PERANAN BUDAYA LOKAL DALAM MENDUKUNG KETAHANAN BUDAYA NASIONAL
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan berkat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Ilmu Budaya Dasar ini. Penulisan makalah yang diberi judul “Peranan Budaya Lokal Dalam Mendukung Ketahanan Budaya Nasional” ini bertujuan untuk mengulas tentang berbagai peranan budaya local yang ada di Indonesia terhadap budaya Nasional yang selama ini sempat terlupakan dan sebagai tugas mata kuliah softskill yang diberikan oleh Bapak Muhammad Burhan Amin.
Semoga penulisan makalah ini bermanfaat dan menjadi sumber inspirasi bagi pembaca.
Dari penyusunan karya tulis ini, penulis merasa masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang berguna dimasa yang akan datang.
Bekasi, 19 Februari 2011
Ika Purnamasari
DAFTAR ISI
Cover i
Surat Pernyataan ii
Kata Pengantar iii
Daftar Isi iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Tujuan 2
1.3 Sasaran 2
BAB II PERMASALAHAN
2.1 Kekuatan 3
2.2 Kelemahan 5
2.3 Peluang 7
2.4 Hambatan / Tantangan 7
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
3.1 Kesimpulan 9
3.2 Rekomendasi 9
REFERENSI 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebudayaan dan ketahanan budaya adalah modal penting untuk pembangunan bangsa. Mengingat kebudayaan Nasional Indonesia adalah puncak-puncak dari kebudayaan lokal atau Daerah, mana penemuan kembali nilai-nilai dari kebudayaan lokal adalah penting dalam konteks penguatan kebudayaan Nasional Indonesia. Tumbuh-kembangnya kebudayaan lokal juga merupakan dukungan bagi pengakuan terhadap keragaman budaya guna mencapai kesejahteraan masyarakat baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Kebudayaan tidak dapat dipungkiri lagi tumbuh dan berkembang dari hubungan antara manusia, alam, filsafat, kebudayaan sebelumnya. Seberapa jauh kita mampu meneropong ke masa lalu akan menetukan sebara dalam visi kita kedepan. Dalam ruang dan waktu sejarah terdapat nilai-nilai yang apabila direvitalisasi akan menguatkan landasan bagi kemajuan peradaban kedepan.
Hampir bisa dipastikan sebagian besar orang mengartikan “kebudayaan” sebagai “kesenian”, meskipun sebenarnya kita semua memahami bahwa kesenian hanyalah bagian dari kebudayaan. Hal ini tentulah karena kesenian memiliki bobot besar dalam kebudayaan, kesenian sarat dengan kandungan nilai-nilai budaya, bahkan menjadi wujud dan ekspresi yang menonjol dari nilai-nilai budaya.
Kebudayaan secara utuh sebenarnya meliputi pola pikir atau mindset suatu masyarakat (tentang segala perikehidupannya di masa lampau, masa kini dan masa depan), yang banyak terekspresikan melalui aneka-ragam dan aneka dimensi kesenian. Demikian pula, kesenian merupakan salah satu wadah dominan untuk mengartikulasikan kebudayaan tak berwujud (intangible culture). Seperti juga yang diutarakan Meutia Farida Hatta Swasono bahwa kemajuan kebudayaan bangsa dan peradabannya membawa serta, dan sekaligus secara timbal-balik dibawa serta, oleh kemajuan keseniannya.
Apabila kebudayaan yang ada di Indonesia dapat mentranformasi diri sebagai milik bersama dan kebanggan bersama yang di pangku oleh masyarakat lokal atau nasional, maka kebanyakan akan dapat berperan untuk meningkatkan ketahanan bangsa.
Hal ini menjadi suatu kebanggan sekaligus suatu tantangan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat mempertahankan budaya lokal yang ada di tengah banyaknya pengaruh budaya asing yang dapat merusak budaya lokal.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dalam memperkokoh suatu ketahanan budaya bangsa Indonesia yaitu untuk menambah rasa kecintaan budaya tanah leluhur kita terhadap bangsa Indonesia demi tercapainya suatu perjuangan kepentingan bangsanya menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan berdasarkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan memajukan pergaulan untuk meningkatkan persatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga kita sebagai masyarakat Indonesia menjadi lebih bangga apabila semua yang berhubungan dengan dilestarikannya budaya tersebut akan terwujud.
Selain itu tujuan kita mempelajari Wawasan Nusantara yaitu untuk memantapkan sikap Nasionalisme yang tinggi dan tekad mengutamakan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi dan golongan untuk mencapai tujuan nasional dengan diiringi rasa senasib seperjuangan sebagai bangsa yang bertanah air satu, bangsa Indonesia.
1.3 sasaran
Mempelajari budaya lokal terhadap budaya bangsa memiliki sasaran yang dituju, seperti Bagi mereka yang kurang mengetahui budaya lokal yang memiliki peranan penting dalam memperkokoh budaya bangsa dan Mendorong pemerintah untuk melindungi kebudayaan yang ada supaya kebudayaan Indonesia tidak diklaim oleh negara lain.
BAB II
PERMASALAHAN
Menurut Koentjoroningrat (1986), kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem, pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat, kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. Ketiga, sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. Berdasarkan konteks budaya, ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat, kreativitas, dan pola tingkah laku dalam konteks kemasyarakatan. Koentjoroningrat mengatakan, Kebudayaan Nasional Indonesia adalah hasil karya putera Indonesia dari suku bangsa manapun asalnya, yang penting khas dan bermutu sehingga sebagian besar orang Indonesia bisa mengidentifikasikan diri dan merasa bangga dengan karyanya.
Kebudayaan Indonesia adalah satu kondisi majemuk karena ia bermodalkan berbagai kebudayaan, yang berkembang menurut tuntutan sejarahnya sendiri-sendiri. Pengalaman serta kemampuan daerah itu memberikan jawaban terhadap masing-masing tantangan yang memberi bentuk kesenian, yang merupakan bagian dari kebudayaan.
2.1 Kekuatan
2.1.1 keanekaragaman budaya Indonesia sebagai ciri khas bangsa
Tanpa disadari kebudayaan nasional Indonesia telah berkembang sejalan dengan dinamika masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman. Kebudayaan lokal yang tersebar dan beragam yang ada di Indonesia diwujudkan dalam kebudayaan nasional sebagai pemersatu masyarakatnya dan disebut sebagai identitas bangsa. Segala bidang kehidupan yang ada di masyarakat diatur sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan dan kekuatan nasional yang mampu menghadapi segala ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan dari kebudayaan asing. Misalnya ideologi Pancasila sebagai landasan filsafat negara dikembangkan untuk meruntuhkan sisa-sisa kekuatan kolonial masyarakat Indonesia.
Selain itu juga budaya-budaya daerah harus lebih kita perhatikan lagi terutama harus dilestarikan sehingga budaya-budaya tersebut tidak hilang begitu saja. Kelak anak cucu kita dapat mewarisi budaya-budaya yang kita tinggalkan tersebut.
2.1.2 keindahan alam Indonesia sebagai pariwisata Internasional
siapa yang tak kenal Bali? Pulau Dewata ini sudah terkenal di seluruh Dunia karena keindahan pantainya. Ribuan wisatawan mancanegara selalu berkunjung ke tempat ini tiap tahunnya untuk menikmati keindahan pantainya. Kini, tak hanya Bali yang menjadi primadona wisata alam dunia. Pulau komodo, Bangka Belitung, pulau Lombok, dan ratusan tempat di seluruh Indonesia telah menjadi sasaran wisatawan mancanegara untuk berlibur dan menikmati keindahan alam ataupun mengenal lebih dekat Indonesia dan berbagai keunikan budayanya.
Ketika kita mengunjungi daerah-daerah wisata, banyak keindahan-keindahan alam dan budaya yang bisa kita nikmati sebagai rahmat dan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Namun momen indah tersebut malah kita lewatkan dengan menyibukkan diri berfoto ria kesana-kemari. Sudah seharusnya kita mempelajari dan melestarikan budaya-budaya yang ada agar generasi penerus masih bisa menikmatinya, serta mengembangkan nilai-nilai budaya daerah yang membangun kebanggaan masyarakat terhadap daerah, sekaligus bangsa Indonesia.
2.1.3 keanekaragaman budaya sebagai pemersatu bangsa
Keanekaragaman bangsa, baik budaya, adat istiadat, bahasa, dan agama yang dimiliki bangsa Indonesia bukan merupakan penghalang untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Persatuan dan kesatuan harus dipupuk dan dijaga melalui kerja sama di berbagai bidang tanpa memandang perbedaan yang ada.
Namun, dari semua perbedaan dan keanekaragaman yang ada, ingatlah bahwa bangsa Indonesia mempunyai alat pemersatu. Tahukan kalian alat pemersatu yang dimaksud di atas? Alat pemersatu itu adalah sebagai berikut.
1. Dasar negara Pancasila.
2. Bendera nasional yaitu Merah Putih
3. Lagu kebangsaan Indonesia Raya.
4. Bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia.
5. Sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan.
6. Sumpah Pemuda.
Yang dimiliki bangsa Indonesia di awal kemerdekaan ialah kebudayaan-kebudayaan Indonesia yang tersebar di kepulauan-kepulauan nusantara. Persatuan dan kesatuan bangsa yang terwujud dari sejumlah suku bangsa yang semula merupakan masyarakat yang berdiri sendiri dan mendukung kebudayaan yang beraneka ragam itu perlu diperkokoh dengan kerangka acuan yang bersifat nasional, yaitu kebudayaan nasional. Suatu kebudayaan yang mampu memberi makna bagi kehidupan berbangsa dan berkepribadian, akan dapat dibanggakan sebagai identitas nasional. Tetapi dalam masyarakat majemuk dengan keragaman latar belakang kebudayaan seperti yang terjadi di Indonesia tidaklah mudah untuk mengembangkan suatu kebudayaan nasional hanya dengan mengandalkan pada kemampuan dan kemapanan masyarakat sematamata.
2.2 kelemahan
2.2.1 kurangnya pengetahuan tentang kebudayaan Nasional
Kebudayaan nasional telah berkembang dalam ketujuh unsurnya yang universal, namun perkembangan di daerah-daerah ataupun di lingkungan masyarakat suku bangsa belum seluruhnya merata. Ada sementara masyarakat daerah dan suku bangsa yang lebih cepat menyerap unsur-unsur universal di bidang religi, ataupun ekonomi, sebaliknya ada pula yang lebih kuat menyerap unsur-unsur universal di bidang organisasi sosial ataupun teknologi. Penyerapan dan penghayatan kebudayaan nasional itu tergantung pada intensitas pergaulan nasional maupun minat dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, disamping kesenjangan dalam penyerapan dan penghayatan kebudayaan nasional di kalangan masyarakat terasing, nampak pula adanya kesenjangan antara masyarakat kota dan pedesaan.
2.2.2 kurangnya kesadaran masyarakat
kesadaran masyarakat terhadap adanya budaya lokal berperan penting dalam pertahanan nasional. Karena semakin hari dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat semakin mengikis budaya lokal yang ada dan tak menutupi kemungkinan untuk tergantikan dengan budaya barat yang perlahan masuk ke Indonesia. Padahal seperti yang kita ketahui budaya lokal adalah identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang ber BHINNEKA TUNGGAL IKA.
2.2.3 pengaruh budaya asing terhadap budaya nasional
Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terkenal dengan keanekaragaman dan keunikannya. Terdiri dari berbagai suku bangsa, yang mendiami belasan ribu pulau. Masing-masing suku bangsa memiliki keanekaragaman budaya tersendiri. Di setiap budaya tersebut terdapat nilai-nilai sosial dan seni yang tinggi. Pada kondisi saat ini kebudayaan mulai ditinggalkan, bahkan sebagian masyarakat Indonesia malu akan kebudayaannya sebagai jati diri sebuah bangsa. Hal ini mengakibatkan hilangnya keanekaragaman budaya Indonesia secara perlahan-lahan, yang tidak terlepas dari pengaruh budaya luar dan karakter mayarakat Indonesia yang suka meniru.
.Generasi muda termasuk mahasiswa di dalamnya, baik disadari atau tidak memegang amanah dalam menjaga kelestarian keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Dalam menjaga kelestarian budaya Indonesia tersebut banyak cara yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan dan batasan-batasan yang ada. Jangan sampai di saat budaya kita diambil bangsa lain, baru kita menyadari betapa bagusnya nilai-nilai yang terkandung dalam budaya kita itu sendiri. Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin lama semakin canggih serta perdagangan bebas yang telah terjadi di dunia khususnya Indonesia telah meracuni bangsa Indonesia terhadap moral akhlak dan tatakrama pergaulan anak remaja, adat budaya Indonesia yang dulu katanya Indonesia kaya akan budayanya kini terhapus semua oleh yang namanya kemajuan zaman,
Budaya yang masuk ke Indonesia seperti cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang lainnya sering menimbulkan berbagai masalah sosial diantaranya; kesenjangan sosial ekonomi, kerusakan lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.
Apa yang akan terjadi jika kita tidak mampu menghadapi tantangan global? Apabila kita tidak mampu menghadapinya, kita akan terisolasi dari bangsa lain. Keberadaan bangsa kita pun tidak diketahui di mata dunia apalagi jika kita tidak mampu menstarakan diri dari bangsa lain.
2.2.4 kurangnya pembelajaran budaya
dampak buruk dalam ketidakmerataan penyebaran penduduk juga berdampak pada pendidikan. Pengajaran bahasa sering dipisahkan dari pengajaran budaya (culture), bahkan ada yang menganggap bahwa bahasa tidak ada hubungannya dengan budaya. Memang diakui bahwa budaya penting untuk dipahami oleh pemelajar bahasa, tetapi pengajarannya sering terpisah dari pengajaran bahasa. Joan Kelly Hall (2002) menyebutkan bahwa ancangan kemampuan komunikatif (communicative competence), misalnya, memang mempertimbangkan aspek budaya dalam pembelajaran bahasa dengan lebih menekankan pada penggunaan bahasa, tetapi dalam pelaksanaannya bahasa masih dianggap sebagai satu sistem homogen yang terpisah dari interaksi penutur dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran budaya suatu masyarakat hendaknya mengutamakan unsur-unsur bahasa yang digunakan dalam masyarakat tersebut. Budaya dan bahasa merupakan dua hal yang saling berkaitan erat. Untuk belajar suatu budaya sekelompok masyarakat, seseorang harus menguasai bahasa sekelompok masyarakat tersebut. Abdul Chaer mengatakan bahwa bahasa itu bersifat unik dan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan budaya masyarakat pemakainya, maka analisis suatu bahasa hanya berlaku untuk bahasa itu saja, tidak dapat digunakan untuk menganalisis bahasa lain.
2.3 Peluang
2.3.1 Multikulturalisme
Pendidikan multikultural berperan penting dalam membangun pemikiran multikultural dalam jagad pikir bangsa Indonesia, sedangkan komunikasi antar budaya dapat dijadikan dasar untuk berinteraksidalam hubungan multietnik di Indonesia. Dan dapat disimpulkan bahwa pendidikan multikultural dan komunikasi antar budaya sangat berperan strategis untuk mewujudkan hubungan damai dalam masyarakat Indonesia yang bersifat multikultural ini.
Perbedaan etnik harus dikelola secara benar untuk menghasilkan kekuatan besar dalam membangun bangsa ini. Bila keberagaman bisa dikelola secara benar perbedaan akan menjadi kekuatan dasar untuk membangun Indonesia.
Sebaliknya, bila salah dalam mengelola keberagaman maka akan menjadi kelemahan sehingga akan mendorong terjadinya pertikaian bahkan disintegrasi. Bila benih-benih permusuhan antar etnik telah berkembang sulit bagi bangsa ini untuk maju. Sebab benih permusuhan akan mendorong terjadinya konflik yang akan menghambat proses bangkitnya bangsa Indonesia.
2.3.2 keberagaman adalah kekuatan bangsa di mata internasional
Apabila budaya lokal dapat di jaga dengan baik, Indonesia akan di pandang sebagai negara yang dapat mempertahankan identitasnya di mata Internasioanal.
2.3.3 budaya lokal dan pariwisata Indonesia
selain keindahan alamnya, pariwisata Indonesia banyak diminati karena budayanya yang beraneka ragam. Sebut saja debus dari banten, upacara pembakaram mayat ngaben dari Bali, reog dari ponorogo, dan sejumlah acara sakral lain yang kini dalam pelaksanaannya telah menjadi suasana eksotis tersendiri bagi wisatawan asing.
2.4 Hambatan / Tantangan
2.4.1 masuk dan berkembangnya budaya asing
Masuknya budaya asing menjadi tantangan tersendiri agar budaya lokal tetap terjaga. Dalam hal ini, peran budaya lokal diperlukan sebagai penyeimbang di tengah perkembangan zaman.
2.4.2 perkembangan teknologi dan informasi
Dengan majunya teknologi dimana informasi apa saja bisa masuk dalam kehidupan masyarakat kita ikut serta mempengaruhi tergesernya nilai-nilai budaya Indonesia ini. Terutama para generasi muda bangsa ini. Banyak kita lihat disekeliling kita para generasi muda kebanyakan lebih suka terhadap budaya asing ketimbang kebudayaan Indonesia sendiri. Sangat dikhawatirkan kebudayaan Indonesia hanya sebagai simbol atau identitas dan juga hanya sebagai pelengkap di acara acara tertentu misalnya acara pernikahan dan yang paling parah lagi mengklaim kebudayaan yang tertinggal, tidak gaul ataupun sejenisnya. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kebudayaan indonesia terbentuk juga karena dipengaruhi budaya asing, tapi itu dulu saat-saat zaman kerajaan. Jati diri Bangsa ini perlu ditonjolkan dengan mencintai kebudayaan Indonesia. Dengan tertanamnya jati diri Bangsa pada setiap individu diharapkan mampu menjadi filter bagi kebudayaan asing yang bisa masuk kapan saja dan dimana saja.
2.4.3 perubahan alam dan iklim
Perubahan lingkungan alam dan iklim menjadi tantangan tersendiri bagi suatu negara untuk mempertahankan budaya lokalnya. Karena seiring perubahan lingkungan alam dan iklim, pola pikir serta pola hidup masyakrkat juga ikut berubah.
2.4.4 peran pemerintah terhadap perkembangan budaya lokal
Salah satu tugas pemerintah dalam bidang kebudayaan adalah melakukan pelestarian, perlindungan, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya budaya. Pada era otonomi seperti sekarang ini, tugas ini dianggap sebagai regulator, dinamisator dan fasilitator.
Oleh karena itu peran utama pemerintah dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan, selain memfasilitasi juga menyiapkan regulasi dalam rangka perlindungan terhadap kekayaan budaya. Ini berlaku baik untuk budaya bendawi (artefaktual) maupun hasil budaya tak benda (intangible culture).
BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
3.1 Kesimpulan
Kurangnya minat Kaum Muda, hilang nya kebudayaan daerah karena minimnya pengetahuan dan minat kaum muda dalam menghidupkan kembali kebudayaan daerahnya menjadi titik lemahnya budaya lokal tergeser dengan budaya barat.
Pentingnya Perang Pemerintah, Sering terjadinya kecurian hak milik kebudayaan daerah yang kita miliki termasuk di karenakan kecerobohan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun yang daerah, karena kurang nya perhatiaan maupun bantuan untuk ikut melindungi kebudayaan daerah yang kita miliki.
Indonesia memiliki Peluang untuk lebih di pandang di mata Negara lain, Indonesia memiliki berbagai macam kebudayaan yang masih belum di perlihatkan dan di akui oleh Negara lain, sehingga masih ada kemungkinan kita berdiri lebih tinggi lagi dengan memanfaatkan kebudayaan kita.
Derasnya arus teknologi dan informasi yang tidak termanfaatkan dengan baik sangat berbahaya terhadap keutuhan kebudayaan Indonesia.
3.2 Rekomendasi
Diharapkan Pemerintah dan Lebih Aktif dan lebih cepat dalam bergerak jangan sampai kita kecurian lebih banyak lagi kebudayaan karena keteledoran bangsa kita sendiri.
Diadakan pelatihan dan pendidikan kepada rakyat tentang pentingnya kebudayaan daerah demi berdirinya kebudayaan nasional.
Di adakan lomba – lomba dan acara yang membantu anak – anak muda tertarik untuk mempelajari kebudayaan daerahnya masing – masing.
Adanya kerjasama antara pemerintah dengan rakyat sehingga rakyat dapat mempublikasikan Kesenian daerahnya lewat Negara, jadi bisa lebih di akui oleh Negara luar.
Di abadikan kesenian – kesenian daerah milik Indonesia.
Diadakan subsidi dari pemerintah untuk membantu perkembangan budaya – budaya daerah agar berkembang, karena sedikit banyak devisa milik Indonesia berasal dari kebudayaan daerah, sudah menjadi hak mereka juga untuk mendapatkan nya.
REFERENSI
http://ahmadsamantho.wordpress.com/2010/10/09/international-conference-on-nature-philosophy-and-culture-of-ancient-sunda-civilization-2/
http://www.semipalar.net/artikel/artikel34.html
http://staff.undip.ac.id/sastra/agusmaladi/2009/07/21/ketahanan-budaya-kesenian-dan-globalisasi/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/42737/
http://gurumuda.com/bse/?s=keanekaragaman+sebagai+pemersatu&submit
http://prabowo-womanizer.blogspot.com/2010/02/keragaman-budaya-sebagai-pemersatu.html
http://khaeylbgt.multiply.com/journal/item/3
http://sosbud.kompasiana.com/2010/12/16/bahasa-indonesia-sebagai-sarana-pembelajaran-budaya-bangsa/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.