Flying Cute Baby Blue Butterfly khaika13: Resensi
tidak ada yang tidak mungkin selama kita masih mau mencoba, berusaha, dan berdoa
:)

Selasa, 18 Juni 2013

Resensi



Resensi
Dalam bahasa Latin resensi atau recensie artinya "melihat kembali, menimbang atau menilai".Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia resensi memiliki arti pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku.Tindakan meresensi memiliki arti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas atau mengkritik buku.Jadi, resensi ialah ulasan atau penilaian atau pembicaraan mengenai suatu karya sastra (cerpen, novel, drama/film, puisi).
Tujuan Resensi
·         Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif (mendalam) tentang apa yang tampak dan terungkap dalam suatu karya.
·         Memberikan gambaran kepada masyarakat apakah karya yang diresensi itu merupakan suatu karya yang bermutu atau tidak.
·         Memberikan gambaran kepada masyarakat apakah buku itu layak untuk dibaca.
Unsur-unsur Resensi
Didalam sebuah resensi karya sastra terdapat dua macam unsur, yaitu:
·         Unsur Intrinsik yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari dalam.
·         Unsur Ekstrinsik yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari luar (kebalikan dari unsur intrinsik).
Unsur Intrinsik
Tokoh
Tokoh ialah Individu yang mengalami berbagai peristiwa didalam cerita. Jika dilihat dari peran tokoh dalam pengembangan plot dapat dibedakan menjadi tokoh utama dan tokoh pembantu, sedangkan jika dilihat dari fungsi penampilan tokoh dapat pula dibedakan kedalam tokoh protagonis dan tokoh antagonis.
·         Tokoh Protagonis ialah tokoh yang memiliki watak tertentu dalam segi kebenaran (baik hati, jujur, setia, dll)
·         Tokoh Antagonis ialah tokoh yang memiliki watak bertentangan dengan tokoh protagonis.
·         Tokoh Tritagonis ialah tokoh yang selalu menjadi penengah, dan sering dimunculkan sebagai tokoh/orang ketiga.
·         Tokoh Pembantu/peran pembantu/figuran ialah tokoh yang membantu cerita tokoh utama, posisinya bisa sebagai seorang pahlawan ataupun sebagai penentang tokoh utama.
Penokohan/Perwatakan
Yang dimaksud dengan penokohan ialah penggambaran tentang watak tokoh dalam suatu cerita karya sastra. Ada 3 cara yang dapat dilakukan untuk menggambarkan watak tokoh dalam cerita karya sastra, yaitu:
·         Campuran ialah penggambaran watak tokoh melalui penggabungan cara analitik dan dramatik dengan tujuan untuk saling melengkapi.
·         Analitikcara ini dilakukan pengarang untuk menggambarkan watak tokoh secara langsung. Contok: Siapa yang tidak mengenal Didi yang pintar dan selalu ceria. Meskipun secara fisik terlihat pendek namun sosoknya yang ramah dan baik hati kepada teman-temannya membuat dirinya menjadi panutan.
·         Dramatik ialah cara pengarang untuk menggambarkan tokoh utama secara tersurat, dengan kata lain tidak langsung. Penokohan cara ini bisa melalui penggambaran temtat tinggal, percakapan/dialog antar tokoh, fisik, tingkah laku, komentar tokoh lain terhadap tokoh tertentu dan jalan pikiran tokoh.
Dibawah ini contoh paragraf yang menggambarkan tokoh dengan cara dramatik:
Penggambaran Tokoh Melalui Jalan Pikiran Tokoh.
Contoh :
Tatkala aku masuk sekolah MULO, demikian fasih lidahku dalam Bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira bahwa aku anak Belanda.Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Penggambaran Tokoh Melalui Tingkah Laku/Perilaku Tokoh.
Contoh :
Di siang yang terik itu dia berjalan sendiri. Dengan gontai ia gendong tas itu. Sesekali terlihat bahwa ia menegur dan bahkan bertanya kepada orang yang dilaluinya. Setiap selesai ia bertanya, ia selalu menganggukkan kepalanya sebagai tanda terima kasih.
Penggambaran Tokoh Melalui Dialog Antar Tokoh.
Contoh :
“Kupukul kau kalau tidak mau mengaku. Dengan cara apa lagi aku mendapatkan pengakuanmu.” …………….
Tema
Tema ialah suatu unsur dalam karya sastra yang menjadi pokok masalah/pokok pikiran dari pengarang melalui karyanya (jalan cerita).
Plot / Alur
Plot atau alur ialah jalan cerita atau rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir.Rangkaian peristiwa ini disusun berdasarkan hukum kausalitas (hubungan yang menunjukkan sebab-akibat). Berdasarkan hubungan tersebut setiap cerita memiliki plot/alur cerita sebagai berikut :
Tahapan perkenalan ialah tahap dimana permulaan suatu cerita dimulai dengan suatu kejadian, tetapi belum ada ketegangan.Di tahap ini berisi pengenalan tokoh, reaksi antar pelaku, penggambaran fisik dan penggambaran tempat).
Menuju ketahap pertikaian ialah tahap dimana terjadinya pertentangan antar pelaku (awal mula pertentangan selanjutnya). Konflik dapat dibagi menjadi 2, yaitu: a). Konflik Internal ialah konflik yang terjadi dalam diri sang tokoh. b). Konflik Eksternal ialah konflik yang terjadi dari luar diri tokoh (konflik tokoh dengan tokoh, tokoh dengan lingkungan, tokoh dengan tuhan, dll).
Komplikasi/tahap penanjakan konflik, ketegangan dirasakan mulai semakin berkembang dan rumit terjadi pada tahap ini (nasib pelaku semakin sulit diduga).
Klimaks merupakan ketegangan yang semakin memuncak (perubahan nasib pelaku sudah mulai dapat diduga, kadang pula tidak terbukti pada akhir cerita).
Penyelesaian, tahap akhir cerita pada bagian ini terdapat penjelasan mengenai nasib-nasib yang dialami para tokoh dalam cerita setelah mengalami konflik dalam cerita.Beberapa cerita terkadang menyerahkan penyelasaian kepada pembaca, sehingga akhir cerita seperti ini tak ada penyelesaian atau menggantung.
Plot dapat dibedakan menjadi dua macam jika dilihat dari segi keeratan hubungan antara peristiwa, yaitu:
·         Plot Erat yaitu sebuah cerita yang memiliki plot erat jika hubungan antar peristiwa terjalin dengan rapat, sehingga tak ada satu peristiwa pun yang dapat dihilangkan.
·         Plot Longgar yaitu jika hubungan antar peristiwa terjalin kurang erat dan jika ada salah satu jalan cerita yang dihilangkan maka penghilangan jalan cerita tersebut tidak akan mengganggu jalan cerita.
Berdasarkan jalan cerita plot dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
·         Plot Ledakan yaitu plot yang akhir ceritanya mengejutkan dan tak terduga-duga.
·         Plot Lembut yaitu plot yang akhir ceritanya berakhir tanpa adanya kejutan.
·         Plot Campuran yaitu plot yang akhir cerita menggabungkan kedua plot sebelumnya (ledakan & lembbut).
Berdasarkan rangkaian peristiwanya plot dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
·         Plot Maju, yaitu rangkaian peristiwa yang diceritakan mulai dari awal hingga akhir cerita.
·         Plot Mundur/sorot balik/flash back, yaitu peristiwa-perisiwa yang menjadi bagian penutup diutarakan terlebih dahulu, baru menceritakan peristiwa-peristiwa pokok sebagai kenangan/masa lalau sang tokoh.
·         Plot Campuran, yaitu peristiwa-peristiwa pokok diceritakan diawala lalu dilanjutkan dengan menceritakan peristiwa-peristiwa lama/ masa lalu tokoh sebagai sebuah kenangan, dan diakhiri dengan peristiwa-peristiwa pokok(masa kini).
Plot yang dilihat dari segi sifatnya dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
·         Plot Terbuka, yaitu akhir cerita yang dapat merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita.
·         Plot Tertutup, yaitu akhir cerita yang tidak dapat merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita.
·         Plot Campuran, yaitu penggabungan antara plot terbuka dan plot tertutup.
Gaya Bahasa
Gaya bahasa ialah cara pengarang dalam mengungkapkan ide/gagasan melalui cerita.
Sudut Pandang/Point Of View
Sudut pandang ialah posisi pengarang dalam sebuah cerita atau karya sastra. Posisi pengarang ini terbagi menjadi 2, yaitu:
·         Pengarang berperan langsung sebagai tokoh utama.
·         Pengarang hanya sebagai orang ketiga yang posisinya sebagai pengamat.
Amanat
Amanat ialah pesan/kesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui jalan cerita.Pesan dalam karya sastra bisa berupa, kritik, saran, harapan, usul, dll.
Latar/Setting
Latar ialah tempat dimana terjadinya kejadian/peristiwa dan waktu terjadinya sebuah peristiwa, latar juga menjelaskan segala keterangan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dakam plot cerita. Latar terbagi lagi menjadi beberapa unsur seperti dibawah ini:
·         Latar Tempat ialah latar yang mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa dalam novel. Contoh : Kota, Pedesaan, dll.
·         Latar Waktu ialah latar yang berhubungan dengan masalah kapan terjadinya peristiwa. Contoh : masa kini, masa lalu, dll.
·         Latar Sosial ialah latar yang mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat. Contoh : Kesederhanaan, keramahan, dll.
Didalam karya sastra latar berfungsi sebagai :
·         Atmosfer atau Suasana merupakan latar yang lebih mudah dibicarakan daripada didefinisikan. Latar ini semacam aura rasa dan emosi yang ditimbulkan penulis melalui tulisannya, agar membantu terciptanya ekspektasi pembaca.
·         Latar Tempat sebagai Elemen Dominan, latar tempat memiliki peran penting dalam karya sastra. Latar tempat menjadi unsur netral atau spiritual dalam sebuah tempat tertentu. Termasuk dalam fiksi jenis ini: Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang berbicara tentang Belitong pada zaman Orde Baru.
·         Latar Waktu sebagai Elemen Dominan, dalam karya sastra ada yang menggunakan elemen waktu sebagai unsur yang dominan. Fungsi latar ini terjadi terutama pada karya sastra yang berlatar sejarah.Tidak hanya waktu yang menjadi unsur utama yang terlibat. Ada unsur-unsur nilai dalam waktu, misalnya unsur nilai dalam masa kemerdekaan, masa Orde Baru, dsb.
·         Metafora, artinya jika latar spiritual ialah unsur latar yang secara spiritual memberi efek nilai pada karya sastra, maka fungsi latar ini adalah fungsi eksternal yang tidak secara langsung (eksplisit) berpengaruh pada cerita. Sebagai metafora, latar menghadirkan suasana yang secara tidak langsung menggambarkan nasib tokoh.
Contoh :
Pohon-pohon kelapa itu tumbuh di tanah lereng di antara pepohonan lain yang rapat dan rimbun. Kemiringan lereng membuat pemandangan seberang lembah itu seperti lukisan alam gaya klasik Bali yang terpapar di dinding langit. Selain pohon kelapa yang memberi kesan lembut, batang sengon yang lurus dan langsing menjadi garis-garis tegak berwarna putih dan kuat. Ada beberapa pohon aren dengan daun mudanya yang mulai mekar; kuning dan segar. Ada pucuk pohon jengkol yang berwarna coklat kemerahan, ada bunga bungur yang ungu berdekatan dengan pohon dadap dengan kembangnya yang benar-benar merah. Dan batang-batang jambe rowe, sejenis pinang dengan buahnya yang bulat dan lebih besar, memberi kesan purba pada lukisan yang terpajang di sana. Dalam sapuan hujan panorama di seberang lembah itu terlihat agak samar. Namun cuaca pada musim pancaroba sering kali mendadak berubah.Lihatlah, sementara hujan tetap turun dan angin makin kencang bertiup tiba-tiba awan tersibak dan sinar matahari langsung menerpa dari barat.Pohon-pohon kelapa digambarkan dengan indah dalam sebuah ekosistem yang padu.Namun kemudian digambarkan dalam suasana yang mengerikan dengan keadaan yang tidak menentu.Sekilas latar ini hanya latar netral yang tidak melambangkan apa-apa.Kemudian diketahui bahwa tokoh utama Lasi yang hidupnya bahagia dalam kesederhanaan mulai masuk dalam ketidakpastian setelah kecelakaan yang menimpa Darsa.
Unsur Ekstrinsik
·         Latar belakang kehidupan pengarang.
·         Pandangan hidup pengarang.
·         Situasi sosial, Budaya yang melatarbelakangi lahirnya karya sastra tersebut.
Dibawah ini terdapat beberapa hal yang terdapat di dalam sebuah resensi karya sastra :
·         Judul Resensi
·         Data/Identitas Karya Sastra
·         Isi Resensi
·         Kekurangan & Kelebihan
Penutup
Terdapat perbedaan saat pemuatan data/identitas karya sastra yang diresensi, seperti pada resensi buku data yang tercantum ialah seperti berikut ini: judul buku, penulis & penerjemah (jika buku itu berupa terjemahan dari bahasa asing), nama penerbit, cetakan, tahun terbit, tebal buku & jumlah halaman. Pada drama/film maka data untuk resensinya adalah berupa: judul drama/film, penulis, sutradara, genre, pemain, penyunting & penerjemah, tahun terbit, penerbit.
Contoh Resensi
·         Resensi Buku
·         Resensi Film
·         Resensi Cerpen

Langkah yang harus diperhatikan dalam membuat Resensi
1.       Membuat judul resensi
Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidakharus ditetapkan terlebih dahulu.Judul dapat dibuat sesudah resensi selesai.Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.
2.       Menyusun data buku
Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
a)      judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian, tuliskan judul aslinya.)
b)      pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera pada buku.);
c)       penerbit;
d)      tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);
e)       tebal buku;
f)       harga buku (jika diperlukan).

3.       Membuat pembukaan
Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini:
a.       memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh;
b.      membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain;
c.       memaparkan kekhasan atau sosok pengarang;
d.      memaparkan keunikan buku;
e.      merumuskan tema buku;
f.        mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;
g.       mengungkapkan kesan terhadap buku;
h.      memperkenalkan penerbit;
i.         mengajukan pertanyaan;
j.        membuka dialog.

4.       Tubuh atau isi pernyataan resensi buku
Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:
a)      sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis;
b)      ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;
c)       keunggulan buku;
d)      kelemahan buku;
e)      rumusan kerangka buku;
f)       tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);
g)      adanya kesalahan cetak.

5.       Penutup resensi buku
Bagian penutup, biasnya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa.
Contoh Resensi
Judul Buku : Filosofi Kopi
Pengarang : Dewi "Dee" Lestari
Penerbit : Gagas Media
Cetakan : 1 / Februari 2006
Tebal : (xii) + 132 hal. 20.5 Cm
Dewi "Dee" Lestari adalah seorang penyanyi, pengarang lagu, dan penulis.menurut beliau ketika wawancara banyak yang bertanya "kenapa tiba tiba menulis?". menurutnya konsep "tiba-tiba" itu seakan-akan kemampuan/minat/bakat yang runtuh dari langit begitu saja pada suatu malam, dan keesokan paginya beliau menyalakan komputer dan menulis novel pertamanya "Supernova" bagai orang kesurupan.
Bagi seorang Dee, menulis adalah karir panjang yang berjalan secara paralel.beliau menganalogikan karir menulisnya seperti Wombat. tidak ada yang tau apa yang dikerjakan Wombat selain keluarganya, teman dekatnya, dan sahabatnya.
Filosofi Kopi adalah kumpulan cerita dan prosa 1 dekade yang dibuat oleh Dee.dimana dalam buku ini terdapat 18 Bab. Filosofi Kopi sendiri adalah judul yang diusung Dee pada Bab pertama yang bercerita tentang Ben seseorang yang pergi berkeliling dunia untuk mencari koresponden tentang kopi kopi terbaik. Ben pun mengajak temannya yang bernama Jody untuk membuat suatu kedai kopi yang pertamanya dinamakan "Kedai Koffie Ben dan Jody" lalu kedai tersebut diubah namanya menjadi "Filosofi Kopi (Temukan Diri Anda di Sini)", dikarnakan setiap orang yang minum di tempat tersebut Ben selalu memberikan selembar kertas dan dituliskannya filosofi filosofi yang dibuat sendiri oleh Ben.
Saya tidak bisa melepas buku ini sampai semua Bab nya terselesaikan.Dee sangat pandai menggunakan kalimat dan kata kata yang membuat saya mengucapkan "wiiiiiih" lalu membuat bulu kuduk saya berdiri.Ide yang dimuat dalam cerita cerita dibuku ini juga menarik.contohnya pada Bab ke 18 "Rico de Coro"  Dee menceritakan kisah tentang seekor kecoa jantan yang bernama Rico yang notabene mencintai seorang manusia. Pada Bab ke 2 "Mencari Herman", Dee menceritakan tentang seorang gadis yang terus menerus mencari lelaki yang bernama Herman, dan akhirnya gadis tersebut harus meregang nyawa karna seorang yang bernama Herman.
Dee adalah penulis yang sangat peka terhadap Ritme dan Tempo dari setiap kalimat yang dia tuliskan, sehingga pembaca bukunya tidak lelah karna harus mengernyitkan dahi sepanjang cerita dibukunya tersebut, dan ini merupakan kelebihan selanjutnya dari buku Filosofi Kopi.
Dalam buku ini Dee juga mencantumkan beberapa Prosa yang "wiiiiiih".diantaranya pada Bab 3 "Surat yang Tak Pernah Sampai". Pada bab ini Dee menuliskan beberapa istilah istilah yang jarang kita dengar dan menurut saya kata kata tersebut adalah kata yang sangat sastra dan kata yang sangat Scienties, diantaranya "Stagnan", "Kosmik". satu kalimat yang membuat bulu kuduk saya berdiri adalah ketika Dee menuliskan:
Kalau saja hidup tidak ber-evolusi, kalau saja sebuah momen dapat selamanya menjadi fosil tanpa terganggu, kalau saja kekuatan kosmik mampu stagnan di satu titik, maka... tanpa ragu kamu akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan, cukup satu.
cukup lama saya terhenyak ketika membaca seorang Dee menuliskan beberapa "jika" yang membuat saya harus menerka, memahami kata kata itu cukup lama. dan ketika saya berhasil sedikit mengerti maksud tersebut sesaat bulu kuduk saya merinding.
Dee memang seorang penulis yang menurut saya tulisan nya tidak "Encer" (saya mengambil istilah yang pernah beliau tuliskan di blognya) tulisannya padat, berisi dan tidak boros.Dalam buku ini banyak kata kata yang "AHA" (lagi lagi saya mengambil istilah AHA yang pernah beliau tuliskan di blog nya), kata kata yang membuat kita harus berfikir sejenak untuk memahami makna kata tersebut.mungkin dari situlah saya bisa mengambil kekurangan buku ini, mungkin. jujur saya adalah orang yang sangat menggilai semua karya karya Dee dan saya sangat setuju dengan pendapat Goenawan Mohammad pada awal buku ini. buku ini adalah buku yang cerkas, buku yang tidak ruwet, buku yang mematuhi Ejaan dan Gramar, buku yang ditulis oleh seorang eseis yang menunggu, dibalik seorang pencerita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.