Selamat siang teman-teman. Kali ini saya akan
bahas mengenai phobia.
Teman-teman pasti sudah sering dengar kan sama
yang namanya phobia?
Itu loh, penyakit takut akan sesuatu dengan
berlebihan. Untuk yang belum tau, saya bahas deh semua hal tentang phobia
sampai ke teknik penyembuhannya..
Disimak yaa :)
Phobia adalah ketakutan
yang berlebih-lebihan terhadap benda-benda atau situasi-situasi tertentu yang
seringkali tidak beralasan dan tidak berdasar
pada kenyataan.Istilah “phobia” berasal dari kata “phobi” yang artinya
ketakutan atau kecemasan yang sifatnya tidak rasional yang dirasakan dan
dialami oleh sesorang.Phobia merupakan suatu gangguan yang ditandai oleh
ketakutan yang menetap dan sangat tidak rasional terhadap suatu obyek atau
situasi tertentu.
Setiap
orang pasti memiliki rasa takut tertentu akan sesuatu, yang jenis dan
intensitasnya tentu saja berbeda-beda dan bervariasi. Dalam taraf yang cukup
tinggi, rasa takut ini menjelma menjadi apa yang disebut gangguan phobia. Ada
banyak jenis phobia yang telah diketahui seperti agoraphobia yaitu rasa takut
akan ruang terbuka dan berada di tempat ramai, atau thanatophobia yaitu rasa
takut akan kematian. Ada juga jenis phobia yang tergolong sangat aneh
dan konyol seperti arachibutyrophobia yaitu rasa takut akan “selai
kacang yang menempel di langit-langit mulut”.
Dengan kata lain jenis-jenis phobia
yang bersifat fundamental dan berpotensi merusak kualitas hidup penderitanya
hingga ke taraf ekstrim. Walaupun akan terdengar aneh, harap diingat bahwa di
luar sana memang benar-benar ada sesama kita yang menderita phobia ini. Dengan
mengetahui jenis-jenis phobia ini diharapkan kita akan turut dapat
merasakan dan bersimpati kepada mereka.
Walaupun
ada ratusan macam phobia tetapi pada dasarnya phobia-phobia tersebut merupakan
bagian dari 3 jenis phobia, yang menurut buku DSM-IV (Diagnostic and
Statistical Manual for Mental Disorder IV) ketiga jenis phobia itu adalah :
- Phobia
sederhana atau spesifik (Phobia terhadap suatu obyek/keadaan tertentu)
seperti pada binatang, tempat tertutup, ketinggian, dan lain lain.
- Phobia
sosial (Phobia terhadap pemaparan situasi sosial) seperti takut jadi pusat
perhatian, orang seperti ini senang menghindari tempat-tempat ramai.
- Phobia
kompleks (Phobia terhadap tempat atau situasi ramai dan terbuka misalnya
di kendaraan umum/mall) orang seperti ini bisa saja takut keluar rumah.
A.
Penyebab Phobia
Phobia dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Pada umumnya phobia disebabkan
karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang
disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam
alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu
kemungkinan penyebab terjadinya phobia.
Lalu
bagaimana menjelaskan tentang orang yang takut akan sesuatu walaupun tidak
pernah mengalami trauma pada masa kecilnya? Martin Seligman di dalam teorinya
yang dikenal dengan istilah biological preparedness mengatakan ketakutan yang
menjangkiti tergantung dari relevansinya sang stimulus terhadap nenek moyang
atau sejarah evolusi manusia, atau dengan kata lain ketakutan tersebut
disebabkan oleh faktor keturunan. Misalnya, mereka yang takut kepada beruang,
nenek moyangnya pada waktu masih hidup di dalam gua, pernah diterkam dan hampir
dimakan beruang, tapi selamat, sehingga dapat menghasilkan kita sebagai
keturunannya. Seligman berkata bahwa kita sudah disiapkan oleh sejarah evolusi
kita untuk takut terhadap sesuatu yang dapat mengancam survival kita.
Pada
kasus phobia yang lebih parah, gejala anxiety neurosa menyertai penderita
tersebut. Si penderita akan terus menerus dalam keadaan phobia walaupun tidak
ada rangsangan yang spesifik. Selalu ada saja yang membuat phobia-nya timbul
kembali, misalnya thanatophobia (takut mati), dll.
Perlu
kita ketahui bahwa phobia sering disebabkan oleh faktor keturunan, lingkungan
dan budaya. Perubahan-perubahan yang terjadi diberbagai bidang sering tidak
seiring dengan laju perubahan yang terjadi di masyarakat, seperti dinamika dan
mobilisasi sosial yang sangat cepat naiknya, antara lain pengaruh pembangunan
dalam segala bidang dan pengaruh modernisasi, globalisasi, serta kemajuan dalam
era informasi. Dalam kenyataannya perubahan-perubahan yang terjadi ini masih
terlalu sedikit menjamah anak-anak sampai remaja. Seharusnya kualitas perubahan
anak-anak melalui proses bertumbuh dan berkembangnya harus diperhatikan sejak
dini khususnya ketika masih dalam periode pembentukan (formative period) tipe
kepribadian dasar (basic personality type). Ini untuk memperoleh generasi penerus
yang berkualitas.
Berbagai
ciri kepribadian/karakterologis
perlu mendapat perhatian khusus bagaimana lingkungan hidup memungkinkan
terjadinya proses pertumbuhan yang baik dan bagaimana lingkungan hidup dengan
sumber rangsangannya memberikan yang terbaik bagi perkembangan anak, khususnya
dalam keluarga.
Berbagai
hal yang berhubungan dengan tugas, kewajiban, peranan orang tua, meliputi tokoh
ibu dan ayah terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, masih sering kabur,
samar-samar. Sampai saat ini masih belum jelas mengenai ciri khusus pola asuh
(rearing practice) yang ideal bagi anak. Seperti umur berapa seorang anak
sebaiknya mulai diajarkan membaca, menulis, sesuai dengan kematangan secara
umum dan tidak memaksakan. Tujuan mendidik, menumbuhkan dan memperkembangkan
anak adalah agar ketika dewasa dapat menunjukan adanya gambaran dan kualitas
kepribadian yang matang (mature, wel-integrated) dan produktif baik bagi
dirinya, keluarga maupun seluruh masyarakat. Peranan dan tanggung jawab orang
tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak adalah teramat penting.
B.
Teknik Penyembuhan
Ada beberapa teknik Untuk penyembuhan phobia diantaranya adalah sbb:
1. Hypnotheraphy: Penderita phobia
diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia.
2. Flooding: Exposure Treatment yang
ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada anjing (cynophobia), dimasukkan
ke dalam ruangan dengan beberapa ekor anjing jinak, sampai ia tidak ketakutan
lagi.
3. Desentisisasi Sistematis:
Dilakukan exposure bersifat ringan. Si penderita phobia yang takut akan anjing
disuruh rileks dan membayangkan berada ditempat cagar alam yang indah dimana si
penderita didatangi oleh anjing-anjing lucu dan jinak.
4. Abreaksi: Si penderita phobia
yang takut pada anjing dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau
film tentang anjing, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan
melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan.
Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang anjing dan bila
phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan anjing. Memang sih bila
phobia yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan.
5. Reframing: Penderita phobia
disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si
penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak
takut lagi pada phobia-nya.
Namun
secanggih apapun jenis pengobatannya, dukungan keluarga dan kerabat tetap
menjadi yang utama dalam penyembuhan phobia ini, jadi kalau nanti kalian
bertemu dengan orang yang menderita phobia tertentu jangan dikucilkan atau
dijauhi, justru kita harus aktif untuk mengerti mereka. So, be proaktif yaa :D
C.
Macam-macam Phobia
1. Chrometophobia
or Chrematophobia (takut pada uang).
Jika saat ini banyak orang pusing
karena kebutuhan hidup semakin mahal, sebabnya bisa jadi adalah ketiadaan uang.
Semua kebutuhan hidup, peranan uang cukup dominan. Maka, tak salah jika uang
menempati posisi penting dalam menunjang untuk pemenuhan kebutuhan hidup.
Namun, hal itu tak akan berlaku pada
orang yang mengidap phobia jenis Chrometophobia. Jenis phobia yang takut pada
uang. Jangankan memegang uang, tahu uang disebut bisa takut luar biasa.
Barangkali orang yang mengidap ini bakal enak diajak bisnis atau dipekerjakan. Karena
pasti tak mau digaji dengan uang.
2.
Chronomentrophobia (Takut pada jam).
Adagium time is money barangkali tak
lagi berlaku. Karena pengidap phobia ini tak bakal melihat jam katika ada
janji. Dentangan bunyi jam akan membuat lemas seluruh tulang sendi. Peregarakan
jarum ibarat hantu. Meski begitu, pengidap phobia ini masih bisa melihat
penunjukan waktu yang lain. Misalnya, di HP atau laptop.
3.
Caligynephobia (Takut pada wanita
cantik).
Lumrah jika laki-laki tertarik pada
seorang wanita. Apalagi kepada wanita cantik. Hampir setiap orang suka melihat
wanita cantik. Namun, hal itu tak berlaku pengidap phobia jenis Caligynephobia.
Ketakutan terhadap wanita cantik ini
tak hanya ketika bertemu muka dengan seorang wanita cantik, namun bisa kambuh
saat melihat di foto atau di televisi. Bisa dipastikan, ketika melakukan
aktifitas apapun tak akan bisa berkonsentrasi. Dalam derajat tertentu, wanita
cantik dianggap sebagai ancaman.
4.
Didaskaleinophobia (Takut pergi ke
sekolah).
Phobia jenis ini jika merujuk pada
bentuk-bentuk phobia maka masuk kategori yang kedua, takut ketika pada situasi
yang mengaharuskan si pengidap phobia diwajibkan berinteraksi dengan
teman-temannya. Lingkungan sosial, seperti juga sekolah bukanlah tempat aman.
Rasa penuh ancaman itu yang berakibat pengidap
phobia ini akan takut untuk berangkat sekolah. Rasa takut ini biasanya diidap
oleh anak-anak yang baru akan sekolah. Maka, pendampingan dan bantuan dari
seluruh lingkungan sosial anak perlu diciptakan. Baik orangtua, guru dan
teman-teman sekolah.
5.
Geliophobia (Takut tertawa).
Tertawa adalah salah satu ekspresi
kebahagiaan. Setiap orang suka tertawa. Bagi sebagian kalangan, tertawa bisa
diwujudkan sebagai salah satu bentuk terapi. Tertawa bisa menghilangkan
sebagian beban emosi.
Tapi, terapi itu tak akan menyembuhkan
bagi pengidap phobia Geliophobia. Phobia yang takut pada tertawa. Baik tawa
dirinya sendiri atau tawa orang lain. Maka, jangan sekali-kali tertawa di
hadapan pengidap phobia ini.
6.
Genophobia (Takut pada sex).
Tak dipungkiri, sex adalah keinginan
semua orang. Tak peduli apakah laki-laki atau perempun yang telah dewasa. Sex
juga bagi sebagian kalangan adalah manifestasi rasa cinta.
Bagi penderita phobia Genophobia, sex
sesuatu yang menakutkan dan cenderung untuk dihindari. Bagi keluarga yang anggotanya
ada yang mengidap penyakit phobia jenis ini hendaknya bisa dideteksi lebih
awal. Agar kehidupan sexnya bisa berjalan normal.
7.
Philophobia (Takut jatuh cinta
atau dicintai).
Saat paling indah adalah sewaktu jatuh
cinta. Mencintai dan dicintai memang indah. Tak peduli berapa usia Anda, pasti
akan selalu mendambakan rasa cinta ini. Tapi, ini tak berlaku bagi Philophobia.
Dia bakal menolak setiap cinta yang datang.
8.
Ambulophobia (Rasa takut untuk berjalan
atau berdiri)
Bayangkan jika hanya dengan berjalan
atau berdiri saja membuat seseorang takut. Jelas penderita ambulophobia tidak
akan dapat hidup normal, tidak setiap saat mereka dapat bepergian dengan
menggunakan kursi roda elektrik. Sayangnya hingga saat ini belum ada teknologi
yang mampu membuat manusia dapat terbang melayang dengan sendirinya untuk
berpindah tempat. Penderita phobia ini tidak akan dapat menghindar untuk
berhadapan dengan rasa takutnya setiap hari.
Gejala/simptom dari ambulophobia bisa bermacam-macam, biasanya mencakup rentang
nafas yang pendek, berkeringat, rasa mual, pusing, gemetar, hingga rasa panik.
Sedangkan penyebabnya biasanya dapat ditelusuri karena pengalaman cidera atau
luka fisik seperti cidera pada kaki, radang sendi (arthritis) atau
masalah-masalah medis lain yang menyebabkan penderitanya merasakan sakit saat
berjalan.
9.
Decidophobia (Rasa takut untuk
mengambil keputusan)
Kata decidophobia pertama kali
diucapkan oleh seorang filsuf dari Princeton University, New Jersey, Amerika
Serikat, bernama Walter Kaufmann di tahun 1973 dalam bukunya berjudul Without
Guilt and Justice. Secara teknis decidophobia didefinisikan sebagai “rasa
kurang keberanian atau keinginan dari seseorang untuk memilih dari beberapa
alternatif yang berbeda-beda untuk mengetahui kebenaran”. Penderitanya
cenderung untuk menyerahkan keputusan mana yang benar kepada pihak lain,
biasanya adalah orang tua atau pasangan mereka. Atau bisa juga mereka
menyerahkan keputusan kepada pemimpin keagamaan mereka atau partai politik
favorit mereka, dalam skala yang lebih luas.
Gejala decidophobia bervariasi antara satu penderita dengan penderita lainnya,
antara lain mulut kering, susah bernafas, pusing, kejang otot, gemetar, jantung
berdebar, bahkan hingga rasa terjebak di dalam sesuatu dan tidak dapat
melarikan diri, juga kepanikan. Sedangkan penyebabnya biasanya karena si
penderita pernah mengalami sesuatu yang traumatis dalam hidupnya yang berkaitan
dengan mengambil keputusan. Sebagai contoh adalah seorang anak kecil yang
secara konsisten dan terus-menerus dipaksa untuk menerima keputusan orang
tuanya tentang suatu hal. Hal ini dapat memberikan dampak negatif terhadap
psikologi si anak yang memungkin untuk berkembang menjadi decidophobia
10. Epistemophobia /
Gnosiophobia (Rasa takut akan ilmu pengetahuan.)
Epistemophobia atau sering juga disebut
gnosiophobia, rasa takut untuk belajar dan ilmu pengetahuan, menyebabkan
penderitanya tidak dapat belajar hal-hal baru kecuali bagi mereka yang mau
melawan tasa takut tersebut dengan memaksakan dirinya menerima hal baru. Bahkan
dengan melakukan hal tersebut saja sudah akan mempersulit mereka dalam menerima
hal baru tersebut.
Gejala epistemophobia bervariasi antara tiap orang dan tergantung dari
intensitasnya, antara lain meliputi rasa gugup dan takut, juga gejala-gejala
kepanikan yang umum seperti jantung berdebar, susah berkata-kata, gemetar,
susah bernafas, dan lain-lain. Penyebab epistemophobia dapat berasal dari
faktor luar tubuh (external events) yang traumatis, dan juga dapat berasal dari
faktor dalam diri atau genetis (heredity/genetic factors).
11. Cibophobia. (Rasa
takut akan makanan.)
Cibophobia atau rasa takut akan makanan
adalah jenis phobia yang sangat kompleks dan dapat dengan cepat berkembang
menjadi sebuah bentuk obsesi. Cibophobia seringkali disalahpahami dan
dicampuradukkan dengan anorexia, sebuah gangguan dalam kebiasaan makan.
Perbedaan utamanya adalah pada anorexia, penderitanya memiliki rasa takut dan
kecemasan akan akibat dari makanan yang ia makan terhadap tubuhnya. Sedangkan
cibophobia adalah rasa takut akan makanan itu sendiri.
Gejala cibophobia termasuk yang paling sulit dikenali. Menghindari makanan
adalah salah satu yang paling umum. Makanan-makanan yang terlihat agak
menjijikkan seperti mayonaise dan susu adalah jenis makanan yang biasa
ditakuti. Kebanyakan penderita cibophobia memiliki perhatian yang berlebihan
akan tanggal kadaluarsa suatu makanan, seringkali dijumpai penderita cibophobia
mengendus makanan dengan berlebihan walaupun makanan tersebut memiliki tanggal
kadaluarsa yang masih jauh. Saat memasak, penderita cibophobia seringkali
menunjukkan perilaku yang berlebihan seperti memasak makanan hingga gosong atau
hangus. Gejala yang lain adalah menghindari restoran karena makanan di restoran
diolah di luar kontrol mereka, menghindari makanan seafood jika sedang berada
jauh dari laut karena takut tidak segar, atau membuang makanan yang masih bagus
karena berpikiran makanan tersebut telah basi.
Penyebab cibophobia belum dapat diketahui dengan pasti, namun beberapa ilmuwan
memperkiran pengalaman traumatis di masa lalu dapat menyebabkan orang menderita
cibophobia
12. Somniphobia /
Hypnophobia (Rasa takut untuk tidur)
Somniphobia, ketakukan untuk tidur,
dikatakan fatal karena dapat menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan baik
fisik dan mental. Gejalanya meliputi rasa panik yang melanda baik sebelum atau
selama tidur. Penderita somniphobia seringkali berpikiran jika ia pergi tidur
maka ia akan mati dan tidak akan terbangun lagi. Rasa takut ini mungkin saja
tidak ada hubungannya dengan kondisi kesehatannya yang lain, selain tentu saja
penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh kurang tidur seperti rasa lelah,
kurangnya kesadaran, mudah teriritasi dan lain-lain.
Penyebabnya juga dapat bermacam-macam, namun yang paling umum adalah mimpi
buruk. Penderita somniphobia kebanyakan sering mengalami mimpi buruk yang
datang secara terus-menerus dan menyebabkannya takut untuk pergi tidur
13. Acousticophobia (
Rasa takut yang aneh akan suara, termasuk suaranya sendiri)
Penderita acousticophobia merasa takut
akan suara, baik segala jenis suara maupun satu jenis suara yang spesifik
seperti suara teriakan, siulan, ledakan, gumaman dan lain-lain. Seperti
kebanyakan phobia yang lain, acousticophobia memiliki gejala-gejala yang sama
meliputi rasa cemas, gugup, gemetar, jantung berdebar dan lain-lain.
Penyebab seseorang menderita bermacam-macam, dan seringkali bersifat unik
antara satu penderita dengan penderita yang lainnya. Salah satu yang umum
adalah disebabkan oleh kondisi mental penderitanya, banyak penderita
schizophrenia didiagnosis juga menderita acousticophobia.
14. Chronophobia ( Rasa
takut akan bergulirnya waktu, atau rasa takut akan waktu)
Rasa takut akan waktu atau chronophobia
meliputi juga rasa takut akan segala konsep yang berhubungan dengan waktu,
seperti masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Dalam taraf ekstrim,
penderitanya akan merasa takut hanya dengan mendengar seseorang berkata
kepadanya kata-kata seperti “besok”, “nanti”, “kemarin”, dan sebagainya. Suara
detak jarum jam juga dapat mengganggunya.
Gejala chronophobia dapat bersifat mental, emosional, dan fisikal. Rasa takut
yang diakibatkan bervariasi mulai dari yang ringan sampai serangan kepanikan
yang hebat. Penyebab chronophobia kebanyakan adalah akibat pengalaman buruk
penderitanya di masa lalu, selain dapat juga disebabkan dari kondisi kejiwaan
penderitanya.
15. Counterphobia/Phobophilia
(Rasa menyukai akan keadaan atau situasi yang menakutkan)
Counterphobia didefinisikan sebagai
rasa menyukai akan keadaaan atau situasi yang menakutkan. Terdengar sangat aneh
memang karena berbeda dengan jenis gangguan phobia yang lain, definisi
counterphobia justru dimulai dengan kata “suka”. Jika para penderita phobia
yang lain akan berusaha untuk menghindari obyek yang menjadi sumber ketakutan
mereka, maka penderita counterphobia justru akan dengan aktif dan sengaja
mencari sesuatu yang dapat membuatnya takut. Dalam kebanyakan kasus, rasa suka
akan ketakutan ini merupakan manifestasi si penderita dalam usahanya untuk
menaklukkan sesuatu yang mengganggunya.
Penelitian tentang counterphobia juga menemukan bahwa rata-rata penderita
counterphobia memiliki inteligensi tinggi, sangat mandiri, memiliki rasa
percaya diri yang tinggi, dan stabil emosinya. Namun perlu diingat bahwa
counterphobia adalah jenis gangguan yang sangat fatal karena penderita biasanya
akan terperangkap dalam kondisi mental yang membingungkan antara “melawan atau
menyerah”. Seringkali dijumpai para penderita counterphobia mencoba untuk
meloncat dari gedung yang tinggi tanpa pengaman, walaupun sebenarnya tidak
bermaksud untuk bunuh diri namun akibatnya tentu bisa saja sama.
Selain itu jika ditilik dari sudut psikologis, counterphobia merupakan sesuatu
yang sangat kompleks dan rumit sehingga perlu penanganan yang teliti dan
hati-hati. Banyak para ahli yang lebih menyukai istilah phobophilia yang secara
harfiah berarti “rasa suka akan rasa takut”.
16. Phobophobia (Rasa
takut akan rasa takut itu sendiri)
Phobophobia didefinisikan sebagai rasa
takut akan rasa takut itu sendiri, atau lebih spesifik lagi adalah sensasi rasa
takut yang timbul di dalam diri penderitanya tentang sesuatu yang membuatnya
takut atau gelisah. Sumber masalah phobophobia kebanyakan berasal dari dalam
diri penderita itu sendiri, karena rasa takutnya seringkali terlihat tidak
beralasan dan bersifat semu.
Penderita phobophobia juga memiliki rasa takut jika ternyata dirinya sendiri
menderita phobia. Dengan kata lain, penderita phobophobia seringkali tidak
sadar jika dirinya menderita phobia. Inilah sebabnya mengapa phobophobia
digolongkan sebagai jenis phobia yang bersifat fatal, dan jika tidak ditangani
dengan tepat rasa takut ini akan berkembang menjadi semakin bersifat permanen.
17. Pantophobia (Rasa
takut akan segala hal)
Telah cukup jelas dari definisinya
betapa fatalnya jenis phobia ini. Sulit dibayangkan bagaimana menderitanya
seseorang yang memiliki gangguan pantophobia di dalam dirinya. Sebuah sumber
mendefinisikan pantophobia sebagai “rasa takut yang semu dan terus-menerus akan
sesuatu yang tidak diketahui dan jahat”. Pada taraf ekstrim penderitanya akan
jatuh ke suatu kondisi kegilaan. Namun yang unik adalah seorang penderita
pantophobia dapat saja menjalani hidup dengan normal dan bersosialisasi seperti
biasa, namun tidak ada seorangpun yang tahu bahwa sebenarnya di dalam dirinya
mengalami suatu ketakutan yang dia sendiri pun tidak tahu penyebabnya.
Pantophobia sulit sekali dideteksi, dan proses penyembuhannya juga dapat
memakan waktu bertahun-tahun karena penyebabnya bisa bermacam-macam.
Kurang lebih itulah phobia yang saya
dapat dari berbagai sumber, masih banyak lagi macam-macam phobia lainnya, ingat
kan artis Ruben Onsu yang phobia dengan Ayam? Ada juga yang phobia dengan balon
atau kerupuk. Kalau dijabarin satu-satu disini ga ada habisnya deh. Hehehe.
Berikut saya jabarkan secara singkat saja yaa.. :)
Macam-macam phobia lainnya :
- Acerbophobia:
Ketakutan pada asam.
- Acousticophobia:
Ketakutan pada suara.
- Acrophobia
/ Hypsophobia: Ketakutan pada tempat yang tinggi.
- Aerophobia
/ Anemophobia: Ketakutan serta panik apabila kulit mereka terkena aliran
udara.
- Agoraphobia
/ Kenophobia: Ketakutan pada ruang yang kosong atau terbuka.
- Agyophobia:
Ketakutan akan jalan yang ramai dan cenderung takut untuk menyeberang.
- Allodoxaphobia:
Takut pada pendapat.
- Amatophobia:
Ketakutan pada debu.
- Amaxophobia:
Ketakutan berkendaraan.
- Amychophobia:
Ketakutan apabila dirinya disiksa atau mengalami luka / kecelakaan.
- Androphobia:
Androphobia dijumpai pada wanita, yaitu ketakutan pada laki-laki.
- Anemophobia:
Takut pada pergerakan udara atau angin.
- Anthophobia:
Ketakutan terhadap bunga.
- Anthrophobia
/ Sociophobia: Ketakutan pada masyarakat atau orang secara umum.
- Antlophobia:
Ketakutan pada sungai, banjir atau air yang mengalir.
- Apeirophobia:
Ketakutan pada hal-hal yang tak terbatas, misalnya: sumur, langit, laut,
dll.
- Apiphobia
/ Melissophobia: Ketakutan pada binatang yang menyengat.
- Arachnephobia:
Ketakutan pada laba-laba.
- Asthenophobia:
Ketakutan menjadi lemah.
- Astrophobia:
Ketakutan pada langit dan angkasa.
- Ataxophobia:
Takut pada kekacauan atau ketidakrapian.
- Atephobia:
Takut tinggal di pegunungan atau dirumah bertingkat karena dibayangi oleh
ketakutan akan reruntuhan.
- Auroraphobia:
Ketakutan pada aurora atau cahaya utara, yaitu suatu fenomena alam yang
hanya tampak di daerah belahan utara bumi.
- Automanophobia:
Takut pada suara perut, makhluk animasi, patung lilin, segala sesuatu yang
secara salah merepresentasikan makhluk yang memiliki persepsi.
- Autophobia:
Ketakutan pada diri sendiri.
- Bacilliophobia
/ Microphobia: Ketakutan akan baksil atau kuman.
- Ballistophobia:
Ketakutan terhadap proyektil, misalnya peluru kendali, roket, mortir atau
meriam.
- Basophobia
/ Stasiphobia: Ketakutan untuk berdiri tegak atau ketakutan untuk
berjalan.
- Bathophobia:
Ketakutan akan kedalaman atau obyek yang lebih tinggi, misalnya gedung
pencakar langit atau tebing yang curam.
- Belonephobia
/ Aichmophobia: Ketakutan pada benda-benda yang tajam.
- Bibliophobia:
Ketakutan bila melihat buku.
- Botophobia:
Ketakutan pada ruang atau kamar dibawah tanah.
- Bromhidrophobia:
Ketakutan bila dirinya mengeluarkan bau badan atau takut kepada bau badan
orang lain.
- Brontophobia:
Ketakutan akan suara halilintar.
- Bufonophobia:
Takut pada katak.
- Cancerphobia:
Ketakutan akan akan penyakit kanker.
- Cheimaphobia
/ Psycrophobia: Ketakutan bila kedinginan.
- Chermatophobia:
Ketakutan terhadap uang.
- Chromatophobia:
Ketakutan akan warna-warna tertentu, misalnya ketakutan akan warna merah
(erythrophobia). Phobia terhadap warna hitam lebih sering dihubungkan
dengan phobia terhadap kegelapan (noctiphobia).
- Chronophobia:
Ketakutan pada suara jam berdentang.
- Cibophobia:
Takut makan karena takut menjadi sakit akibat kuman yang ada dalam
makanan.
- Claustrophobia:
Ketakutan berada dalam ruangan sempit.
- Cleithrophobia:
Ketakutan apabila terkunci didalam suatu ruangan.
- Clinicophobia:
Ketakutan untuk ke dokter atau berobat.
- Cremnophobia:
Ketakutan berada di tebing yang curam.
- Coitophobia:
Ketakutan untuk melakukan persetubuhan dengan lawan jenis.
- Coprophobia
/ Mysophobia / Tocophobia: Takut terhadap kotoran.
- Crystallophobia
/ Hyalophobia: Ketakutan terhadap benda-benda yang terbuat dari gelas.
- Cynophobia:
Ketakutan terhadap anjing.
- Demonophobia
/ Ghostphobia: Ketakutan akan setan-setan.
- Diabetophobia:
Takut terhadap penyakit diabetes / kencing manis.
- Domatophobia
/ Oikophobia: Ketakutan yang terjadi bila berada didalam rumah.
- Doraphobia:
Ketakutan yang terjadi bila menjamah bulu binatang.
- Dromophobia:
Ketakutan untuk mengembara.
- Dysmorphophobia
/ Teratophobia: Takut pada orang cacat.
- Electrophobia:
Ketakutan terhadap listrik.
- Electrophobia:
Ketakutan terhadap listrik.
- Entomophobia
/ Melissophobia: Ketakutan pada serangga.
- Ereutophobia:
Ketakutan akan rasa malu.
- Ergophobia:
Takut bekerja.
- Erotophobia:
Takut akan cinta sexuil.
- Eurotophobia:
Takut pada alat kelamin wanita.
- Galeophobia
/ Ailurophobia / Gatophobia: Takut akan kucing.
- Gamaphobia:
Takut akan perkawinan.
- Genophobia:
Takut sakit demam panas.
- Gephyrophobia
/ Gephydrophobia / Gephysrophobia: Takut menyeberang jembatan.
- Gerontophobia:
Ketakutan terhadap usia tua.
- Graphophobia:
Ketakutan bila melihat tulisan.
- Gynaephobia:
Perasaan takut kepada wanita.
- Hadephobia:
Takut akan neraka.
- Hamartophobia:
Takut akan dosa dan kesalahan.
- Hapephobia:
Ketakutan terhadap sentuhan fisik.
- Hellenologophobia:
Takut pada istilah atau terminologi ilmiah rumit dari bahasa Yunani.
- Hierophobia:
Ketakutan akan barang-barang suci.
- Hematophobia:
Ketakutan melihat darah.
- Heliophobia:
Ketakutan bila melihat atau terkena sinar matahari.
- Hodophobia:
Takut bepergian.
- Homichlophobia:
Ketakutan pada kabut.
- Homophobia:
Ketakutan pada orang-orang homo seks.
- Hormephobia:
Takut pada suatu kejutan.
- Hydrophobia
/ Iyssophobia: Takut pada air.
- Hygrophobia:
Ketakutan pada tempat yang lembab.
- Hylophobia:
Ketakutan terhadap hutan.
- Hypengyophobia:
Ketakutan terhadap tanggung jawab.
- Hypnophobia:
Ketakutan untuk tidur.
- Ichtyophobia:
Ketakutan terhadap ikan.
- Ideophobia:
Ketakutan akan ide-ide.
- Iophobia:
Ketakutan bila melihat racun.
- Kakorhaphiophobia:
Takut akan kegagalan.
- Kathisophobia:
Takut duduk.
- Kinesophobia:
Takut melihat gerakan-gerakan.
- Kleptophobia
/ Harpaxophobia: Takut pada pencuri atau perampok.
- Linonophobia:
Takut akan benang, tali atau senar.
- Lygophobia:
Takut berada di tempat gelap.
- Lyssophobia:
Takut bila menjadi gila.
- Mastigophobia:
Takut pada hukuman.
- Merinthophobia:
Ketakutan bila diikat.
- Metallophobia:
Ketakutan terhadap benda-benda logam.
- Misophobia:
Takut terkena kotoran atau kuman.
- Monophobia:
Takut bila ditinggal seorang diri.
- Myctophobia:
Takut akan apa-apa yang gelap.
- Mythophobia:
Takut untuk tertipu.
- Necrophobia:
Takut terhadap orang mati atau mayat.
- Neophobia
/ Kainophobia: Takut pada segala sesuatu yang baru.
- Nyctophobia:
Takut gelap atau malam.
- Obesitophobia:
Ketakutan untuk menjadi gemuk.
- Octophobia:
Takut pada angka 8.
- Odontophobia:
Takut pada gigi binatang.
- Ombrophobia:
Takut pada hujan.
- Onemophobia
/ Phronemophobia: Takut untuk berpikir.
- Onomatophobia:
Takut mendengar suatu nama tertentu.
- Ophidiophobia:
Takut akan ular atau binatang melata.
- Ophthalmophobia
/ Scopophobia: Takut dilihat oleh orang lain.
- Oneirophobia:
Takut pada mimpi.
- Ornithophobia:
Takut pada burung.
- Papyrophobia:
Takut pada kertas.
- Paraphobia:
Takut pada penyimpangan seksual.
- Pathophobia
/ Nosophobia: Takut akan penyakit.
- Peccatiphobia:
Takut berbuat dosa.
- Pedagogiephobia:
Takut pada suatu pendidikan.
- Pediculophobia:
Takut pada binatang kutu.
- Pedophobia:
Takut berjumpa dengan anak-anak.
- Pengophobia:
Takut pada siang hari.
- Pharmacophobia
/ Hydrargyrophobia: Takut terhadap berbagai macam obat-obatan.
- Photophobia:
Takut akan sinar atau cahaya.
- Phobophobia:
Takut pada phobia.
- Phonophobia:
Takut pada bunyi atau suara (termasuk suaranya sendiri).
- Pnygophobia:
Ketakutan akan bayangan kematian tidak dapat bernapas atau tercekik.
- Pyrexeophobia
/ Febriphobia: Takut pada panas.
- Pyrophobia:
Takut terhadap api.
- Rhabdophobia:
Takut dipukul.
- Rodentiophobia:
Takut terhadap tikus.
- Scatophobia:
Takut pada kotoran atau tinja.
- Scelerophobia:
Takut pada orang-orang jahat / perampok.
- Selaphobia:
Takut pada kilat.
- Siderodromophobia:
Takut pada kereta api, rel atau perjalanan dengan menggunakan kereta api.
- Social
Phobia: Takut dinilai secara negatif dalam situasi-situasi sosial.
- Sociophobia
/ Ochlophobia / Polyphobia: Ketakutan akan sekumpulan orang.
- Surgerophobia:
Ketakutan untuk menjalani suatu operasi.
- Taphephobia:
Ketakutan apabila dikubur hidup-hidup.
- Telephonophobia:
Takut pada telepon.
- Teratophobia:
Ketakutan akan melahirkan anak cacat atau anak yang menyerupai monster.
- Thalassophobia:
Ketakutan terhadap lautan.
- Thanatophobia
/ Thantophobia: Takut pada kematian.
- Theophobia:
Ketakutan terhadap Tuhan.
- Tocophobia
/ Maieusiophobia: Takut bila melihat kelahiran bayi.
- Toxicophobia:
Takut akan diracun.
- Trichophobia:
Ketakutan pada rambut atau bulu.
- Triskaidekaphobia:
Ketakutan pada bilangan 13.
- Ufophobia:
Ketakutan akan munculnya makhluk angkasa luar.
- Vaccinophobia:
Takut di suntik.
- Verminophobia:
Takut pada kuman.
- Vermiphobia
/ Helminthophobia: Takut pada cacing.
- Xenophobia:
Ketakutan pada orang asing atau orang dari negara asing.
- Zoophobia:
Takut pada binatang.
- Dan
masih banyak lagi yang lainnya…