetap tersenyum, “ Alhamdulillah kalau dia kelihatan sehat
seperti biasa - biasa itu adalah suatu rahmat, dari Allah karena setahu saya
penyakit yang dideritanya membuat rasa sakit yang luar biasa dan menderita
sekali ,” pak dokter berkata dengan jujurnya, karena dia juga sudah menganggap
kami sekeluarga sebagai kerabat nya terdekat. Akupun hanya terdiam. Ya Allah,
ternyata adikku sebenarnya menyimpan rasa sakit yang sangat dalam aku jadi
ingat “firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 155” : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan
kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan
buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar(atas
cobaan itu)”,
Nabi saw juga bersabda: “Tidaklah seorang muslim ditimpa
kelelahan, sakit, sedih, duka, gangguan, gundah gulana (kerisauan), bahkan duri
yang menusuknya, melainkan Allah akan hapuskan dengannya (musibah itu)
kesalahan-kesalahannya“. (HR: Bukhari).
Semoga
Allah akan memberikan kegembiraan kelak untuk adikku, atas dan kesabarannya dan
ketabahannya dalam menyembunyikan rasa sakit disekujur tubuhnya.
Hari
ini, aku tidak berusaha untuk menahan tangis , dan kesedihan, karena engkau
memang benar-benar telah dipanggil oleh Allah kembali kesisiNya dengan senyum
manis dan juga ke ikhlasan mu menerima segala cobaan yang terberat di dalam
hidup, Malaikat telah datang menyapa mu siang ini , untuk mengambil dan
menepatkan engkau disisi Allah, engkau yang kusayangi selama ini, yang tidak
pernah mengeluh dan selalu ingin berbagi kebaikan kepada orang lain betapa aku
sangat ingat sewaktu engkau baru lulus menjadi dokter , engkau memilih ikut
program dokter PTT untuk berbakti di daerah yang sangat terpencil yaitu
kepulauan Mentawai, padahal engkau hanyalah seorang wanita, tapi semangat mu
begitu besar ingin berbagi, apa yang engkau mliki kepada masyarakatan.
Hari
ini engkau memang pergi untuk selamanya dengan semangat dan kebaikan dihati mu,
serta membawa rasa sakit, yang kelak akan mengantarkan mu ke Surga nya Allah . Saat
Malaikat Menyapa engkau hanya mengucapkan kalimat yang selalu diimpikan oleh
setiap muslim, bila menghadap Sang Ilahi yaitu kalimat “Lailahaillallaah,
Lailahaillallaah , Lailahaillallaah” sebanyak tiga kali, aku menangis adik
ku , aku kehilangan mu tapi aku juga bahagia, karena ada seulas senyum dibibir
mu yang manis. Hari ini aku mencium kening mu untuk yang terakhir kali nya,
tanpa perlu menyembunyikan rasa sedih, karena engkau sudah tertidur lelap
dipangkuan sang Khalik pemilik kehidupan ini. Innalillahi,wainnaailaihi
rojiu’n. (Sesungguhnya kita milik Allah dan kita akan kembali kepadaNya)
(Saat kerinduan
mengenang kepergiannya mu yang begitu indah, selamat jalan Adinda tercinta).
Yogyakarta, “Afnizar Hasan”
kesimpulan yang bisa saya ambil dari cerita diatas, kita sebagai manusia tidak boleh menyerah dengan keadaan yang ada,,tetap sabar, berdoa dan bertawakal kepada Tuhan. yang patut kita sadari adalah, kita di dunia ini hanyalah titipan, semuanya akan kembali kepadaNYA. tugas kita sekarang ini adalah memberikan yang terbaik untuk keluarga, sahabat, teman, dan semua yang ada disekitar kita.
baik buruknya kita akan dikenang nanti merupakan buah yang telah kita tanam melalui perbuatan kita sekarang ini..
sumber :
http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2012/05/28/saat-malaikat-datang-menyapa/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.