Flying Cute Baby Blue Butterfly khaika13
tidak ada yang tidak mungkin selama kita masih mau mencoba, berusaha, dan berdoa
:)

Rabu, 30 Mei 2012

Saat Malaikat Datang Menyapa

cerpen ini sekilas memang agak klise, namun banyak pelajaran setelah saya membacanya..
simak ya readers..


“Saat engkau bertanya apakah dosaku telah terhapus, saat engkau bertanya apakah aku pernah melakukan kesalahan, saat air mata mengenang dipelupuk mata, saat do’a kau lantunkan dengan lembut, seluruh jiwa terasa perih.”
Adinda engkau begitu baik dan lembut , engkau juga tidak punya salah atau juga dosa seperti yang engkau tanyakan, tapi Allah ingin mencoba kesabaran mu, sebagai hamba yang dikasihi dan disayangi , engkau adalah adikku yang terbaik, yang aku punya.
Kutatap wajah manis yang tertidur lelap dari dinding kaca, seperti tiada penderitaan yang kau alami , walau dokter sudah memvonis mu bahwa engkau hanya sanggup bertahan hidup hanya 2 tahun lagi, tapi bila Allah mengizinkan, apapun bisa terjadi semua nya hanya Allah yang menentukan mati dan hidupnya seorang kata dokter berwajah teduh itu berkata dengan wajah yang cukup tenang siang tadi , setelah melakukan operasi besar yang memakan waktu kurang lebih 8 jam, tapi aku yang mendengarkan rasanya seperti halilintar disiang hari, antara percaya dan tidak karena adikku juga seorang dokter walaupun hanya dokter umum, tapi mengapa dia tidak pernah tahu kalau dia sudah menderita penyakit kanker yang sudah stadium empat, saat dia tahu penyakitnya malah tenang-tenang saja, hanya menatapku dengan senyum , nggak usah khawatir kak, yang penting kita berusaha, insyallah kalau Allah mengizinkan semua nya bisa membaik katanya tenang.
Tanpa terasa hari terus berganti , sekarang sudah masuk tahun kedua sejak, adikku di jatuhkan vonis menderita kanker stadium empat, badannya pun sudah mulai menyusut, tapi menurut ku malah lebih baik , karena kelihatan lebih cantik karena adikku ini tergolong gemuk, jadi kelihatan lebih langsing , rambutnya yang rontok saat di kemoterapi, sudah mulai tumbuh dengan subur, walau masih kelihatan sangat pendek tapi malah kelihatan lebih hitam dan segar bila dipandang, harapan baru pun mulai tumbuh dihatiku, mudah2an hasil kemoterapinya bisa mematikan sel-sel kanker yang menyerang usus, paru-paru dan hati nya, aku yang awam tentang penyakit kanker ini mulai merasa bahagia melihat perkembangan yang sangat bagus bagi kesehatan adikku. Sehingga pada suatu malam saat aku menemaninya dipembaringan tiba-tiba adikku berkata : “ Kakak, sebenarnya fungsi organ tubuh saya yang didalam ini sudah tidak terlalu berfungsi lagi “ kata nya sambil menunjuk perut, hati, dan dan paru-paru nya, aku hanya diam,karena aku tahu dia juga seorang dokter tentu sudah bisa menganalisa penyakit nya sendiri melihat dari hasil rekam medisnya, kalau aku melihat wajahnya sepertinya dia biasa-biasa saja , cuma akhir-akhir ini memang sering sulit bernafas, dan oksigen pun selalu tersedia untuk membantu pernafasannya.
“Bagaimana ya kak , apakah kita boleh berdo’a meminta sesuatu kepada Allah”, akupun hanya mengangguk sambil ,ikut berdo’a bersamanya , perlahan kudengar do’a nya dengan segala keikhlasan dan kepasrahan.
“Ya, Allah kalau kehidupan merupakan jalan yang terbaik, berilah kehidupan itu, kalau kematian adalah akhir jalan yang terbaik , ambillah aku dalam kasih Mu”, tanpa terasa airmataku berlinang, dan setelah berdo’a kulihat adikku tertidur tenang dan pulas, aku tidak tahu dia tertidur karena menahan sakit atau juga sudah terlelap karena letih karena dia paling tidak pernah mengeluh tentang rasa sakit dan penderitaannya, aku pun mulai meraba denyut nadi dan memperhatikan tarikan nafas nya, jantung ku mulai terasa sesak, oh Tuhan apakah dia sudah Engkau panggil , Alhamdulillah aku masih merasakan denyutan nadi nya juga desahan nafas nya, “ya Allah panjang kanlah umur nya ya Allah biar dia bisa berbakti kepada masyarakat dengan ilmu yang sudah diperolehnya di masa kuliah nya seperti yang dia cita-citakan jangan engkau panggil Dia ya Allah, berikanlah kesembuhan untuk adikku tercinta ya Allah”, akupun berdo’a mengharap kasih sayang dan rahmat dari Allah untuk adikku tercinta.
Dini hari saat subuh tiba-tiba aku dibangun kan oleh sentuhan lembut tangan adikku “kakak bangun kita sholat subuh, kak “ , katanya sambil mengusah-ngusap kepalaku, aku jadi malu, , karena aku, yang ingin menjaganya semalaman, malah aku tertidur pulas , kulihat wajah nya begitu segar, Ya Allah engkau dengar do’aku , harapan baru muncul kembali ternyata Do’aku dan do’a adikku didengar oleh Allah mudah2an umur panjang yang baik yang diberikan oleh Allah, kepadanya rasa gembira tak kepalang tanggung ku bantu dia turun dari tempat tidur , dan menemani nya untuk berwudhu kekamar mandi Alhamdulillah kulihat dia begitu kuat berjalan sendiri tanpa ingin kupapah , bahagia nya hati ini, hari ini aku merasakan kebahagiaan yang luar biasa atas rahmat Allah yang diberikan kepada adikku.
Pagi hari ini merupakan bagi terindah bagi diriku melihat wajah segar duduk didepan ku untuk makan bersama disatu meja dengan orang yang sangat kusayangi ,makan dengan semangat, karena sejak , mulai sakit dan setelah dioperasi , banyak makanan yang tidak boleh dimakan, tapi bagi adikku itu tidak menjadi penghambat untuk dia makan apa yang disarankan oleh dokter semua dimakan dengan senang hati tanpa ada komentar enak atau tidak, sehingga akupun juga semakin semangat makan bersamanya , karena makanan yang di konsumsi sangat membantu kesehatan dan daya tahan tubuh nya, nah yang satu ini selalu dijaganya, jadi walau sakit wajah nya tetap cerah, kadang aku juga tidak merasakan kalau dia sakit .
Sehingga pada suatu hari dia berkata “ Kakak, Alhamdulillah ya, kak saya dikasih sakit sama Allah, jadi saya lebih banyak waktu untuk membaca Al-Qur’an dan merenung atas segala kesalahan saya , semoga Allah memberikan jalan hidup yang terbaik ya kak “ dia berucap sambil tersenyum, aku hanya mengangguk , walau hati ini terasa ingin menangis , diam diam akupun berdo’a “Ya Allah, berikanlah jalan hidup yang terbaik untuk adikku , tercinta hanya engkau tempat aku memohon,” kuusap air mata yang ingin jatuh dipipi, aku selalu berusaha menghindari wajah sedih dihadapannya, karena aku juga tahu dia, selalu berusaha menghibur hatiku, sehingga tidak pernah menampakkan penderitaan nya, tapi aku tahu dia sakit sekali, tapi dia berusaha untuk melawan penderitaan dengan senyum dan zikir kepada Allah.
Pada suatu sore dengan rasa penasaran aku bertanya dengan dokter langganan keluarga kami, “ Pak dokter, apakah penyakit kanker yg sudah stadium empat bisa disembuhkan, karena adik saya seperti nya sehat-sehat saja, kecuali kalau saat lagi di kemoterapi, penderitaannya tidak bisa disembunyikan, tapi setelah habis pengaruh obat kemoterapinya, dia sehat seperti biasa saja,” kulihat pak dokter tertunduk sambil tetap tersenyum, “ Alhamdulillah kalau dia kelihatan sehat seperti biasa - biasa itu adalah suatu rahmat, dari Allah karena setahu saya penyakit yang dideritanya membuat rasa sakit yang luar biasa dan menderita sekali ,” pak dokter berkata dengan jujurnya, karena dia juga sudah menganggap kami sekeluarga sebagai kerabat nya terdekat. Akupun hanya terdiam. Ya Allah, ternyata adikku sebenarnya menyimpan rasa sakit yang sangat dalam aku jadi ingat “firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 155” : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar(atas cobaan itu)”,
Nabi saw juga bersabda: “Tidaklah seorang muslim ditimpa kelelahan, sakit, sedih, duka, gangguan, gundah gulana (kerisauan), bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan hapuskan dengannya (musibah itu) kesalahan-kesalahannya“. (HR: Bukhari).
Semoga Allah akan memberikan kegembiraan kelak untuk adikku, atas dan kesabarannya dan ketabahannya dalam menyembunyikan rasa sakit disekujur tubuhnya.
Hari ini, aku tidak berusaha untuk menahan tangis , dan kesedihan, karena engkau memang benar-benar telah dipanggil oleh Allah kembali kesisiNya dengan senyum manis dan juga ke ikhlasan mu menerima segala cobaan yang terberat di dalam hidup, Malaikat telah datang menyapa mu siang ini , untuk mengambil dan menepatkan engkau disisi Allah, engkau yang kusayangi selama ini, yang tidak pernah mengeluh dan selalu ingin berbagi kebaikan kepada orang lain betapa aku sangat ingat sewaktu engkau baru lulus menjadi dokter , engkau memilih ikut program dokter PTT untuk berbakti di daerah yang sangat terpencil yaitu kepulauan Mentawai, padahal engkau hanyalah seorang wanita, tapi semangat mu begitu besar ingin berbagi, apa yang engkau mliki kepada masyarakatan.
Hari ini engkau memang pergi untuk selamanya dengan semangat dan kebaikan dihati mu, serta membawa rasa sakit, yang kelak akan mengantarkan mu ke Surga nya Allah . Saat Malaikat Menyapa engkau hanya mengucapkan kalimat yang selalu diimpikan oleh setiap muslim, bila menghadap Sang Ilahi yaitu kalimat “Lailahaillallaah, Lailahaillallaah , Lailahaillallaah” sebanyak tiga kali, aku menangis adik ku , aku kehilangan mu tapi aku juga bahagia, karena ada seulas senyum dibibir mu yang manis. Hari ini aku mencium kening mu untuk yang terakhir kali nya, tanpa perlu menyembunyikan rasa sedih, karena engkau sudah tertidur lelap dipangkuan sang Khalik pemilik kehidupan ini. Innalillahi,wainnaailaihi rojiu’n. (Sesungguhnya kita milik Allah dan kita akan kembali kepadaNya)
(Saat kerinduan mengenang kepergiannya mu yang begitu indah, selamat jalan Adinda tercinta).
Yogyakarta, “Afnizar Hasan”

kesimpulan yang bisa saya ambil dari cerita diatas, kita sebagai manusia tidak boleh menyerah dengan keadaan yang ada,,tetap sabar, berdoa dan bertawakal kepada Tuhan. yang patut kita sadari adalah, kita di dunia ini hanyalah titipan, semuanya akan kembali kepadaNYA. tugas kita sekarang ini adalah memberikan yang terbaik untuk keluarga, sahabat, teman, dan semua yang ada disekitar kita.
baik buruknya kita akan dikenang nanti merupakan buah yang telah kita tanam melalui perbuatan kita sekarang ini..

sumber :
http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2012/05/28/saat-malaikat-datang-menyapa/

Jumat, 04 Mei 2012

Alasan Islam Mengharamkan Babi


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dua orang anak muda yang sudah berteman sejak kecil yaitu Bob seorang dokter muda beragama Katolik dan Yunus seorang ahli biologi Muslim beragama Islam, sedang asyik berbincang-bincang sore hari di depan teras rumah Yunus.
...
Saat itu akhir pekan di bulan Ramadhan, Yunus mengundang Bob yang walau tidak puasa, untuk berbuka bersama dirumahnya yang jaraknya tidak begitu jauh.

Bob: Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat mementingkan mengenai kata-kata “Halal” dan “Haram”; apa arti dari kata-kata tersebut?

Yunus: Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, dan apa-apa yang tak diperbolehkan diistilahkan sebagai Haram, dan Al-Qur’an lah yang menggambarkan perbedaan antara keduanya.

Bob: Dapatkah anda memberikan contoh?

Yunus: Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.

Bob: Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

Yunus: Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur khusus dalam penyembelihan hewan dalam Islam.

Bob: Apa maksud anda?

Yunus: Begini… seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh.

Bob: Oh begitu… Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.

Yunus: Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun; hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru menyadari akan hal ini.

Bob: Selanjutnya, selagi masih dalam topik makanan; Mengapa para Muslim melarang pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau makanan lainnya yang terkait dengan babi?

Yunus: Sebenarnya, diluar dari larangan Al-Qur’an dalam pengkonsumsian babi, bacon; pada kenyataannya dalam Bible juga ada kan? Kebetulan istriku seorang mualaf, dan aku sempat melihat mengenai itu di Bible. Pada Leviticus bab 11, ayat 7 dan 8 mengenai babi. Dikatakan pada ayat 7: “Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu“. Dan lanjutannya ayat 8: “Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.“
Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya? Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.
Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham, atau bacon.

Bob: Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi dan juga anjing, diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit-penyakit berbahaya. Tidak semua parasit dan penyakit dapat hidup di dalam tubuh hewan, kecuali babi atau anjing, itu sudah terbukti secara kedokteran. Bahwa babi dan anjing adalah sebagai “inkubasi” penyakit dan parasit sebelum menjangkiti manusia.

Yunus: Ya, dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

Tiba-tiba terdengar sayup-sayup bedug Maghrib bersusul-susulan dari kejauhan. Untuk kesekian kalinya, Yunus telah dapat melewati satu hari lagi untuk menahan hawa nafsu menuju kemenangan selama 30 hari menuju akhir Ramadhan.

“Alhamdullilah, segala puji bagi Allah SWT”, ujar Yunus yang disambut senyuman dan rangkulan oleh Bob. “Aku tau kau selalu berhasil menahan hawa nafsumu, kau tak pernah batal di bulan puasa semanjak kita kecil, aku kenal kau sejak kecil, Nus”, tambah Bob. Dan mereka pun segera melangkah menuju ke ruang makan untuk bersantap bersama.