hiruk pikuk kampus kadang membuat gue pusing, tapi gak mengalihkan gue dari yang satu itu. dari pertama bertatapan di semester 1 di ruang yang sama saat Ujian Utama pertama kali, sampe sekarang semester 8, gue gak tau dia itu siapa.
kami gak pernah berkenalan, kami hanya bisa menatap satu sama lain di tengah hiruk pikuk kampus yang menyelimuti kami. menatap sejenak, lalu kembali sibuk dengan kertas masing-masing. jika bertemu di lain kesempatan pun kami juga melakukan hal demikian.
bagaimana kalau berdiri berdampingan? pernah?
entah kenapa gue maupun dia terasa menghindari hal tersebut. apa alasannyapun tidak pernah terjawab. pernah satu kesempatan saat Ujian Utama gue mencuri waktu saat absen diberikan untuk mencari tahu namanya, tapi hanya beberapa saat gue lupa namanya siapa. memang kebiasaan gue ini suka sekali muncul di saat yang tidak tepat. satu hal, dia berteman dengan salah satu teman sekelas gue.
terus kenapa tidak bertanya saja?
walaupun setiap bertemu kami selalu bertatapan, kami tidak pernah ada niat mencari tahu satu sama lain. setidaknya gue yang begitu, kalau dia ya gue tidak tahu..
kalau dibilang suka, nggak sih. tapi kenapa begitu? mungkin Allah punya maksud dibalik semua ini.
ini sudah semester 8, kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya. kalau memang ada kelanjutannya pasti cerita ini akan ditulis kembali, kalau tidak? ya cukup sampai disini saja.
harus terus berpikir positif sampai semuanya terjawab. :)
kami gak pernah berkenalan, kami hanya bisa menatap satu sama lain di tengah hiruk pikuk kampus yang menyelimuti kami. menatap sejenak, lalu kembali sibuk dengan kertas masing-masing. jika bertemu di lain kesempatan pun kami juga melakukan hal demikian.
bagaimana kalau berdiri berdampingan? pernah?
entah kenapa gue maupun dia terasa menghindari hal tersebut. apa alasannyapun tidak pernah terjawab. pernah satu kesempatan saat Ujian Utama gue mencuri waktu saat absen diberikan untuk mencari tahu namanya, tapi hanya beberapa saat gue lupa namanya siapa. memang kebiasaan gue ini suka sekali muncul di saat yang tidak tepat. satu hal, dia berteman dengan salah satu teman sekelas gue.
terus kenapa tidak bertanya saja?
walaupun setiap bertemu kami selalu bertatapan, kami tidak pernah ada niat mencari tahu satu sama lain. setidaknya gue yang begitu, kalau dia ya gue tidak tahu..
kalau dibilang suka, nggak sih. tapi kenapa begitu? mungkin Allah punya maksud dibalik semua ini.
ini sudah semester 8, kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya. kalau memang ada kelanjutannya pasti cerita ini akan ditulis kembali, kalau tidak? ya cukup sampai disini saja.
harus terus berpikir positif sampai semuanya terjawab. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.