dahulu ada seorang wanita tua namun semangat perjuangannya tetap menyala bagai wanita muda.
tiap tutur kata yang dikeluarkan selalu menjadi pendorong orang sekitarnya. wajarlah karena ia seorang penyair terkenal.
dialah Al-Khansa bin Amru, wanita baik nan pandai di kalangan orang aarab.
setelah khansa memeluk agama Islam, keberanian dan kepandaiannya dalam bersyair digunakan untuk membangkitkan semangat para pejuang Islam.
Khansa memiliki empat putera, semuanya pandai bersyair dan mereka pun pejuang yang pemberani.
putra-putranya berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam.
Khansa juga mengajari anak-anaknya agar tidak takut menghadapi peperangan dan cobaan sejak kecil.
pada tahun 16 hijriyah, Khalifah Umar menyiapkan satu pasukan tempur untuk menyerang Farsi. semua kabilah diminta untuk turut serta untuk berperang.
Khansa pun menyuruh keempat putranya ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu, ia juga turut serta ke medan perang bersama pasukan wanita yang bertugas merawat pejuang Islam yang terluka.
sehari sebelum peperangan dimulai Khansa menasihati putra-putranya yang akan ke medan perang, "wahai anak-anakku, kalian telah memilih Islam dengan lapang hati, dan kalian pun berhijrah dengan kerelaan. Demi Allah, tiada yang berhak disembah kecuali Dia. kalian adalah putra-putra dari perut ibu dan berayah yang sama. aku tidak pernah berkhianat kepada ayahmu, juga tidak pernah menghina kemuliaan pamanmu. aku juga tidak pernah merusak silsilah. kalian mengetahui pahala apakah yang akan diberikn Allah kepada kaum muslimin yang mau berjuang melawan orang-orang kafir. ketahuilah bahwa kampung yang kekal (akhirat) itu lebih baik daripada kampung yang fana (dunia).
kemudian Khansa pun membacakan surat Ali Imran : 200. yang bunyinya "hai orang-orang yang bberiman bersabarlah atas utusan yang datang dan bersabarlah ketika menghadapi orang kafir dan bersiaplah untuk bertempur dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapatkan kemenangan". keempat putranya mendengarkan nasihatnya.
seterusnya Khansa berkata "jika esok kalian bangun pagi dalam keadaan sehat, bangunlah dengan penuh keberanian dan semangat. bertempurlah sambil meminta pertolongan kepada Allah. jika terlihat pertempuran bertambah besar dan seru, teruslah maju dengan semangat tinggi ke medan pertempuran. bunuhlah pemimpin kafir itu. Insya Allah, kalian akan masuk surga dengan penuh kemuliaan".
esoknya semua tentara Islam mengerjakan sholat Subuh berjamaah dan berdoa agar Allah memberikan mereka kemenangan. disana, panglima besar Islam (Said bin Abu Waqas) memberikan instruksi perang. putera-putera Khansa pun bertempur dengan gagah perkasa berkat dorongan dan dukungan ibu mereka tidak merasa takut.
sambil mengangkat pedang salah seorang dari mereka pun bersyair 'hai saudaraku, ibu telah memanggil kita dan membekalkan nasihat. semua mutiara yang keluaar dari mulutnya berdasar dan benar. Insya Allah akan kita buktikan".
anak kedua pun maju dan bersyair "Demi Allah,kami akan menuruti semua nasihat ibu dengan ikhlas dan rela hati. segeralah kita bertarung dan menggempur musuh bersama-sama, hingga pasukan musuh hancur.
anak ketiga Khansa pun melompat dan bersyair "sungguh ibu kami amat besar semangatnya, tegas, tegar, dan selalu memberi nasehat agar kita berani dan pantang menyerah. mari ke medan tempur dan segeralah bertarung untuk meraih kemenangan atau mati shahid".
terakhir anak keempat menyusul saudaranya. untuk menaikkan semangat ia pun bersyair "Akua adalah putera Khansa, anak pemberani aku ingin menghancurkan musuh dan mendekatkan mereka pada bahaya dengan senjataku".
maka bertempurlah keempat putera Khansa dengan gagah berani serta tekad bulat untuk mendapatkan syurga, diiringi doa ibunya di garis belakang.
pertempuran berlangsung seru, dengan ijin Allah tentara Islam pun menang. pasukan farsi kalah, pemimpinnya mati dan hanya sebagian kecil yang dapat menyelamatkan diri.
umat Islam bergembira kala itu. namun ada juga yang bersedih karena banyak saudara mereka yang mati shahid. begitu juga dengan Khansa, keempat anaknya gugur di medan perang. seketika itu tentara Islam datang menemui Khansa untuk memberitahu bahwa keempat anaknya mati shahid. namun Khansa menerima berita itu dengan tabah.
Khansa menghibur dirinya dengan terus memuji Allah.
"segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan anak-anakku, aku berharap Allah berkenan mengumpulkanku dengan mereka di syurga nanti".
sejak saat itu khansa mendapat gelar kehormatan "Ummu Syuhada" yaitu ibu dari orang-orang yang mati syahid.
tiap tutur kata yang dikeluarkan selalu menjadi pendorong orang sekitarnya. wajarlah karena ia seorang penyair terkenal.
dialah Al-Khansa bin Amru, wanita baik nan pandai di kalangan orang aarab.
setelah khansa memeluk agama Islam, keberanian dan kepandaiannya dalam bersyair digunakan untuk membangkitkan semangat para pejuang Islam.
Khansa memiliki empat putera, semuanya pandai bersyair dan mereka pun pejuang yang pemberani.
putra-putranya berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam.
Khansa juga mengajari anak-anaknya agar tidak takut menghadapi peperangan dan cobaan sejak kecil.
pada tahun 16 hijriyah, Khalifah Umar menyiapkan satu pasukan tempur untuk menyerang Farsi. semua kabilah diminta untuk turut serta untuk berperang.
Khansa pun menyuruh keempat putranya ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu, ia juga turut serta ke medan perang bersama pasukan wanita yang bertugas merawat pejuang Islam yang terluka.
sehari sebelum peperangan dimulai Khansa menasihati putra-putranya yang akan ke medan perang, "wahai anak-anakku, kalian telah memilih Islam dengan lapang hati, dan kalian pun berhijrah dengan kerelaan. Demi Allah, tiada yang berhak disembah kecuali Dia. kalian adalah putra-putra dari perut ibu dan berayah yang sama. aku tidak pernah berkhianat kepada ayahmu, juga tidak pernah menghina kemuliaan pamanmu. aku juga tidak pernah merusak silsilah. kalian mengetahui pahala apakah yang akan diberikn Allah kepada kaum muslimin yang mau berjuang melawan orang-orang kafir. ketahuilah bahwa kampung yang kekal (akhirat) itu lebih baik daripada kampung yang fana (dunia).
kemudian Khansa pun membacakan surat Ali Imran : 200. yang bunyinya "hai orang-orang yang bberiman bersabarlah atas utusan yang datang dan bersabarlah ketika menghadapi orang kafir dan bersiaplah untuk bertempur dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapatkan kemenangan". keempat putranya mendengarkan nasihatnya.
seterusnya Khansa berkata "jika esok kalian bangun pagi dalam keadaan sehat, bangunlah dengan penuh keberanian dan semangat. bertempurlah sambil meminta pertolongan kepada Allah. jika terlihat pertempuran bertambah besar dan seru, teruslah maju dengan semangat tinggi ke medan pertempuran. bunuhlah pemimpin kafir itu. Insya Allah, kalian akan masuk surga dengan penuh kemuliaan".
esoknya semua tentara Islam mengerjakan sholat Subuh berjamaah dan berdoa agar Allah memberikan mereka kemenangan. disana, panglima besar Islam (Said bin Abu Waqas) memberikan instruksi perang. putera-putera Khansa pun bertempur dengan gagah perkasa berkat dorongan dan dukungan ibu mereka tidak merasa takut.
sambil mengangkat pedang salah seorang dari mereka pun bersyair 'hai saudaraku, ibu telah memanggil kita dan membekalkan nasihat. semua mutiara yang keluaar dari mulutnya berdasar dan benar. Insya Allah akan kita buktikan".
anak kedua pun maju dan bersyair "Demi Allah,kami akan menuruti semua nasihat ibu dengan ikhlas dan rela hati. segeralah kita bertarung dan menggempur musuh bersama-sama, hingga pasukan musuh hancur.
anak ketiga Khansa pun melompat dan bersyair "sungguh ibu kami amat besar semangatnya, tegas, tegar, dan selalu memberi nasehat agar kita berani dan pantang menyerah. mari ke medan tempur dan segeralah bertarung untuk meraih kemenangan atau mati shahid".
terakhir anak keempat menyusul saudaranya. untuk menaikkan semangat ia pun bersyair "Akua adalah putera Khansa, anak pemberani aku ingin menghancurkan musuh dan mendekatkan mereka pada bahaya dengan senjataku".
maka bertempurlah keempat putera Khansa dengan gagah berani serta tekad bulat untuk mendapatkan syurga, diiringi doa ibunya di garis belakang.
pertempuran berlangsung seru, dengan ijin Allah tentara Islam pun menang. pasukan farsi kalah, pemimpinnya mati dan hanya sebagian kecil yang dapat menyelamatkan diri.
umat Islam bergembira kala itu. namun ada juga yang bersedih karena banyak saudara mereka yang mati shahid. begitu juga dengan Khansa, keempat anaknya gugur di medan perang. seketika itu tentara Islam datang menemui Khansa untuk memberitahu bahwa keempat anaknya mati shahid. namun Khansa menerima berita itu dengan tabah.
Khansa menghibur dirinya dengan terus memuji Allah.
"segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan anak-anakku, aku berharap Allah berkenan mengumpulkanku dengan mereka di syurga nanti".
sejak saat itu khansa mendapat gelar kehormatan "Ummu Syuhada" yaitu ibu dari orang-orang yang mati syahid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.